Harga Emas Stabil Setelah Sentuh Titik Terendah Sejak Maret 2026
- Harga emas dunia bergerak stabil pada akhir perdagangan Senin (8/6/2026) waktu setempat atau Selasa (9/6/2026) pagi WIB, setelah menguatnya harapan tercapai gencatan senjata antara Iran dan Israel.
Namun, pergerakan harga emas masih terbatas karena data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Reuters, harga emas spot stabil di level 4.334,22 dollar AS per ons pada akhir perdagangan.
Sebelumnya, emas sempat menyentuh level terendah sejak 23 Maret 2026.
Baca juga: Permintaan Emas Global Turun pada 2026, Harga Justru Diproyeksi Naik 43 Persen
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup nyaris tidak berubah di level 4.363,40 dollar AS per ons
Sentimen positif bagi emas muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran dan Israel sama-sama menginginkan penghentian konflik secara segera, sementara negosiasi menuju perdamaian terus berlangsung.
"Kami melihat harga emas berbalik naik dari posisi terendah di sesi perdagangan setelah muncul kabar bahwa mungkin akan ada gencatan senjata baru antara Iran dan Israel. Hal itu sedikit mengurangi tekanan penurunan harga emas," ujar Wakil Presiden sekaligus Kepala Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) saat terjadi ketidakpastian geopolitik.
Namun, potensi tercapainya kesepakatan damai juga dapat mengurangi risiko inflasi yang dipicu harga energi serta menurunkan tekanan terhadap bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi.
Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya.
Di sisi lain, penguatan dollar AS turut membatasi kenaikan harga emas.
Dollar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam hampir dua bulan setelah laporan ketenagakerjaan pekan lalu menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan.
Dollar AS yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga berpotensi menekan permintaan.
Berdasarkan alat FedWatch CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai 43 persen.
Angka itu naik tajam dibandingkan sebulan lalu yang hanya 14 persen.
Investor kini menantikan data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS dan Indeks Harga Produsen (PPI) yang akan dirilis pekan ini, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.
Sementara itu, bank investasi global Citi memangkas target harga emas jangka pendek menjadi 4.000 dollar AS per ons dari sebelumnya 4.300 dollar AS per ons.
Revisi tersebut dilakukan karena Citi memperkirakan suku bunga AS akan lebih tinggi tahun ini di tengah kebuntuan situasi di Selat Hormuz dan masih tingginya harga energi.
Adapun pada logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,6 persen menjadi 68,22 dollar AS per ons.
Sementara platinum turun 1,6 persen menjadi 1.747,76 dollar AS per ons dan palladium melemah 1,7 persen menjadi 1.205,73 dollar AS per ons.
Baca juga: Cerita Pedagang Ayam Potong Investasi Emas, Konsisten Beli Tanpa Lihat Naik Turun Harga...
Tag: #harga #emas #stabil #setelah #sentuh #titik #terendah #sejak #maret #2026