Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
19:27
9 Juni 2026

Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui kalau rencana Pemerintah untuk melakukan ekspor listrik ke Singapura belum bisa dilakukan tahun ini.

Menko Perekonomian menyebut kalau ekspor listrik ke Singapura mesti membutuhkan pembangunan infrastruktur yang memakan waktu hingga 1,5 tahun.

"Tidak (bisa tahun ini). Bangun fasilitasnya butuh waktu setidaknya 1 sampai 1,5 tahun untuk diimplementasikan," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Soal perkembangan ekspor listrik, Menko Airlangga menyebut bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi teknis dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

"Saya pikir untuk hal ini kami masih evaluasi dengan Menteri ESDM. Harapannya saat pertemuan pemimpin tadi, kita bisa finalisasi implementasi dari MoU yang sudah ditandangani tahun lalu," ucapnya.

Sebelumnya Pemerintah berencana melakukan ekspor listrik ke Singapura pada 2025 lalu. Hal ini, setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng.

Adapun, ada tiga MoU yang disepakati, diantarannya, MoU tentang Zona Industri Berkelanjutan, MoUInterkoneksi dan perdagangan listrik lintas batas, teknologi energi terbarukan dan rendah karbon, serta efisiensi dan konservasi energi, serta MoU soal kerja sama dalam penangkapan dan penyimpanan karbon lintas batas.

"Saya yakin hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dalam proses panjang untuk menunjukkan komitmen antara pemerintah Singapura-Indonesia dalam melakukan kerja sama pada energi hijau, khususnya ada tiga poin yaitu adalah perdagangan listrik, energi yang bersih kemudian Carbon Capture Storage (CCS)," ujarnya Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/5/2025).

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, jalannya kerja sama dengan Singapura ini melalui proses yang panjang. Akan tetapi, dia menekankan, kerja sama ini bisa terjadi dengan asas gotong royong antara negara Asia Tenggara.

"ASEAN itu lambangnya padi Padi yang diikat, Apa maknanya? adalah kemakmuran bersama, kesehatan, saling gotong royong dan harus saling duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Itu maknanya substansi daripada lembang ASEAN yang padi dalam kerangka itu, untuk membangun hubungan kerja sama," ucap dia.

Editor: Dicky Prastya

Tag:  #indonesia #bisa #ekspor #listrik #singapura #tahun #airlangga #bongkar #alasannya

KOMENTAR