Produksi Telur Surplus, Amran Minta Investasi Peternakan Ayam Dibatasi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menutup pintu investasi di sektor peternakan ayam.
Amran menyampaikan hal itu setelah menerima aduan dari Peternak Petelur Ayam Rakyat Indonesia dalam audiensi di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan).
“Ada surat rekomendasi kita akan kirim ke BKPM untuk investasi negatif list investasi itu untuk sektor budidaya ayam,” kata Amran saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: 2 Bulan Merugi, Peternak Keluhkan Harga Ayam di Kandang Terpuruk
Daftar Negatif Investasi (DNI) merupakan kebijakan untuk menutup penanaman modal pada sektor tertentu atau membukanya dengan syarat tertentu.
Amran mengatakan, produksi telur ayam ras dan daging ayam saat ini sudah surplus.
Menurut dia, produksi peternak lokal sudah mampu memenuhi kebutuhan nasional.
Data Kementan menyebutkan produksi telur ayam di Indonesia surplus 12 persen.
Amran mengatakan, investor yang berminat masuk ke Indonesia dapat diarahkan ke sektor lain yang masih membutuhkan pengembangan.
Ia mencontohkan sektor pabrik gula dan pertambangan.
“Tapi jangan mengganggu ekonomi rakyat kecil supaya ini sustain,” ujar Amran.
Baca juga: Harga Telur Anjlok, Kementan Surati BGN
Permintaan penutupan pintu investasi juga berlaku bagi pengusaha China yang dikabarkan berminat membangun peternakan ayam senilai Rp 1,4 triliun.
Kabar rencana investasi dari China tersebut sebelumnya disampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
“Iya kami sudah menyurat langsung sudah saya tandatangani dan nanti aku sampaikan langsung juga,” tegas Amran.
Amran menegaskan pemerintah berpihak kepada peternak di dalam negeri.
Ia juga berterima kasih kepada para peternak karena telah bekerja keras hingga Indonesia bisa surplus dan mengekspor daging ayam serta telur.
“Aku apresiasi aku bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa surplus bahkan ekspor ke negara lain,” ucapnya.
Harga telur anjlok
Kementan juga meminta seluruh pengumpul pembeli telur membeli sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) Produsen untuk mengendalikan harga telur yang beberapa waktu terakhir anjlok.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan HAP Produsen telur atau harga telur di tingkat kandang sebesar Rp 26.500 per kilogram.
Pemerintah juga menggelontorkan jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk pakan.
Program tersebut dilakukan melalui Perum Bulog dan Bapanas untuk mengurangi beban biaya produksi peternak.
“Hari ini imbauan kepada seluruh peternak tembusan satgas pangan agar memantau HAP ini kita kawal bersama agar jangan merugikan,” ujar Amran.
Selain itu, Amran menelepon langsung Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang untuk meningkatkan penggunaan telur dalam menu Makan Bergizi Gratis.
“Beliau langsung menyanggupi luar biasa beliau kami apresiasi Kepala BGN Ibu Nani luar biasa insyaallah jumlahnya kuantumnya akan ditingkatkan untuk BGN kita seluruh Indonesia,” tutur Amran.
Tag: #produksi #telur #surplus #amran #minta #investasi #peternakan #ayam #dibatasi