Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel
Ketegangan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. [Suara.com]
10:29
9 Juni 2026

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Harga minyak dunia merangkak naik pada perdagangan Selasa 9 Juni 2026. Kenaikan  dipicu sikap Iran dan Israel yang tetap membuka peluang untuk saling menyerang kembali, meskipun kedua belah pihak sempat menyatakan gencatan senjata menyusul desakan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Mengutip dari Reuters, harga minyak berjangka Brent naik 13 sen atau 0,14 persen ke posisi 94,38 dolar AS per barel pada pukul 00.01 GMT (07.01 WIB). 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 11 sen atau 0,12 persen menjadi 91,41 dolar AS per barel. 

Pada sesi perdagangan sebelumnya, harga minyak sempat melonjak hingga 5 persen, setelah serangan udara terbaru Israel ke Iran dan beberapa wilayah Lebanon memupus harapan berakhirnya perang.

Namun, lonjakan harga tersebut sedikit mereda setelah Angkatan Bersenjata Iran mengumumkan berakhirnya operasi militer terhadap Israel.

"Meskipun ada sedikit kelegaan dari jeda serangan langsung ini, investor belum sepenuhnya yakin bahwa gencatan senjata akan bertahan lama," kata Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade. 

Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Ia menambahkan bahwa pasar saat ini lebih mengantisipasi ketidakpastian yang berkelanjutan ketimbang resolusi damai yang permanen.

Baik Iran maupun Israel mengaku menghentikan serangan demi memenuhi seruan Presiden AS Donald Trump untuk segera menghentikan baku tembak. 

Kendati demikian, Teheran menegaskan akan kembali melancarkan serangan jika Israel terus menggempur basis Hizbullah di Lebanon.

Analis Pasar IG, Tony Sycamore, menilai intervensi Trump memang berhasil mencegah situasi memburuk secara eksponensial. 

"Namun, latar belakang geopolitik di kawasan tersebut tetap tegang, dan kesepakatan damai yang langgeng masih sulit dicapai," ujarnya.

Sikap keras juga ditunjukkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam pernyataan video yang disiarkan televisi nasional, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan membalas dengan kekuatan penuh jika Iran kembali menyerang.

Di sisi lain, dalam wawancara dengan Axios yang dipublikasikan Senin (8/6/2026), Trump mengaku telah memperingatkan Netanyahu bahwa Israel kemungkinan harus berjuang sendiri jika memilih untuk kembali menyulut perang dengan Iran.

"Pertanyaan kuncinya sekarang adalah apakah upaya deeskalasi saat ini bisa menghasilkan resolusi jangka panjang, atau kita hanya berada di tengah masa tenang yang bersifat sementara," pungkas Waterer.

Salah satu poin krusial yang tengah ditekan Washington dalam negosiasi damai dengan Teheran adalah pembukaan kembali Selat Hormuz. 

Jalur laut strategis ini sebelumnya mengalirkan sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia, sebelum akhirnya terganggu akibat serangan udara AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.

Kapal perusak kelas Arleigh Burke (DDG 51) milik AL Amerika Serikat [Naval Technology]Kapal perusak kelas Arleigh Burke (DDG 51) milik AL Amerika Serikat [Naval Technology]

Di tengah upaya diplomatik tersebut, militer AS melaporkan bahwa pasukannya baru saja melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak kosong di Teluk Oman pada Senin (8/6/2026). 

Tindakan tegas itu diambil setelah kapal tersebut nekat berlayar menuju pelabuhan Iran, yang dinilai melanggar aturan blokade yang tengah diterapkan terhadap negara tersebut.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #ketegangan #iran #israel #belum #reda #brent #naik #jadi #9438 #dolar #barel

KOMENTAR