Ramai Seruan Sell Indonesia, OJK: Jangan Telan Mentah-Mentah
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat ditemui di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/6/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
20:12
9 Juni 2026

Ramai Seruan Sell Indonesia, OJK: Jangan Telan Mentah-Mentah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah seruan sell Indonesia yang belakangan ramai diperbincangkan di tengah gejolak pasar keuangan domestik.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, masyarakat perlu tetap rasional dalam menyikapi berbagai informasi maupun ajakan yang beredar, terutama yang berkaitan dengan investasi.

Terlebih, menurutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia juga masih cukup baik sehingga masyarakat tidak perlu panik mencabut investasinya.

"Kita cintai negara kita dengan melihat segala sesuatu dengan lebih jernih. Jadi salah satu bentuk kita mencintai negara kita, sama-sama kita menjagalah situasi saat ini. Jangan menambah dengan rumor-rumor yang tidak bertanggung jawab," tegasnya saat ditemui di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: IHSG Rebound 7,57 Persen, OJK Ungkap Pemicunya

Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengingatkan, tidak semua pihak yang menyampaikan ajakan sell Indonesia melakukan seruannya itu sendiri. Bisa saja, pihak yang menyerukan itu memiliki kepentingan tertentu yang berkebalikan dari ajakannya.

"Kalau menurut saya kalau ada ajakan-ajakan seperti itu jangan telan mentah-mentah. Karena kita enggak tahu ya, kadang-kadang orang sudah banyak misalnya bilang sell, ternyata dia di belakang melakukan hal yang sebaliknya," kata Kiki.

Dia menambahkan, kondisi serupa juga dapat terjadi pada berbagai rekomendasi investasi lainnya. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengedepankan analisis yang rasional dan mempertimbangkan kondisi fundamental sebelum mengambil keputusan investasi

"Jadi kita harus lebih rasional lah untuk segala ajakan-ajakan seperti itu," tegasnya.

Baca juga: Diplomasi Ekonomi di Tengah Fenomena Sell Indonesia

Kiki juga mengajak seluruh pihak untuk turut menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang memengaruhi pasar keuangan berbagai negara.

Menurut dia, masyarakat sebaiknya tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memperburuk sentimen pasar.

"Kita sayang sama Indonesia, kita cintai negara kita, dengan melihat segala sesuatu dengan lebih jernih," tukasnya.

Sentimen Investor terhadap Indonesia

Sebagai informasi, pernyataan Kiki tersebut disampaikan di tengah berkembangnya sentimen negatif terhadap aset-aset Indonesia di kalangan investor global.

Media Singapura, The Straits Times, sebelumnya melaporkan sebagian investor asing mulai kehilangan kepercayaan terhadap Indonesia setelah pasar saham domestik mencatat kinerja terburuk di antara lebih dari 90 indeks global yang dipantau Bloomberg sepanjang 2026.

Sentimen tersebut dipertegas pelemahan nilai tukar rupiah dan keluarnya dana asing dari pasar obligasi.

Dalam laporan itu, Head of Research K2 Asset Management George Boubouras bahkan menyebut perdagangan besar yang berkembang di Asia saat ini adalah "sell Indonesia".

Sementara itu, Asia Head of Rates and Foreign Exchange Strategy J.P. Morgan Private Bank Tang Yuxuan menilai ketidakpastian politik domestik menjadi salah satu faktor yang membuat investor global memilih menunggu hingga arah kebijakan pemerintah menjadi lebih jelas dan dapat diprediksi.

Selain itu, investor juga disebut mencermati sejumlah isu lain, mulai dari kredibilitas kebijakan fiskal, pelemahan rupiah, peningkatan kepemilikan surat utang pemerintah oleh Bank Indonesia, hingga implementasi sejumlah kebijakan ekonomi yang masih menimbulkan pertanyaan di pasar.

Tag:  #ramai #seruan #sell #indonesia #jangan #telan #mentah #mentah

KOMENTAR