Maybank Indonesia Targetkan Spin Off Tahun Depan
Direktur Unit Usaha Syariah (UUS) Maybank Indonesia Romy H. Buchari saat ditemui setelah acara peluncuran Amanah Pro di Jakarta, Rabu (6/5/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
09:40
9 Juni 2026

Maybank Indonesia Targetkan Spin Off Tahun Depan

- PT Bank Maybank Indonesia Tbk menargetkan pemisahan atau spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) dapat terealisasi pada tahun depan seiring pertumbuhan aset yang semakin mendekati batas minimum yang ditetapkan regulator.

Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia Romy H. Buchari mengatakan saat ini aset UUS Maybank Indonesia telah mencapai sekitar Rp 43 triliun.

Angka tersebut semakin mendekati ketentuan spin-off dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023, yakni total aset UUS paling sedikit Rp 50 triliun atau telah melampaui 50 persen dari total aset bank induk.

"Bisa kira-kira lah yaa, (aset) kita sekarang kan sudah di Rp 43 triliunan. Barangkali dalam waktu tahun ini, tahun depan bisa ada kemungkinan di situ," ujarnya saat ditemui usai media gathering Amanah Pro di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Bank BSN Biayai Pegadaian Rp 1,4 T, Integrasi Bale Syariah dan Tring! Disiapkan

Dengan posisi aset UUS yang kini berada di kisaran Rp 43 triliun, peluang untuk memenuhi ketentuan spin-off semakin terbuka dalam waktu dekat.

Selama berupaya memenuhi target ketentuan spin-off dari OJK itu, perseroan saat ini masih melakukan berbagai persiapan dan kajian untuk menentukan skema pemisahan yang paling optimal bagi pengembangan bisnis syariah ke depan.

"Kita melakukan tentunya persiapan-persiapan dengan analisis sesuai dengan keperluan kita yang paling optimum ke depan itu seperti apa," ucapnya.

Sebagai informasi, UUS Maybank Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba sebelum pajak (PBT) perbankan syariah melonjak 104 persen menjadi Rp 847 miliar.

Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil, peningkatan pendapatan operasional, serta penurunan beban provisi.

Dari sisi pembiayaan, bisnis syariah juga mencatatkan pertumbuhan yang cukup kuat.

Pembiayaan syariah tumbuh menjadi Rp 30,51 triliun pada akhir 2025.

Pertumbuhan terutama didorong oleh pembiayaan segmen UKM, komersial, dan pembiayaan kepemilikan rumah (KPR). Sementara itu, total aset syariah mencapai 24,7 persen dari total aset Maybank Indonesia secara bank-only.

Kualitas aset bisnis syariah juga tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) sebesar 2,2 persen secara gross dan 1,4 persen secara net.

Adapun secara konsolidasi, Maybank Indonesia membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 2,22 triliun pada 2025 atau naik 38,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Total aset perseroan tercatat sebesar Rp 193,72 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 27,3 persen.

Baca juga: BSN Gandeng SMF Garap Sekuritisasi Pembiayaan Perumahan Syariah

Tag:  #maybank #indonesia #targetkan #spin #tahun #depan

KOMENTAR