Prabowo Diminta Evaluasi Dirut PLN Imbas Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
Sejumlah warga menunggu pasokan listrik kembali menyala dengan penerangan lilin saat terjadi pemadaman listrik di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/5/2026). [Antara]
17:42
24 Mei 2026

Prabowo Diminta Evaluasi Dirut PLN Imbas Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Gelombang protes dan kekecewaan publik pasca-insiden pemadaman listrik massal (blackout) yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Pulau Sumatra terus bergulir.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap kinerja manajemen PT PLN (Persero) yang dinilai gagap dalam mengantisipasi kegagalan sistemik kelistrikan nasional.

Ketua KNPI Riau, Nasarudin, menegaskan bahwa pemadaman total sejak Jumat (22/5/2026) lalu telah menimbulkan kerugian material yang masif bagi masyarakat.

Sektor hilir seperti pelaku usaha mikro, industri rumahan, hingga pusat produksi konvensional yang mengandalkan stabilitas daya setrum terpaksa berhenti beroperasi.

“Kita sangat kecewa terhadap kinerja Dirut PLN atas terjadinya pemadaman total di berbagai wilayah Sumatera. Ini bukan persoalan kecil, karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Banyak aktivitas lumpuh, usaha masyarakat terganggu, hasil produksi rusak, bahkan rumah tangga mengalami kerugian besar akibat listrik mati total dalam waktu cukup lama,” ujar Nasarudin dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

Nasarudin menilai, kelumpuhan energi berskala makro ini mencerminkan rapuhnya sistem mitigasi dan tata kelola infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Sumatra.

Menyikapi ketidakprofesionalan tersebut, KNPI mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan perombakan dan evaluasi total terhadap jajaran direksi PLN.

“Kami meminta Presiden untuk melakukan evaluasi dan investigasi total di tubuh PLN. Jangan sampai ada oknum-oknum yang bermain dan mengorbankan kepentingan rakyat. PLN harus bertanggung jawab atas kerugian masyarakat, baik dari sektor produksi, UMKM, pedagang kecil, maupun rumah tangga,” cetus Nasarudin.

Bareskrim Polri Terjunkan Tim ke Jambi

Merespon dampaknya yang melumpuhkan hajat hidup orang banyak, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bergerak cepat melakukan investigasi di lapangan.

Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri langsung diterjunkan menuju titik kerusakan jaringan di Desa Tempino, Jambi.

Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Irhamni, mengonfirmasi bahwa fokus penyelidikan saat ini tertuju pada titik putus sambungan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) 175 - 176 yang berlokasi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan teknisi PLN, pihak kepolisian telah menyita material penting berupa kabel konduktor yang terputus untuk dilakukan uji laboratorium secara mendalam.

“Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut. Sejauh ini, belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” terang Irhamni, Minggu (24/5/2026).

Kronologi Efek Domino Menurut Penjelasan PLN

Sebagai informasi, insiden pemadaman massal yang terjadi sejak Jumat dua hari lalu tersebut membuat sebagian besar wilayah Sumatra gelap gulita. Berdasarkan data teknis, terdapat sedikitnya 176 gardu induk di seluruh daratan Sumatra yang terdampak langsung oleh pemutusan arus interkoneksi ini.

Pihak PLN berdalih bahwa runtuhnya sistem kelistrikan ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem di wilayah Jambi. Tingginya intensitas cuaca buruk disebut-sebut menjadi penyebab utama rusaknya jaringan transmisi Sutet, sehingga jalur utama tersebut secara otomatis keluar dari sistem kelistrikan Sumatra.

Lepasnya jalur Sutet di Jambi tersebut memicu pemisahan sistem kelistrikan secara mendadak antara wilayah Sumatra Bagian Utara (SBU) dan Sumatra Bagian Tengah (SBT). Pemisahan fasa ini melahirkan ketidakseimbangan beban (load) yang luar biasa besar di dalam jaringan.

Akibat beban pembangkit yang mendadak melonjak melebihi kapasitas operasional, frekuensi listrik di seluruh wilayah Sumatra merosot drastis hingga ke titik terendah.

Kondisi tersebut menciptakan efek domino, di mana sejumlah pembangkit listrik besar lainnya otomatis melakukan pemadaman mandiri (trip) guna memproteksi komponen mesin dari risiko lonjakan tegangan atau kerusakan yang lebih fatal.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #prabowo #diminta #evaluasi #dirut #imbas #blackout #sumatra #rakyat #rugi #besar

KOMENTAR