Buyback Rp 1 Triliun NCKL Jadi Penopang Saham saat Harga Dinilai Murah
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) (KOMPAS.COM / KIKI SAFITRI)
20:32
24 Mei 2026

Buyback Rp 1 Triliun NCKL Jadi Penopang Saham saat Harga Dinilai Murah

- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), emiten nikel terintegrasi Harita Nickel, menyiapkan pembelian kembali atau buyback saham senilai maksimal Rp 1 triliun di tengah penilaian bahwa harga saham perseroan belum mencerminkan nilai perusahaan yang sebenarnya.

Manajemen NCKL menyebut, aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Juni 2026. Buyback akan berlangsung paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham.

“Perusahaan menilai bahwa harga saham perseroan saat ini belum mencerminkan nilai perusahaan yang sesungguhnya, meski perusahaan telah menunjukkan kinerja yang cukup baik,” tulis manajemen NCKL dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (24/5/2026).

NCKL juga memastikan periode buyback baru tidak akan beririsan dengan program buyback sebelumnya yang telah disetujui dalam RUPST 2025 dengan nilai serupa sebesar Rp 1 triliun.

“Periode buyback saham yang akan dilaksanakan terhitung sejak tanggal persetujuan RUPST pada 30 Juni 2026 tidak akan beririsan dengan periode buyback saham 2025, mengingat periode buyback saham tersebut telah berakhir pada 18 Juni 2026,” ujar manajemen.

Baca juga: BREN, CTRA, DSSA, NCKL Terdepak dari LQ45, Investor Ritel Disarankan Wait and See

Buyback Pakai Dana Internal

Perseroan menjelaskan, buyback akan dilakukan melalui bursa dan/atau di luar bursa. Untuk pelaksanaannya di pasar reguler, NCKL menunjuk PT Harita Kencana Sekuritas sebagai anggota Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dana yang digunakan seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan dan bukan berasal dari hasil penawaran umum maupun pinjaman.

Manajemen menilai langkah tersebut tidak akan mengganggu operasional maupun kegiatan usaha perusahaan karena modal kerja dinilai masih memadai.

“Perusahaan menilai bahwa tidak akan ada perubahan signifikan atas laba bersih dan laba per saham perusahaan atas pelaksanaan buyback saham tersebut,” tulis manajemen.

Baca juga: LQ45 Diacak Ulang, BREN hingga NCKL Keluar, CUAN dan WIFI Masuk

Kinerja NCKL Masih Tumbuh

Sebelumnya, NCKL atau emiten produsen nikel terintegrasi Harita Nickel mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal I 2025 sebesar 65,47 persen menjadi Rp 1,65 triliun.

Pendapatan perseroan juga naik 18,12 persen menjadi Rp 7,12 triliun. Bisnis pengolahan nikel menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp 5,96 triliun atau setara 83,71 persen dari total pendapatan perusahaan.

Tag:  #buyback #triliun #nckl #jadi #penopang #saham #saat #harga #dinilai #murah

KOMENTAR