Imbal Hasil SRBI Naik, Dana Asing Masuk Rp 105,16 Triliun Sejak Awal Tahun
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (18/5/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
20:08
18 Mei 2026

Imbal Hasil SRBI Naik, Dana Asing Masuk Rp 105,16 Triliun Sejak Awal Tahun

- Bank Indonesia (BI) mencatat adanya peningkatan aliran modal asing masuk melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) setelah imbal hasil (yield) SRBI dinaikkan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya telah menaikkan imbal SRBI untuk tenor 6 bulan menjadi 6,21 persen, tenor 9 bulan menjadi 6,31 persen, dan 12 bulan menjadi 6,45 persen per 13 Mei 2026.

Berdasarkan bahan paparan Perry imbal hasil SRBI dalam tren kenaikan sejak akhir tahun 2025.

Bersamaan dengan itu, aliran modal asing masuk melalui SRBI berbalik meningkat pada Kuartal IV 2025 dari minus Rp 99,24 triliun pada kuartal sebelumnya.

Baca juga: Kemenkeu Bantah Purbaya Minta Investor Asing Cari Negara Lain

Pada Kuartal I 2026, aliran modal asing yang masuk di SRBI mencapai Rp 29,85 triliun dan pada Kuartal II 2026 (hingga 12 Mei) juta masih tercatat inflow Rp 75,31 triliun.

Sejak Kuartal IV 2025 SRBI selalu mencatatkan inflow. Hanya pada Maret 2026 yang mengalami aliran modal keluar sebesar Rp 6,88 triliun akibat gejolak konflik di Timur Tengah yang meningkat.

"Itu kenapa kami perlu naikkan suku bunga SRBI supaya terjadi inflow. Alhamdulillah sudah masuk tuh SRBI. Keseluruhan tahun SRBI sudah inflow Rp 105,16 triliun," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Kinerja inflow pada SRBI lebih baik dibanding kinerja aliran modal asing di saham yang mengalami aliran modal keluar sebesar Rp 26,06 triliun pada Kuartal I 2026 dan outflow sebesar Rp 1,58 triliun pada Kuartal II (hingga 12 Mei).

Demikian juga dengan surat berharga negara (SBN) yang tercatat outflow Rp 25,10 triliun pada Kuartal I 2026.

Namun pada Kuartal II (hingga 12 Mei) tercatat inflow sebesar Rp 14,91 triliun.

Untuk menarik aliran modal asing masuk lewat SBN, BI telah melakukan pembelian SBN di pasar sekunder senilai Rp 133,39 triliun secara year to date.

"Langkah kami juga sudah mulai mendorong inflow-nya pembelian SBN oleh investor," kata Perry.

Meski begitu, aliran modal asing melalui SBN maupun saham masih tercatat outflow secara year to date, masing-masing sebesar Rp 10,19 triliun dan Rp 27,64 triliun.

Perry melanjutkan, dengan berbagai langkah itu, BI berupaya menambah pasokan valuta asing (valas) di pasar domestik melalui SRBI dan SBN.

Namun memang tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih cukup besar karena faktor ketidakpastian global maupun faktor musiman di dalam negeri sehingga rupiah masih terdepresiasi.

Bank sentral juga berkomitmen terus melakukan intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Insya Allah nanti Juli Agustus demand-nya itu sudah mulai agak menurun. Sisanya itu bisa kita bisa kemudian intervensi tidak terlalu besar lah," sebut dia.

Baca juga: MSCI Coret 18 Saham RI, Dana Asing Rp 22 Triliun Berpotensi Kabur dari BEI

Tag:  #imbal #hasil #srbi #naik #dana #asing #masuk #10516 #triliun #sejak #awal #tahun

KOMENTAR