Penjualan Eceran Februari 2026 Menguat, Konsumsi Rumah Tangga Terdorong Ramadan
Ilustrasi optimisme konsumen meningkat(SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES)
18:24
13 April 2026

Penjualan Eceran Februari 2026 Menguat, Konsumsi Rumah Tangga Terdorong Ramadan

— Kinerja penjualan eceran nasional menunjukkan perbaikan pada Februari 2026.

Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dirilis Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan baik secara tahunan maupun bulanan, mencerminkan penguatan konsumsi rumah tangga di tengah momentum Ramadan.

Dalam laporan bank sentral, Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 tercatat sebesar 232,7, atau tumbuh 6,5 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 yang tumbuh 5,7 persen (yoy).

Baca juga: Konflik Iran Jadi Senjata Makan Tuan, Keyakinan Konsumen AS Jatuh

Ilustrasi konsumenThinkstockphotos.com Ilustrasi konsumen

Secara bulanan, penjualan eceran juga mengalami kenaikan 4,1 persen (month to month/mtm), berbalik dari kontraksi 2,7 persen pada bulan sebelumnya.

BI menyebutkan, peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan pada mayoritas kelompok barang, terutama kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman dan tembakau, serta subkelompok sandang.

“Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penjualan pada mayoritas kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang,” ungkap BI dalam laporannya, dikutip pada Senin (13/4/2026).

Secara rinci, kelompok suku cadang dan aksesori mencatat indeks 157,5 dengan pertumbuhan 13,1 persen (yoy).

Baca juga: Kepercayaan Konsumen AS Anjlok ke Rekor Terendah, Ekspektasi Inflasi Meningkat

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencapai indeks 331,4 dengan pertumbuhan 8,8 persen (yoy), dan subkelompok sandang tumbuh 4,9 persen (yoy).

Ilustrasi belanja baju untuk Lebaran Idul Fitri.Dok. Shutterstock Ilustrasi belanja baju untuk Lebaran Idul Fitri.

Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan, yang secara historis mendorong konsumsi rumah tangga, khususnya pada kebutuhan makanan dan barang konsumsi lainnya.

Di sisi bulanan, pertumbuhan juga terlihat pada beberapa kelompok utama. Penjualan suku cadang dan aksesori meningkat 4,0 persen (mtm), makanan, minuman, dan tembakau tumbuh 4,9 persen (mtm), serta subkelompok sandang naik 6,1 persen (mtm).

BI mencatat, peningkatan tersebut seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat saat bulan Ramadan.

Baca juga: Optimisme Konsumen Terhadap Ekonomi RI Turun Lagi Pada Maret 2026, Pertanda Apa?

Kinerja penjualan eceran beragam antarwilayah

Secara spasial, kinerja penjualan eceran menunjukkan variasi antar kota. Pada Februari 2026, peningkatan tahunan terutama terjadi di Banjarmasin, Jakarta, dan Surabaya.

Di Banjarmasin, indeks penjualan mencapai 115,8 dengan pertumbuhan 15,0 persen (yoy). Jakarta mencatat indeks 52,2 dengan pertumbuhan 3,2 persen (yoy), sementara Surabaya mencatat indeks 484,3 dengan pertumbuhan 13,2 persen (yoy).

Sebaliknya, beberapa kota mengalami penurunan, seperti Medan dengan kontraksi 0,2 persen (yoy), Bandung turun 13,8 persen (yoy), serta Makassar yang melemah 10,2 persen (yoy).

Secara bulanan, peningkatan terjadi di sejumlah kota seperti Manado, Surabaya, dan Bandung. Pertumbuhan masing-masing tercatat sebesar 6,0 persen (mtm), 4,2 persen (mtm), dan 6,9 persen (mtm), setelah sebelumnya mengalami kontraksi cukup dalam.

Baca juga: Tren Ramadhan 2026, Konsumen Mulai Pilih Produk Bernilai Tinggi

Penjualan eceran Maret 2026 diprakirakan tetap tumbuh

Memasuki Maret 2026, bank sentral memperkirakan kinerja penjualan eceran akan tetap tumbuh, baik secara tahunan maupun bulanan. IPR diproyeksikan mencapai 254,2 atau tumbuh 2,4 persen (yoy).

“Pada Maret 2026, IPR diprakirakan tetap tumbuh secara tahunan dan meningkat secara bulanan,” tulis BI dalam laporannya.

