Perusahaan Enggan Rekrut Karyawan Baru, Apindo: 1,5 juta Tenaga Kerja Tak Terserap
- Hasil survei internal dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menunjukkan mayoritas perusahaan di Indonesia enggan merekrut karyawan baru.
Padahal setiap tahun ada 3,5 juta pencari kerja baru di dalam negeri Indonesia. Setiap satu persen pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menyerap antara 200.000-400.000 tenaga kerja apabila investornya bersifat padat karya.
"400.000 kalau investornya adalah padat karya semua. Tapi kalau tidak padat karya, lebih banyak padat modalnya mungkin 200.000, mungkin hanya 100.000. Jadi kalau pertumbuhan kita 5 persen dan semuanya padat karya itu yang terserap hanya 2 juta, 1,5 juta (tenaga kerja) tidak terserap," jelas Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Amman Mineral (AMMN) Bakal Bagi Saham Buyback ke Karyawan dan Manajemen
Bob menjelaskan jika saat ini 67 persen perusahaan di Indonesia enggan merekrut karyawan baru selama lima tahun ke depan.
Hal seperti ini mesti diperhatikan secara serius karena berdampak pada perekonomian masyarakat.
"Dan 67 persen perusahaan itu tidak berniat untuk melakukan rekrutmen baru. Ini yang menurut kita juga salah satu hal yang perlu diperhatikan," jelasnya.
Baca juga: Walt Disney Dikabarkan PHK 1.000 Karyawan, Divisi Pemasaran Terdampak
Bob menyarankan, pemangku kebijakan menggenjot investor yang bergerak di padat karya tanpa melupakan padat modal.
Sebab, formasi tenaga kerja masyarakat menengah ke bawah didominasi sektor padat karya. Lalu, fleksibilitas soal investasi, memproteksi buruh namun ramah investor sehingga investasi segera masuk.
"Investasi yang masuk dari sektor padat karya itu semakin hari semakin turun, semakin berkurang. Padahal kalau kita lihat dari formasi tenaga kerja kita yang didominasi oleh menengah ke bawah, kita masih sangat membutuhkan industri padat karya," kata Bob.
Baca juga: Ciptakan Lingkungan Kerja Inklusif, MDKA Dukung Peran Karyawan Perempuan
Program padat karya 2026 serap 1 juta tenaga kerja
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada 2026 menargetkan mampu menyerap 1 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Skema Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Kementerian PU nantinya menjangkau 15.634 lokasi.
"Program IBM ini memiliki multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur, juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal," jelas Menteri PU Dody Hanggodo, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: THR Karyawan Swasta Bisa Tak Dikenai Pajak, Begini Caranya Menurut DJP
Sektor pembangunan infrastruktur Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang dilaksanakan di 12.000 lokasi dengan alokasi Rp 2,7 triliun menjadi kontributor terbesar yang menyerap tenaga kerja padat karya.
"Kami memastikan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat tetap menjadi prioritas, bahkan di tengah penyesuaian anggaran. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan lapangan kerja," kata Dody.
Baca juga: Cara Pengisian SPT Tahunan 2026 di Coretax, Berprofesi Karyawan Satu Pemberi Kerja Status Nihil
Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei Apindo Ungkap 67 Persen Perusahaan Tak Berniat Rekrut Pegawai Baru, Kenapa?" dan "Program Padat Karya 2026 Serap 1 Juta Tenaga Kerja"
Tag: #perusahaan #enggan #rekrut #karyawan #baru #apindo #juta #tenaga #kerja #terserap