Purbaya: Terlalu Dini Ubah Asumsi Rupiah RAPBN 2027 Meski Kurs Sentuh Rp 18.000
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.(M RISYAL HIDAYAT)
05:52
9 Juni 2026

Purbaya: Terlalu Dini Ubah Asumsi Rupiah RAPBN 2027 Meski Kurs Sentuh Rp 18.000

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum akan mengubah asumsi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 meski kurs saat ini masih berada di kisaran Rp 18.000 per dollar AS. Pemerintah juga tetap optimistis rupiah dapat menguat ke level Rp 17.500 per dollar AS pada tahun depan.

Purbaya mengatakan, memang pemerintah belum akan terburu-buru mengubah asumsi nilai tukar meski kurs rupiah saat ini masih berada di kisaran Rp 18.000 per dollar AS, lebih lemah dibandingkan asumsi di rentan Rp 16.800 - Rp 17.500 per dollar AS yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

"Kalau sekarang terlalu cepat untuk mengubah asumsi rupiah-dollar. Ini masih gejolak awal, kita belum tahu titik stabilnya di mana," ujar Purbaya usai bertemu Menteri PPN/Kepala Bappenas di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Prabowo Akan Pidato KEM-PPKF RAPBN di DPR, Purbaya: Ini Sejarah!

Menurut Purbaya, pemerintah masih mencermati perkembangan pasar sebelum memutuskan apakah asumsi makro perlu disesuaikan dalam penyusunan RAPBN.

Ia menilai kondisi nilai tukar saat ini tidak akan berlangsung permanen dan pada akhirnya akan menemukan tingkat keseimbangan baru.

"Harusnya ada menuju kestabilan yang baru. Di situlah kita baru akan melihat seperti apa pengaruhnya ke anggaran kita," katanya.

Purbaya masih optimistis nilai tukar rupiah dapat berada di level Rp 17.500 per dollar AS pada tahun depan, Purbaya menilai peluang penguatan rupiah masih terbuka.

Menurut Menkeu, prospek tersebut bergantung pada keberhasilan pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi dan menjalankan agenda pembangunan nasional.

"Saya pikir ruang untuk penguatan terbuka lebar. Selama kita berdua (dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas), beliau merancang, saya mencoba membiayai pembangunannya, dan Bapak Presiden memberikan arah yang pas, ruang untuk tumbuh lebih cepat terbuka lebar," ujar Purbaya.

Ia menambahkan, apabila pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat sesuai target pemerintah, nilai tukar rupiah secara bertahap juga berpotensi menguat.

"Kalau itu terjadi, maka otomatis rupiahnya harusnya pelan-pelan akan menguat," katanya.

Meski demikian, Purbaya memberi sinyal asumsi makro yang telah disampaikan dalam pidato KEM-PPKF belum bersifat final. Bendahara negara ini hanya memastikan pemerintah belum akan mengubah asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2027.

Baca juga: Purbaya Belum Janjikan Insentif untuk Pedagang Tahu-Tempe, Pilih Jaga Rupiah Pulih

Tag:  #purbaya #terlalu #dini #ubah #asumsi #rupiah #rapbn #2027 #meski #kurs #sentuh #18000

KOMENTAR