Ilustrasi belanja di supermarket. Promo JSM Superindo 27 Februari-1 Maret 2026. Promo JSM Superindo terbaru 2026.PEXELS/ Marianne Tang Ilustrasi belanja di supermarket. Promo JSM Superindo 27 Februari-1 Maret 2026. Promo JSM Superindo terbaru 2026.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah kelompok barang, antara lain suku cadang dan aksesori yang diperkirakan tumbuh 11,3 persen (yoy), makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,0 persen (yoy), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,7 persen (yoy).

Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 diprakirakan meningkat 9,3 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang tumbuh 4,1 persen (mtm).

Baca juga: Revenge Saving Jadi Tren, Konsumen Pilih Menabung daripada Belanja

Kinerja tersebut terutama didorong oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta subkelompok sandang.

Ketiganya masing-masing diperkirakan tumbuh 8,1 persen (mtm), 6,4 persen (mtm), dan 18,6 persen (mtm).

BI menyebutkan, peningkatan ini sejalan dengan peningkatan permintaan rumah tangga selama periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Ekspektasi penjualan tetap optimistis

Selain realisasi dan prakiraan jangka pendek, survei juga mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap kinerja penjualan ke depan.

Baca juga: Keyakinan Konsumen Turun Tipis ke Level 125,2 Pada Februari 2026

Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) untuk tiga bulan mendatang, yakni Mei 2026, tercatat sebesar 147,2, sementara untuk enam bulan mendatang (Agustus 2026) mencapai 162,4. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

“Responden memprakirakan penjualan eceran pada 3 dan 6 bulan yang akan datang meningkat,” tulis BI.

Peningkatan ekspektasi tersebut didorong oleh berbagai faktor musiman, termasuk meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode hari besar keagamaan seperti Idulfitri, Kenaikan Yesus Kristus, dan Waisak.

Ilustrasi konsumen Indonesia belanja produk gaya hidupUnsplash Ilustrasi konsumen Indonesia belanja produk gaya hidup

Selain itu, faktor lain seperti perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia serta awal tahun ajaran baru juga turut memengaruhi optimisme pelaku usaha.

Baca juga: Literasi Konsumen terhadap Produk Herbal Masih Rendah, Ini Tantangan Industri Lokal

Indeks di atas 100 menunjukkan optimisme, sehingga posisi IEP pada kisaran 147 hingga 162 mencerminkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan dalam beberapa bulan ke depan.

Tekanan harga diperkirakan meningkat

Dari sisi harga, survei menunjukkan adanya potensi peningkatan tekanan inflasi dalam jangka pendek.

Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk tiga bulan mendatang, yakni Mei 2026, tercatat sebesar 157,4, meningkat dibandingkan April 2026 yang sebesar 153,9.

Bank Indonesia mencatat bahwa kenaikan tersebut seiring kenaikan harga bahan baku.

Baca juga: Konsumen AS Lebih Optimistis pada Februari, Meski Tekanan Harga Bertahan

Sementara itu, untuk enam bulan mendatang, yakni Agustus 2026, tekanan harga diperkirakan relatif stabil dengan IEH sebesar 157,2, tidak jauh berbeda dari posisi Juli 2026 sebesar 157,1.

Kondisi ini mencerminkan pelaku usaha memperkirakan tekanan harga akan meningkat dalam jangka pendek, namun cenderung stabil dalam jangka menengah.

Struktur survei dan cakupan responden

Survei Penjualan Eceran yang dilakukan Bank Indonesia merupakan survei bulanan yang telah berjalan sejak September 1999.

Survei ini bertujuan memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan konsumsi rumah tangga sebagai salah satu komponen utama produk domestik bruto (PDB).

Baca juga: Studi Ritel Terbaru, 45 Persen Konsumen Pakai AI buat Belanja Ramadhan

Sejak Januari 2015, survei dilakukan terhadap sekitar 700 pengecer di 10 kota besar, yaitu Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Medan, Purwokerto, Makassar, Manado, Banjarmasin, dan Denpasar.

IPR dihitung menggunakan bobot komoditas berdasarkan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota-kota tersebut, sementara indeks ekspektasi menggunakan metode weighted balance score untuk menangkap persepsi pelaku usaha terhadap kondisi ke depan.

Dengan cakupan tersebut, survei ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika konsumsi masyarakat serta prospek penjualan ritel di Indonesia.

Tag:  #penjualan #eceran #februari #2026 #menguat #konsumsi #rumah #tangga #terdorong #ramadan

KOMENTAR