Trump Sesumbar Tak Butuh Minyak Timur Tengah, Dunia Diminta Urusi Selat Hormuz
Donald Trump menegaskan bahwa AS tidak lagi bergantung pada pasokan minyak Timur Tengah di tengah memanasnya konflik dengan Iran.(NATHAN HOWARD)
16:24
2 April 2026

Trump Sesumbar Tak Butuh Minyak Timur Tengah, Dunia Diminta Urusi Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menegaskan bahwa negaranya tidak lagi bergantung pada pasokan minyak Timur Tengah di tengah memanasnya konflik dengan Iran.

Dalam pidato kenegaraan pada Rabu (1/4/2026), ia bahkan menyebut Amerika memiliki cadangan energi melimpah hingga melampaui negara-negara produsen besar dunia.

Trump menekankan bahwa AS tidak terganggu dengan krisis energi global akibat penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz oleh Iran.

Baca juga: Tak Mau Dianggap Kalah, Trump Ubah Tujuan Perang Iran

“Kami memiliki banyak gas. Kami punya sangat banyak gas. Tidak ada negara seperti kami di dunia. AS tidak mengimpor minyak,” ujar Trump, dikutip dari News18.

Ia juga menekankan bahwa negaranya hampir tidak mengimpor minyak melalui jalur tersebut dan tidak akan melakukannya di masa depan.

Amerika Serikat hampir tidak mengimpor minyak melalui Selat Hormuz dan tidak akan mengambilnya di masa depan. Kami tidak membutuhkannya,” katanya.

Trump bahkan mengeklaim produksi energi AS melampaui gabungan dua raksasa energi dunia.

“Kami memproduksi lebih banyak minyak dan gas dibandingkan Arab Saudi dan Rusia jika digabungkan,” ujarnya.

Dunia diminta ambil peran di Selat Hormuz

Dalam kesempatan yang sama, Trump meminta negara-negara yang bergantung pada minyak dari Selat Hormuz untuk mengambil tanggung jawab lebih besar.

“Negara-negara yang mengambil minyak dari Hormuz harus memimpin,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa Amerika tetap akan membantu, namun bukan sebagai pihak utama.

“Negara-negara dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur itu. Kami akan membantu, tetapi mereka harus memimpin dalam melindungi minyak yang sangat mereka butuhkan,” ujarnya.

Trump kemudian mendorong negara-negara yang mengalami kekurangan pasokan untuk membeli energi dari Amerika Serikat.

Baca juga: 4 Skenario jika Trump Tinggalkan Perang Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

Selat Hormuz jadi titik kritis energi global

Ilustrasi Selat Hormuz. Kapal Malaysia Bebas Lewati Selat Hormuz Tanpa Bayar Biaya, Ini AlasannyaGoogle Maps Ilustrasi Selat Hormuz. Kapal Malaysia Bebas Lewati Selat Hormuz Tanpa Bayar Biaya, Ini Alasannya

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang mengalirkan hampir 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia.

Jalur ini menjadi sangat penting terutama bagi negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor energi dari kawasan Teluk.

Penutupan jalur ini setelah serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran memicu gangguan besar pada pasokan global. Dampaknya, harga energi melonjak dan banyak negara mengalami tekanan ekonomi.

Meski demikian, Trump berusaha meredam kekhawatiran dengan menyatakan bahwa situasi akan membaik seiring berakhirnya konflik.

Ia menyatakan, Selat Hormuz akan kembali normal dengan sendirinya setelah perang berakhir.

“Bagian tersulit sudah selesai. Setelah konflik berakhir, selat akan terbuka secara alami,” katanya.

Ia juga optimistis harga energi akan segera turun. “Harga gas akan dengan cepat turun kembali,” ujar Trump.

Namun, pandangan ini diragukan oleh para ekonom dan analis. Mereka memperingatkan bahwa kerusakan infrastruktur energi dan gangguan pasokan dapat membuat harga minyak global tetap tinggi dalam waktu lama, bahkan setelah konflik mereda.

Baca juga: Trump Gembar-gembor Menang Perang, Yakinkan Warga AS soal Urgensi Serang Iran

Tag:  #trump #sesumbar #butuh #minyak #timur #tengah #dunia #diminta #urusi #selat #hormuz

KOMENTAR