AS Curiga China Kirim Senjata ke Iran Saat Gencatan Senjata, Beijing Membantah
Intelijen Amerika Serikat (AS) menuduh China mengirimkan bantuan persenjataan kepada Iran dalam beberapa pekan mendatang, seiring dengan diadakannya gencatan senjata antara AS dengan Iran.
Intelijen AS menyebut, China bersiap mengirimkan sistem pertahanan udara mereka kepada Iran, dan dianggap menjadi langkah provokatif sebab Beijing mengatakan telah membantu menginisiasi kesepakatan gencatan senjata.
Informasi intelijen tersebut juga menggarisbawahi kemungkinan Iran menggunakan gencatan senjata sebagai kesempatan untuk mengisi kembali sistem persenjataan mereka dengan bantuan mitra.
Mereka juga mengatakan ada indikasi Beijing mengirimkan senjatanya melalui negara ketiga untuk menyamarkan asal sebenarnya.
Baca juga: Trump Pastikan Pasukan AS Tetap di Iran hingga Muncul Kesepakatan Nyata
China bantah sediakan senjata
Seorang juru bicara Kedutaan Besar China di Washington mengatakan bahwa China tidak pernah menyediakan senjata.
“China tidak pernah menyediakan senjata kepada pihak mana pun yang terlibat dalam konflik, informasi yang dimaksud tidak benar," jelas mereka.
“Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, China secara konsisten memenuhi kewajiban internasionalnya. Kami mendesak pihak AS untuk menahan diri dari membuat tuduhan tanpa dasar, membuat hubungan yang tidak berdasar, dan terlibat dalam sensasionalisme," tambah mereka.
China menegaskan dan berharap agar pihak-pihak terkait berbuat lebih banyak untuk membantu meredakan ketegangan.
Juru bicara kedutaan juga mengatakan bahwa sejak perang AS-Israel dan Iran dimulai, Beijing telah berupaya membantu mewujudkan gencatan senjata dan mengakhiri konflik.
Baca juga: Netanyahu Buka Negosiasi dengan Lebanon Usai Iran Ancam Tutup Selat Hormuz
Senjata apa yang diduga dikirim ke Iran?
Dilansir dari CNN, Minggu (12/4/2026), sumber-sumber tersebut mengatakan, sistem yang sedang disiapkan Beijing untuk ditransfer adalah sistem rudal anti-pesawat yang dioperasikan dari bahu, yang dikenal sebagai MANPAD.
MANPAD dapat menimbulkan ancaman asimetris terhadap pesawat militer AS yang terbang rendah.
Trump merespons dugaan pengiriman senjata tersebut dan mengatakan China akan menghadapi konsekuensi jika mengirim senjata ke Teheran.
“Jika China melakukan itu, China akan menghadapi masalah besar, oke?” ungkapnya, dilansir dari Reuters, Sabtu (11/4/2026).
Baca juga: AS-Iran Akan Bertemu di Pakistan, Apa Saja yang Akan Dirundingkan?
Dalam konferensi persnya pada Senin (6/4/2026), Trump juga mengindikasikan jet tempur F-15 yang ditembak jatuh di atas Iran pekan lalu terkena rudal bahu genggam.
Iran juga mengatakan telah menggunakan sistem pertahanan udara yang baru. Namun, belum jelas apakah sistem tersebut buatan China.
Sumber tersebut mengatakan, perusahaan-perusahaan China menjual teknologi dwiguna kepada Iran, yang memungkinkan Teheran dapat terus membangun senjata dan meningkatkan sistem navigasinya.
Sementara itu, Trump diperkirakan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping bulan depan di Beijing.
Gedung Putih mengatakan bahwa pembicaraan tingkat tinggi telah berlangsung antara AS dan China saat negosiasi gencatan senjata Iran berlangsung pada awal pekan ini.
Baca juga: Mengapa Pakistan Jadi Mediator AS dengan Iran, Padahal Masih Berkonflik dengan Afghanistan?
Dukungan China dan Rusia kepada Iran
Salah satu sumber yang mengetahui informasi intelijen mengatakan China tidak melihat nilai strategis yang nyata dari dukungan konflik secara terang-terangan.
Sebaliknya, Beijing mencoba memposisikan diri sebagai teman yang berkelanjutan bagi Iran sambil tetap bersikap netral agar dapat mempertahankan penyangkalan setelah perang berakhir.
Sumber-sumber mengatakan bahwa China juga berargumen bahwa sistem pertahanan udara bersifat defensif dan bukan ofensif, yang membedakan dukungan mereka dari Rusia.
Moskow telah memberikan dukungan kepada rezim Iran sepanjang perang dalam bentuk berbagi intelijen yang telah membantu Iran secara proaktif menargetkan pasukan dan aset AS di Timur Tengah.
Iran telah lama menjalin hubungan militer dan ekonomi dengan China dan Rusia.
Iran telah banyak membantu Rusia dalam perangnya di Ukraina melalui penyediaan drone Shahed dan juga menjual sebagian besar minyak yang dikenai sanksi kepada China.
Baca juga: Kapan, Siapa Saja, dan Apa yang Akan Dibahas dalam Negosiasi AS dan Iran?
Tag: #curiga #china #kirim #senjata #iran #saat #gencatan #senjata #beijing #membantah