IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound, Analis: Cermati Saham ASII, JPFA, hingga TUNS
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026) setelah terkoreksi tajam 4,52 persen ke level 5.342,137 pada awal pekan.
Meski peluang rebound terbuka, pergerakan pasar masih dibayangi pelemahan rupiah yang telah menembus Rp 18.000 per dollar AS serta penantian data neraca perdagangan China dan Amerika Serikat (AS).
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menilai secara fundamental IHSG masih menghadapi tekanan sepanjang periode 8-12 Juni 2026.
Baca juga: Net Sell Asing Capai Rp 587 Miliar, BBCA, BBRI, Hingga TLKM Dilepas Investor
Menurut dia, kombinasi inflasi Mei 2026 yang mencapai 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy), rupiah yang telah menembus Rp 18.000 per dollar AS, serta aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) yang mencapai Rp 60,8 triliun secara year to date (ytd) mencerminkan belum pulihnya kepercayaan investor.
"Di mana kombinasi inflasi Mei yang melampaui ekspektasi, yakni sebesar 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy), rupiah yang telah menembus level Rp 18.000 per dollar AS, serta total net foreign sell secara year to date yang telah mencapai Rp 60,8 triliun mencerminkan erosi kepercayaan investor yang bersifat sistemik," kata Hari, kepada Kompas.com, Senin (8/6/2026) malam.
Baca juga: RUPST Telkom (TLKM) Rombak Dewan Komisaris: Silmy Karim Dicopot, Angga Raka Tetap Komut
Investor Disarankan Terapkan Strategi Defensif
Karena itu, investor disarankan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi jangka pendek dan mengutamakan strategi defensif hingga muncul sinyal pemulihan yang lebih jelas.
Hari menyarankan investor mengurangi eksposur pada saham berkapitalisasi kecil dan menengah yang memiliki likuiditas rendah. Investor juga diminta menghindari strategi averaging down secara agresif sebelum terdapat konfirmasi stabilisasi rupiah dan sinyal pembentukan dasar pasar yang lebih kuat.
"Hindari averaging down secara agresif sebelum ada konfirmasi stabilisasi rupiah dan sinyal bottoming yang jelas dari price action," ujarnya.
Baca juga: Saham Bank Besar Anjlok, BBCA dan BBRI Cetak Level Terendah 5 Tahun
Bagi investor jangka menengah, koreksi pasar saat ini dapat dimanfaatkan untuk mulai mencermati saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan consumer staples yang dinilai sudah berada pada valuasi menarik secara historis.
Namun, akumulasi sebaiknya dilakukan secara bertahap sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter Bank Indonesia.
Adapun saham pilihan IPOT untuk trading jangka pendek adalah PT Timah Tbk (TINS) dengan target harga Rp 3.340 atau berpotensi naik sekitar 6,03 persen, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan target Rp 715 atau berpotensi menguat sekitar 5,93 persen.
Baca juga: IHSG Merah, ADRO dan CUAN Justru Menghijau
Investor Soroti Rupiah dan Data Dagang Global
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG bergerak pada area support 5.300 dan resistance 5.386.
Menurut dia, pelaku pasar masih mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi 0,84 persen ke level Rp 18.188 per dollar AS. Fluktuasi mata uang domestik dinilai tetap menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai prospek pasar keuangan Indonesia.
Selain itu, pasar menunggu rilis data neraca perdagangan China dan AS yang dijadwalkan terbit pada Selasa. Data tersebut akan menjadi acuan untuk melihat kondisi perdagangan global.
"Untuk besok (Selasa) kami perkirakan IHSG berpeluang menguat dalam jangka pendek dengan support 5.300 dan resistance 5.386. Adapun sentimen yang membayangi kami masih mencermati nilai tukar rupiah dan besok akan ada rilis neraca dagang China dan AS," ujar Herditya kepada Kompas.com, Senin (8/6/2026) malam.
Untuk perdagangan Selasa, Herditya merekomendasikan saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp 4.690-Rp 4.960 per saham, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di kisaran Rp 1.895-Rp 2.160 per saham, serta PAM Mineral Tbk (NICL) dengan target Rp 525-Rp 630 per saham.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #ihsg #hari #berpeluang #rebound #analis #cermati #saham #asii #jpfa #hingga #tuns