Perjuangan Lansia 12 jam Naik Bus 105 Hari, demi 30 Menit Jenguk Istri di ICU
Selama 105 hari berturut-turut, Chen Achong rela menempuh perjalanan 12 jam demi menemui istrinya yang terbaring di ICU.(CCTV via SCMP)
19:06
25 Maret 2026

Perjuangan Lansia 12 jam Naik Bus 105 Hari, demi 30 Menit Jenguk Istri di ICU

- Di usia 82 tahun, saat banyak orang beristirahat di masa tua, Chen Achong justru menunjukkan arti kesetiaan kepada sang istri. 

Selama 105 hari berturut-turut, petani asal Zhoushan, Provinsi Zhejiang, China ini rela menempuh perjalanan 12 jam demi menemui belahan jiwanya.

Istrinya, Xue (76), harus terbaring di unit perawatan intensif (ICU) Rumah Sakit Li Huili, Ningbo, akibat serangan stroke yang diikuti pneumonia berat. 

Karena sang putra harus bekerja, Chen memikul tanggung jawab penuh untuk mendampingi sang istri di masa kritis.

Baca juga: Lansia Meninggal Usai Dokter Salah Potong Pembuluh Darah Saat Operasi

Bersiap mulai pagi buta

Dikutip dari SCMP, setiap hari, dia bangun pukul 04.30 pagi untuk menyiapkan makanan sebelum naik bus ke Ningbo, kemudian berganti bus lain untuk sampai ke rumah sakit.

Jam kunjungan ICU adalah dari pukul 10.30 hingga 11.00 pagi. Setelah kunjungannya, Chen akan tetap berada di koridor rumah sakit hingga siang hari sebelum naik bus kembali ke Zhoushan.

Untuk menghemat uang, dia membawa keranjang yang berisi makanan yang telah dia siapkan untuk Xue.

Selama 105 hari, Chen melakukan perjalanan pulang pergi yang melelahkan selama 12 jam, hanya demi setengah jam bersama istrinya.

Baca juga: Menang Lotre Rp 170 M, Lansia 72 Tahun di Malaysia Bakal Bagi-bagi untuk Keluarga

Menggenggam tangan, mengulang kenangan

Selama waktu kebersamaan mereka, dia menggenggam tangan istrinya erat-erat, terus berbicara dengannya, dan mengenang tahun-tahun cinta yang mereka bagi bersama.

"Aku ingat ketika aku bekerja di ladang dan kau menjaga rumah tetap rapi dan indah," kata Chen dengan nada lembut kepada istrinya.

“Kau mencuci pakaianku, dan setiap kali aku makan ikan, kau selalu mengambil kepala dan ekornya, menyisakan bagian terbaik untukku,” sambungnya.

Pengabdian Chen meluas hingga tindakan-tindakan kecil yang penuh perhatian, seperti menyeka wajahnya dan merapikan selimutnya.

Baca juga: Merasa Kesepian, Lansia Ikut Bayi Tabung dan Lahirkan Anak di Usia 59 Tahun

Sepanjang tahun itu, Chen menghabiskan seluruh tabungannya, lebih dari 100.000 yuan atau sekitar Rp 245 juta, untuk pengobatan istrinya. 

Putra mereka juga menjual rumahnya sendiri untuk membantu menutupi biaya pengobatan. Komitmen Chen pun membuahkan dukungan dari orang lain.

Pihak rumah sakit menyesuaikan jam kunjungannya, transportasi umum membebaskan ongkosnya, dan orang-orang baik hati menyumbangkan lebih dari 140.000 yuan atau sekitar Rp 343 juta.

Pada 13 Maret, Chen mengunjungi istrinya seperti biasa dan kondisinya tampak stabil.

“Saya mengatakan kepadanya bahwa keluarga baik-baik saja dan tidak perlu khawatir, dan dia mengangguk sebagai jawaban,” ujarnya.

Baca juga: Cegah Penipuan, Kota di Jepang Larang Lansia Pakai ATM Sambil Telepon

Kematian sang istri buat hatinya hancur

Ilustrasi lansia.Dok. Freepik/Freepik Ilustrasi lansia.

Saat bersiap untuk kembali ke Zhoushan, Chen menerima telepon dari rumah sakit yang memberitahunya bahwa detak jantung istrinya telah berhenti.

Dia dan putranya bergegas kembali ke rumah sakit, tetapi meskipun semua upaya dilakukan untuk menyelamatkannya, Xue meninggal pada usia 76 tahun.

Di saat-saat terakhirnya, Chen menggenggam tangannya erat dan membisikkan ucapan selamat tinggal terakhirnya.

Baca juga: Tertipu Video AI, Pasangan Lansia Tempuh 250 Km untuk Lihat Kereta Gantung

“Ikatan kita di dunia ini telah berakhir, tetapi saya tidak mau menerimanya,” katanya.

“Hatiku terasa seperti terkoyak. Ini sangat menyakitkan. Tapi tidak ada lagi yang bisa dilakukan,” sambungnya sambil menangis.

Saat para dokter mendorong ranjang Xue keluar dari ruangan, pria tua itu terhuyung-huyung untuk melihat sekilas istrinya tercinta untuk terakhir kalinya.

“Kapan pun saya punya waktu, saya akan mengunjungi makamnya. Dia adalah istri terbaik di dunia,” jelas dia.

Dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mereka yang telah membantunya dan mengatakan bahwa dia akan melunasi hutangnya.

Tag:  #perjuangan #lansia #naik #hari #demi #menit #jenguk #istri

KOMENTAR