Gejala Serangan Jantung pada Perempuan Lebih Samar, Kenali Perbedaannya
Ilustrasi perempuan terkena serangan jantung(Dok. Mayapada Hospital)
11:12
9 Juni 2026

Gejala Serangan Jantung pada Perempuan Lebih Samar, Kenali Perbedaannya

- Rasa lelah, pusing, mual, muntah, atau keringat dingin kerap dianggap sebagai dampak aktivitas sehari-hari yang padat. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi sinyal awal gangguan jantung, terutama pada perempuan.

Tidak seperti laki-laki yang umumnya mengalami nyeri dada khas saat serangan jantung, perempuan sering merasakan gejala yang lebih samar dan tidak spesifik. Akibatnya, banyak kasus terlambat terdeteksi karena gejala awal dianggap sebagai keluhan biasa.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Ika K Dhanudibroto, SpJP, SubspKI(K), FIHA, mengatakan bahwa perempuan sering kali tidak menyadari bahwa gejala yang dialaminya berkaitan dengan serangan jantung.

Baca juga: Mengenal Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

“Perempuan kerap mengalami gejala yang terasa tidak berhubungan dengan serangan jantung, sehingga cenderung tidak menyadarinya atau bahkan menunda untuk memeriksakan diri,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Menurut dr Ika, serangan jantung umumnya ditandai dengan nyeri dada atau sensasi tertekan pada dada yang dapat disertai sesak napas, nyeri di leher, rahang, bahu, punggung atas, perut bagian atas, maupun ketidaknyamanan pada satu atau kedua lengan.

Namun, dalam beberapa kasus, serangan jantung juga dapat terjadi tanpa keluhan nyeri dada.

“Pada perempuan, gejalanya bisa lebih tidak khas, seperti mual dan muntah, keringat dingin, pusing, kehilangan keseimbangan, kelelahan yang tidak biasa, hingga rasa terbakar di dada yang sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan,” jelas dr Ika.

Baca juga: Jemaah Haji asal Kotamobagu Meninggal di Makkah akibat Serangan Jantung dan Stroke

Selain gejala yang berbeda, perempuan juga memiliki sejumlah faktor risiko yang perlu diwaspadai. Obesitas, kebiasaan merokok, dan kadar kolesterol tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Meski laki-laki dan perempuan sama-sama berisiko mengalami penyakit jantung, perempuan memiliki faktor tambahan yang berkaitan dengan kondisi biologisnya.

“Menopause menyebabkan penurunan hormon estrogen sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain itu, komplikasi kehamilan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes juga dapat meningkatkan risiko,” kata dr Ika.

Oleh karena itu, perempuan disarankan lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh, termasuk nyeri dada maupun gejala ringan yang muncul secara tidak biasa. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab keluhan lebih cepat dan meningkatkan peluang penanganan yang optimal.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Nyeri Dada Bisa Jadi Alarm Gawat Darurat Jantung

Pentingnya penanganan cepat

Untuk mendukung deteksi dan penanganan dini kasus nyeri dada, Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan Chest Pain Unit yang menawarkan pemeriksaan awal secara menyeluruh.

Apabila ditemukan tanda-tanda serangan jantung, pasien dapat segera memperoleh penanganan melalui layanan Cardiac Emergency 24 jam yang didukung tenaga medis dan fasilitas khusus penanganan penyakit jantung.

Layanan tersebut menerapkan protokol door-to-balloon, yakni standar penanganan untuk mempercepat tindakan pemasangan ring jantung (primary percutaneous coronary intervention atau PCI) pada pasien serangan jantung.

Kesiapan layanan juga didukung fasilitas catheterization laboratory (Cath Lab) untuk membantu proses diagnosis dan tindakan medis secara cepat dan akurat.

Selain itu, dokter spesialis anestesi siaga selama 24 jam untuk menangani pasien yang memerlukan tindakan bedah maupun perawatan intensif.

Baca juga: UGM Kirim 1 Dokter Residen Anestesi untuk Bertugas di Sikka

Masyarakat yang membutuhkan layanan darurat jantung dapat mengakses Cardiac Emergency Mayapada Hospital melalui call center 150990 atau fitur Emergency Call pada aplikasi MyCare.

Layanan tersebut terintegrasi dengan Cardiovascular Center Mayapada Hospital sehingga pasien dapat memperoleh penanganan dan perawatan lanjutan secara komprehensif.

Sementara itu, informasi kesehatan dan pendaftaran konsultasi dengan dokter spesialis jantung dapat diakses melalui call center 150770 atau aplikasi MyCare.

Melalui aplikasi yang sama, masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur Health Articles & Tips untuk memperoleh informasi kesehatan, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Connect guna memantau berbagai indikator kesehatan, seperti detak jantung, jumlah langkah, kalori yang terbakar, dan indeks massa tubuh (BMI).

Baca juga: Sering Tanpa Gejala, Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Layanan Deteksi Dini Penyakit Liver

Tag:  #gejala #serangan #jantung #pada #perempuan #lebih #samar #kenali #perbedaannya

KOMENTAR