Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
09:34
9 Juni 2026

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan agenda evaluasi kebijakan moneter sesuai dengan kalender kerja yang telah ditetapkan sebelumnya.

Otoritas moneter memastikan bakal menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan sesuai jadwal, yakni pada tanggal 17 hingga 18 Juni 2026 mendatang.

Di samping agenda bulanan tersebut, bank sentral juga akan tetap melangsungkan rapat koordinasi rutin mingguan yang terjadwal setiap hari Selasa dan Kamis seperti biasa.

Kalangan pelaku pasar keuangan global sebelumnya sempat berspekulasi dan mempertanyakan kemungkinan adanya rencana pelaksanaan rapat darurat di luar jadwal resmi (off-cycle meeting), guna merespons tren pelemahan nilai tukar rupiah yang kian tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa waktu terakhir.

Guna menenangkan gejolak psikologis para pemilik modal di pasar keuangan dalam negeri, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyatakan bahwa otoritasnya tidak akan tinggal diam.

Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus mengawal dan melakukan intervensi taktis terhadap pergerakan mata uang Garuda di pasar valuta asing.

Langkah pengawasan reguler ini diambil secara konsisten dengan tujuan utama untuk mencegah terjadinya fluktuasi nilai tukar yang terlalu ekstrem atau berlebihan (excessive fluctuations).

Lebih lanjut, dari sudut pandang analisis makro, Destry memaparkan bahwa tren kejatuhan nilai tukar rupiah baru-baru ini sebenarnya masih berada dalam koridor yang sejalan dengan koreksi performa yang tengah menimpa berbagai mata uang di negara-negara berkembang lainnya (emerging market currencies).

Dalam Laporan BNI Sekuritas, pelemahan mata uang regional tersebut secara linier dipicu oleh faktor eksternal dominan yang berasal dari luar negeri.

Tekanan utama bersumber dari melesatnya indeks dolar AS (DXY) yang menguat tajam di pasar internasional, yang diperparah oleh tren kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (U.S. Treasury yields) yang terus merangkak naik ke level tertinggi baru.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #rupiah #terus #tertekan #bank #indonesia #sebut #belum #rapat #darurat

KOMENTAR