Dow Jones Tembus Rekor Tertinggi, Pasar Saham AS Menghijau Sepekan
- Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (23/5/2026) waktu setempat.
Penguatan terjadi setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS melandai di tengah optimisme pasar terhadap potensi meredanya konflik di Timur Tengah.
Mengutip CNBC, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 294,04 poin atau 0,58 persen ke level 50.579,70.
Kenaikan ini membawa Dow mencatat rekor penutupan tertinggi baru setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa dalam perdagangan intraday.
Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat Saat Harga Minyak Turun dan Harapan AS-Iran Berdamai
Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,37 persen menjadi 7.473,47. Adapun Nasdaq Composite bertambah 0,19 persen dan ditutup di level 26.343,97.
Meski seluruh indeks utama ditutup di zona hijau, penguatan pasar sempat berkurang menjelang akhir sesi perdagangan.
Harapan perdamaian AS-Iran dorong sentimen pasar
Kepala Strategi Interactive Brokers Steve Sosnick menilai pelaku pasar saat ini lebih fokus pada kemungkinan tercapainya perdamaian di Timur Tengah dibandingkan risiko ketidakpastian yang muncul menjelang akhir pekan.
Pasar menaruh perhatian pada perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Hingga kini belum ada kepastian apakah kedua negara semakin dekat menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
Baca juga: Ekonomi Indonesia dari Sawah, Bukan Wall Street
Laporan Reuters menyebutkan tim dari Qatar telah terbang ke Teheran dengan koordinasi AS untuk membantu mendorong tercapainya perjanjian penghentian konflik.
Harapan meredanya ketegangan turut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia.
Harga minyak Brent naik 0,9 persen menjadi 103,54 dollar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 0,3 persen ke level 96,60 dollar AS per barel.
Meski demikian, harga minyak sudah bergerak turun dari puncak yang sempat tercapai pada awal pekan seiring optimisme pasar bahwa konflik dapat segera mereda.
Imbal hasil obligasi turun
Pergerakan pasar saham juga ditopang turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun hampir 3 basis poin menjadi sekitar 4,56 persen. Sementara yield obligasi tenor 30 tahun turun lebih dari 4 basis poin menjadi sekitar 5,06 persen.
Sebelumnya, volatilitas pasar obligasi sempat menekan kinerja saham sepanjang pekan.
Yield obligasi tenor 30 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007. Sementara obligasi tenor 10 tahun mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
Pelaku pasar sebelumnya mengkhawatirkan perang AS-Iran yang berkepanjangan dapat mendorong harga minyak tetap tinggi dan memperbesar tekanan inflasi.
Saham Qualcomm melonjak, Wall Street bukukan pekan positif
Di sisi lain, saham Qualcomm melesat hampir 12 persen pada perdagangan Jumat. Kenaikan tersebut menjadi penguatan tiga hari beruntun bagi perusahaan, dengan kenaikan mingguan mencapai 18,2 persen.
Secara mingguan, S&P 500 menguat 0,9 persen dan membukukan delapan pekan kenaikan berturut-turut. Ini menjadi tren penguatan mingguan terpanjang sejak akhir 2023.
Dow Jones naik 2,1 persen sepanjang pekan dan mencatat tiga pekan positif dalam empat pekan terakhir.
Nasdaq Composite turut menguat 0,5 persen dalam sepekan. Indeks teknologi itu kini membukukan kenaikan dalam tujuh dari delapan pekan terakhir.
Tag: #jones #tembus #rekor #tertinggi #pasar #saham #menghijau #sepekan