Danantara Buka Opsi Tutup PT INTI, BUMN Telekomunikasi Legendaris
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
18:28
24 Mei 2026

Danantara Buka Opsi Tutup PT INTI, BUMN Telekomunikasi Legendaris

- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana membubarkan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI, BUMN teknologi yang pernah menjadi pemain utama infrastruktur telekomunikasi nasional.

Rencana likuidasi disampaikan langsung Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan merangkap jabatan sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Menurutnya ada sejumlah perusahaan pelat merah yang bermasalah akibat tata kelola yang tidak optimal, termasuk berjalan sendiri-sendiri.

"Mungkin kita mengenal dulu banyak BUMN-BUMN terkenal, kalau di Bandung itu ada PT INTI yang sangat terkenal sekarang menghadapi permasalahan mungkin akan kita tutup juga," ujar Dony dalam Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga: BUMN PT INTI Buka Suara soal Kepemilikan Saham di Perusahaan Tekstil yang Pailit

PT INTI saat ini menjalankan lini bisnis dengan membuat kabel serat optik, smart energy devices, dan tabung liquid petroleum gas (LPG) composite. Perusahaan juga merakit perangkat cerdas untuk lini produk broadband dan smart energy, kartu cerdas, dan genuine product.

Selain itu, fokus pada proses produksi atau konversi bahan baku, bahan setengah jadi, komponen, atau bagian lain menjadi barang jadi dengan nilai tambah yang memenuhi spesifikasi standar.

Dony mengungkapkan setiap BUMN berdiri dan dikelola sendiri-sendiri, sehingga tidak ada sistem yang memungkinkan BUMN sehat membantu BUMN yang sedang bermasalah.

Akibatnya, ketika ada perusahaan pelat merah yang mengalami tekanan bisnis atau kesulitan keuangan, proses perbaikannya menjadi sulit karena tidak mendapat dukungan langsung dari BUMN lain.

“Tetapi karena tidak ada mekanisme untuk membantu satu BUMN dan BUMN lain, menyebabkan sulit untuk kita melakukan perbaikan,” paparnya.

Kehadiran Danantara diharapkan menjadi solusi karena seluruh BUMN kini dikonsolidasikan dalam satu holding company sehingga proses penyehatan perusahaan dapat dilakukan lebih mudah.

PT INTI merupakan BUMN yang bergerak di bidang produksi peralatan telekomunikasi dan teknologi. Perusahaan ini didirikan pada 30 Desember 1974 dan sempat menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional.

Pada periode 1985 hingga 1998, PT INTI bahkan ditunjuk pemerintah sebagai pemasok tunggal Sentral Telepon Digital Indonesia (STDI). Pada masa kejayaannya, perusahaan tersebut menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar infrastruktur telekomunikasi nasional.

Namun, perubahan industri telekomunikasi dan tekanan bisnis membuat perusahaan pelat merah tersebut kini menghadapi persoalan serius hingga masuk dalam daftar BUMN yang berpotensi ditutup.

Selain PT INTI, Dony juga menyinggung sejumlah BUMN lain yang pernah mengalami tekanan berat, seperti PT Jakarta Lloyd (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Tag:  #danantara #buka #opsi #tutup #inti #bumn #telekomunikasi #legendaris

KOMENTAR