Amran-BRIN Teken MoU, Peneliti Bisa Pakai Semua Laboratorium Kementan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneken memorandum of understanding penelitian di bidang pangan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/5/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
14:08
9 Juni 2026

Amran-BRIN Teken MoU, Peneliti Bisa Pakai Semua Laboratorium Kementan

- Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding) kerja sama riset.

MoU ditandatangani langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Kepala BRIN Arif Satria di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Amran mengatakan, MoU ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Kementan dan BRIN.

“Seluruh lab, kantor Kementerian Pertanian yang berada di tiap provinsi, 38 provinsi, itu bebas digunakan oleh para peneliti dari BRIN seluruh Indonesia,” kata Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Harga TBS Sawit Anjlok, Mentan Amran Minta Penjelasan GAPKI-Wilmar

Adapun Kementan sebenarnya memiliki ribuan peneliti yang mengembangkan benih pertanian dan perkebunan hingga bibit peternakan.

Namun, ribuan peneliti itu ditarik ke BRIN beberapa tahun lalu sehingga banyak laboratorium Kementan yang tidak bisa berjalan maksimal.

Melalui MoU ini, Amran berharap Kementan dan BRIN bisa menghasilkan temuan yang meningkatkan produktivitas pertanian, peternakan, maupun teknologi pengolahan yang signifikan.

“Kalau hasil penelitian kita berhasil, penelitian kita berhasil, menemukan varietas baru, metode-metode baru, dan seterusnya,” ujar Amran.

Menurutnya, Kementan memiliki cita-cita besar gagasan swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto bisa berkelanjutan.

Seiring dengan tercapainya swasembada pangan, produk-produk pertanian, perkebunan, dan peternakan juga melalui hilirisasi sehingga negara mendapatkan nilai tambah berkali-kali lipat.

“Pada gilirannya semua pulau mandiri pangan, energi, protein, dan seterusnya, sehingga inflasi terjaga dengan baik,” tuturnya.

Amran menuturkan, target swasembada pangan berkelanjutan itu akan ditopang oleh inovasi-inovasi BRIN.

Pemerintah misalnya, ingin berhasil membangun klaster komoditas perkebunan dengan permintaan tinggi seperti kakao, kopi, mete, dan tebu.

Untuk mewujudkan target tersebut, diharapkan terdapat klaster ahli tebu, kakao, mete, dan lainnya.

“Nah yang mendesak sekarang adalah kedelai, bawang putih, kakao, mete, ini kita selesaikan dengan cepat. Ini kolaborasi ini luar biasa,” ucap Amran.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BRIN Arif Satria, mengatakan pihaknya mendorong para peneliti untuk berkontribusi membangun pertanian, menopang swasembada pangan, dan mewujudkan ketahanan pangan.

MoU ini, kata dia, sangat penting karena para peneliti BRIN kini bisa melakukan riset di seluruh fasilitas Kementan.

Mantan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menekankan, kerja sama ini memiliki tujuan penting yakni mewujudkan ketahanan pangan.

“Karena pangan tidak hanya soal padi, tapi pangan luas sekali, tidak hanya perkebunan, tapi juga hortikultura, tapi juga peternakan, dan dimensi pangan yang lainnya,” kata Arif.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Naik, Mentan: Pelakunya Mafia!

Tag:  #amran #brin #teken #peneliti #bisa #pakai #semua #laboratorium #kementan

KOMENTAR