Investigasi Kecelakaan Kereta Stasiun Bekasi Timur, KNKT: Masih dalam Proses
Petugas berusaha memindahkan gerbong kereta yang hancur akibat KRL Commuter Line ditabrak oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).(KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
14:44
28 April 2026

Investigasi Kecelakaan Kereta Stasiun Bekasi Timur, KNKT: Masih dalam Proses

- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memulai investigasi mengenai kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

KNKT belum bisa berkata banyak, mereka masih tahap awal penyelidikan.

"Masih dalam proses awal investigasi," jelas Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anugoro dikutip dari Kompas.com, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Update Tabrakan KA Argo Bromo–KRL Bekasi Timur, 14 Meninggal, 84 Korban Luka-luka

Anggo belum bisa membagikan informasi mengenai perkembangan penyelidikan, KNKT butuh waktu.

"Masih dalam proses awal investigasi. Belum ada perkembangan yang bisa kami share untuk saat ini," ujar Anggo.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mendukung penuh investigasi KNKT.

Baca juga: Upaya Evakuasi Terakhir, Selamatkan 3 Korban Tabrakan KA Argo Bromo–KRL Bekasi Timur

Namun, proses evakuasi untuk keselamatan korban jadi yang paling utama.

"Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak," ujar Dudy.

Ketika proses evakuasi selesai, maka penyelidikan penyebab kecelakaan dilakukan KNKT.

"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait agar proses evakuasi berjalan optimal," kata Dudy.

Baca juga: KRL Cikarang Dihentikan Sementara Imbas Kecelakaan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

Evakuasi dilakukan perlahan

Kepala Basarnas (Badan SAR Nasional) Mohammad Syafii mengungkap tantangan tim SAR untuk mengevakuasi korban kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

Tim penyelamat harus mengevakuasi secara perlahan dan penuh kehati-hatian karena badan korban terhimpit logam gerbong KRL.

Teknik cutting (pemotongan) dan lifting (pengangkatan material) dilakukan supaya membebaskan badan korban dari himpitan logam.

Baca juga: Pengamat Transportasi Beberkan Dugaan Umum Penyebab Tabrakan KRL-Argo Bromo

"Kami tidak ingin ada pergerakan yang malah memperburuk kondisi mereka. Ekstrikasi dilakukan secara perlahan hingga badan korban terpisah dari material yang menghimpit," jelas Mohammad dikutip dari Antara, Selasa (28/4/2026).

Basarnas mencoba bekerja seefektif mungkin agar korban bisa segera dikeluarkan dari sana.

Mohammad meminta doa kepada seluruh rakyat Indonesia agar proses evakuasi lancar dan tuntas.

Baca juga: Imbas Kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan KRL, 13 Kereta Dibatalkan Hari Ini, Cek Daftarnya

"Kejadian ini merupakan duka mendalam bagi kita semua. Kami mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar proses evakuasi ini bisa segera tuntas dan seluruh korban dapat segera dikeluarkan dalam kondisi selamat," katanya.

Update terakhir kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, korban meninggal dunia sebanyak 14 orang dan 84 lainnya luka-luka.

Baca juga: KAI Tutup Sementara Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "KNKT Buka Investigasi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur" dan "Menhub Dukung Investigasi KNKT soal Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur"

Tag:  #investigasi #kecelakaan #kereta #stasiun #bekasi #timur #knkt #masih #dalam #proses

KOMENTAR