Lo Kheng Hong Borong SIMP dan Tambah GJTL Saat Pasar Saham Bergejolak
Gejolak pasar saham Indonesia belum mereda hingga pekan ketiga Mei 2026.
Meski begitu, sejumlah investor besar memanfaatkan momentum tersebut untuk belanja saham di Bursa Efek Indonesia atau BEI.
Data Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI per Kamis (21/5/2026) menunjukkan investor senior Lo Kheng Hong mulai masuk ke saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk atau SIMP.
Ia juga menambah kepemilikan saham di PT Gajah Tunggal Tbk atau GJTL. Masuknya Lo Kheng Hong ke saham SIMP langsung menjadi sorotan pasar.
Investor yang dikenal dengan strategi value investing itu membeli 793,64 juta saham SIMP. Kepemilikannya naik dari nol menjadi 5,12 persen.
Langkah tersebut menarik perhatian karena SIMP merupakan emiten perkebunan dan minyak sawit di bawah Grup Salim.
Baca juga: IHSG Tertekan usai MSCI Depak 18 Saham, Lo Kheng Hong Malah Borong GJTL
Lo Kheng Hong tambah saham GJTL
Selain membeli saham SIMP, Lo Kheng Hong juga melanjutkan akumulasi saham GJTL. Ia membeli tambahan 912.400 saham GJTL.
Transaksi itu membuat kepemilikannya naik dari 6,74 persen menjadi 6,77 persen.
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek PT Gajah Tunggal Tbk yang disampaikan melalui Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom sebelumnya menunjukkan kepemilikan Lo Kheng Hong di GJTL meningkat signifikan pada April 2026.
Pada akhir Maret 2026, Lo Kheng Hong tercatat memiliki 218.032.800 saham GJTL.
Jumlah itu setara 6,257 persen kepemilikan.
Kepemilikan tersebut sudah meningkat 8.134.300 saham dibanding periode sebelumnya.
Aksi penambahan saham itu memperlihatkan keyakinan Lo Kheng Hong terhadap prospek jangka panjang emiten ban tersebut.
GJTL bergerak di tengah dinamika industri otomotif dan manufaktur nasional.
Baca juga: Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan GJTL Saat Saham Naik 12,74 Persen
Investor besar lain ikut borong saham
Selain Lo Kheng Hong, sejumlah investor institusi dan individu juga aktif melakukan akumulasi saham.
Henan Putihrai Asset Management kembali menambah kepemilikan saham PT Surya Semesta Internusa Tbk atau SSIA sebanyak 3,91 juta saham.
Transaksi tersebut membuat kepemilikannya naik dari 11,83 persen menjadi 11,91 persen.
PT Triple Bersama Berkah juga masuk sebagai pemegang saham baru PT Era Pratama Abadi Tbk atau EPAC.
Perusahaan tersebut membeli 225,40 juta saham EPAC atau setara 6,82 persen.
Sementara itu, Ferry Sudjono menambah 1,06 juta saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk atau FORE. Kepemilikannya meningkat menjadi 5,12 persen.
PT Charnic Capital Tbk juga mulai masuk ke saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk atau FUJI. Charnic Capital membeli 68,42 juta saham FUJI.
Transaksi itu membuat kepemilikan awalnya mencapai 5,26 persen.
PT Samuel Sekuritas Indonesia turut menambah kepemilikan di PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk atau NSSS.
Kepemilikannya kini menjadi 12,39 persen. CGS International Securities Singapore Pte Ltd juga meningkatkan kepemilikan di PT Putra Rajawali Kencana Tbk atau PURA menjadi 5,28 persen.
UNTR tambah saham treasury
PT United Tractors Tbk atau UNTR juga tercatat menambah saham treasury sebanyak 615.900 lembar.
Tambahan itu membuat porsi saham treasury UNTR meningkat menjadi 5,71 persen.
Perusahaan biasanya menambah saham treasury melalui buyback.
Strategi ini dapat digunakan untuk menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Pergerakan investor besar dan institusi tersebut menjadi salah satu indikator yang dicermati pelaku pasar.
Aktivitas akumulasi saham itu digunakan untuk membaca arah sentimen dan potensi pergerakan saham di BEI.
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Pasar Bergejolak, Investor Kakap Termasuk Lo Kheng Hong Borong Saham Ini", Klik untuk baca: https://investasi.kontan.co.id/news/pasar-bergejolak-investor-kakap-termasuk-lo-kheng-hong-borong-saham-ini?source=home_popular.
Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
Tag: #kheng #hong #borong #simp #tambah #gjtl #saat #pasar #saham #bergejolak