Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah
Ekonom Chatib Basri mengaku ia menyampaikan tentang masalah tergerusnya kepercayaan investor global terhadap kebijakan pemerintah saat bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Chatib pada Selasa sore datang ke Istana bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Kepada wartawan ia mengatakan pertemuan itu membahas tentang soal-soal perekonomian.
"Tadi kami juga membahas perkembangan situasi terakhir, situasi makro yang berkaitan dengan kondisi sekarang. Dan kami juga menyampaikan bahwa salah satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan rupiah. Karena ini tentu akan berdampak kepada kelompok menengah bawah," kata Chatib yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan di periode 2013 - 2014.
"Dan apa yang harus dilakukan, termasuk juga untuk menumbuhkan masalah confidence, masalah trust kepada pemerintah. Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran, termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," kata Chatib.
Masalah berkurangnya kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah Presiden Prabowo sudah jamak jadi pembahasan para ekonom, analis, maupun para pelaku pasar di dunia.
Para investor mengaku kini tak lagi percaya pada kebijakan pemerintah dan memutuskan untuk menarik dana mereka dari aset-aset di Tanah Air. Hal ini adalah salah satu faktor penyebab melemahnya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000 per dolar AS - rekor terburuk dalam sejarah republik - dan ambruknya IHSG.
Sejak Presiden Prabowo berkuasa pada 2024 lalu, nilai tukar rupiah sudah turun sekitar 12 persen. Sementara itu IHSG sudah anjlok sekitar 38 persen di Januari - Juni 2026.
Menurut pada ekonom dan analis, salah satu faktor penyebab tergerusnya kepercayaan pada pemerintah terkait dengan kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai kurang disiplin, terutama terkait anggaran jumbo untuk program prioritas Prabowo seperti Makan Bergizi Gratis atau MBG dan Koperasi Merah Putih.
Selain itu kredibilitas kebijakan pemerintah juga dinilai semakin rendah dan banyaknya aturan serta kebijakan baru yang memicu semakin tingginya ketidakpastian dalam ekosistem bisnis di Tanah Air.
Hal ini juga disampaikan oleh anggota DEN Firman Hidayat. Ia mengatakan kepercayaan kepada pemerintah Prabowo harus diperkuat di tengah kondisi ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang belum usai juga.
"Di tengah ketidakpastian global ini, confidence harus kita terus perkuat. Salah satunya komitmen Bapak Presiden terkait defisit fiskal ini harus kita bisa jelaskan dengan lebih detail. Pak Presiden tadi menyampaikan efisiensi anggaran ini akan dilakukan termasuk untuk program-program prioritas seperti MBG," kata Firman dalam kesempatan yang sama.
Ia mengatakan Presiden Prabowo sudah berkomitmen untuk melakukan penghematan anggaran MBG besar-besaran dalam waktu mendatang.
"Jadi tadi angkanya cukup besar yang kita bisa hemat dari sisi MBG," pungkas Firman.
Tag: #chatib #basri #blak #blakan #prabowo #soal #tergerusnya #kepercayaan #pada #pemerintah