Greenovation 2026: Upaya Industri Tambang RI Tingkatkan Daya Saing Global
Ilustrasi tambang, pertambangan. Sejumlah perguruan tinggi menolak, menerima, dan bingung menanggapi usulan pemberian izin kelola tambang dari pemerintah.(SHUTTERSTOCK/PARILOV)
12:40
22 April 2026

Greenovation 2026: Upaya Industri Tambang RI Tingkatkan Daya Saing Global

- Sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional, industri pertambangan memegang peran vital dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, ketahanan industri, dan rantai pasok strategis Indonesia.

Oleh karena itu, transformasi sektor ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan daya saing Indonesia di masa depan.

Executive Director of Indonesian Coal Mining Association (APBI-ICMA) Gita Mahyarani mengatakan, industri pertambangan batu bara memiliki peran dalam mendukung ketahanan energi, pembangunan, serta perekonomian nasional.

Baca juga: Adaro Dorong Praktik Pertambangan Berkelanjutan dan Inovasi Sosial

Ilustrasi pertambangan.
DOK. SHUTTERSTOCK/Maksim Safaniuk Ilustrasi pertambangan.

"Di tengah perubahan lanskap global, penguatan daya saing menjadi hal yang relevan untuk terus diperhatikan," kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, sektor industri, termasuk pengolahan mineral dan smelter, juga menjadi salah satu kontributor utama emisi nasional.

Di saat yang sama, pemerintah terus mendorong agenda hilirisasi, industrialisasi, dan penguatan ketahanan energi nasional.

Dengan demikian, dekarbonisasi sektor tambang perlu dilakukan melalui pendekatan yang realistis, aplikatif, dan tetap menjaga produktivitas.

Baca juga: Konflik Akibat Izin Usaha Pertambangan Serampangan

Demi mewujudkan cita-cita tersebut, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) bersama dengan SUN meluncurkan Green Mining Innovation Challenge (Greenovation) 2026.

Greenovation hadir sebagai platform kolaborasi bagi para profesional di sektor pertambangan untuk menghadirkan inovasi aplikatif yang mampu menjawab tantangan energi, efisiensi biaya, produktivitas operasional, serta tuntutan keberlanjutan global.

Ini merupakan kompetisi di industri pertambangan Indonesia yang dirancang untuk mempercepat lahirnya solusi nyata menuju operasional tambang yang rendah karbon, lebih efisien, dan berdaya saing global.

Ilustrasi pertambangan Freepik/senivpetro Ilustrasi pertambangan

"Greenovation kami lihat sebagai salah satu ruang yang dapat mendorong pertukaran gagasan, pengembangan teknologi, dan munculnya berbagai inisiatif dari pelaku industri, agar sektor pertambangan Indonesia dapat terus beradaptasi dan berkembang secara lebih efisien ke depan,” ungkap dia.

Baca juga: Pertambangan Sumbang Rp 138,37 T PNBP, Perannya Tetap Strategis bagi Ekonomi

Greenovation menitikberatkan dua area transformasi paling strategis bagi masa depan pertambangan Indonesia yakni optimasi bauran energi dan efisiensi operasional tambang.

Kompetisi ini juga akan melihat upaya elektrifikasi kendaraan dan alat berat tambang.

Director of Power SUN Emmanuel Jefferson Kuesar menjelaskan, di industri pertambangan, energi bukan hanya kebutuhan operasional, tetapi juga faktor penentu daya saing.

"Melalui Greenovation, kami ingin mendorong lahirnya solusi yang mampu mengoptimalkan bauran energi serta menciptakan efisiensi biaya yang berkelanjutan. Ke depan, perusahaan tambang yang mampu mengelola energi secara lebih cerdas akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika pasar dan tuntutan industri global,” ujar dia.

Baca juga: Purbaya soal Pencabutan Izin Tambang Emas Martabe: Kami Bukan Anti Pertambangan

Sementara itu, Director of Mobility SUN Karina Darmawan mengungkapkan, Greenovation diharapkan dapat mendorong lahirnya ide kreatif dan aplikatif dari praktisi industri tambang.

"Inovasi yang dapat mendukung dekarbonisasi secara nyata dan memberikan dampak pada efisiensi tanpa mengurangi efektivitas produksi layak mendapatkan pengakuan,” tutup dia.

Tag:  #greenovation #2026 #upaya #industri #tambang #tingkatkan #daya #saing #global

KOMENTAR