Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang
Presiden AS, Donald Trump. [IG/@realdonaldtrump]
13:12
20 April 2026

Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan memberikan tenggat waktu dua pekan kepada Kuba untuk membebaskan sejumlah tahanan politik.

Ultimatum ini disampaikan dalam pertemuan rahasia yang berlangsung di Havana pada 10 April lalu.

Menurut laporan USA Today, sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menyebut nama-nama seperti Luis Manuel Otero Alcántara dan Maykel Osorbo masuk dalam daftar yang diminta untuk dibebaskan.

Keduanya merupakan tokoh oposisi dari gerakan San Isidro yang dipenjara sejak 2022.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menegaskan komitmen Washington terhadap pembebasan seluruh tahanan politik.

“Pemerintahan Presiden Donald Trump tetap berkomitmen pada kebebasan mereka,” ujarnya.

Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Díaz-Canel Siapkan Jebakaan Mematikan untuk Pasukan AS [presidencia.gob.cu]Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Díaz-Canel Siapkan Jebakaan Mematikan untuk Pasukan AS [presidencia.gob.cu]

Pertemuan rahasia tersebut disebut menjadi momen langka, dengan pesawat pemerintah AS mendarat di Kuba untuk pertama kalinya sejak 2016.

Delegasi AS juga dikabarkan melakukan pertemuan terpisah dengan kerabat mantan pemimpin Kuba, Raul Castro.

Selain isu tahanan politik, AS juga menekan Kuba untuk melakukan reformasi ekonomi dan membuka peluang investasi asing.

Washington bahkan menawarkan akses internet cepat melalui layanan Starlink, dengan syarat adanya perubahan kebijakan di dalam negeri Kuba.

Ketegangan kedua negara meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintahan Trump juga disebut tengah menyiapkan berbagai opsi, termasuk kemungkinan langkah militer jika tekanan diplomatik tidak membuahkan hasil.

“Semua tergantung pada bagaimana Anda mendefinisikan aksi militer,” kata Trump singkat.

Sementara itu, Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, melontarkan pernyataan keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Dalam wawancara dengan NBC, Díaz-Canel menegaskan Kuba siap menghadapi kemungkinan serangan militer dari Amerika Serikat.

“Jika itu terjadi, akan ada perlawanan, dan jika kami harus mati, kami akan mati,” ujarnya.

Sejak Desember lalu, AS memperketat blokade terhadap Venezuela yang berdampak pada pasokan minyak ke Kuba.

Langkah itu memperburuk krisis energi di negara tersebut, yang kini mengalami pemadaman listrik meluas dan ancaman kekurangan pangan.

Díaz-Canel menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mundur meski berada di bawah tekanan berat.

Ia bahkan menyatakan siap mengorbankan nyawa demi mempertahankan revolusi Kuba.

“Saya tidak takut. Saya siap memberikan hidup saya untuk revolusi,” katanya.

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #donald #trump #cari #musuh #baru #washington #ancam #kuba #bebaskan #tapol #atau #kami #serang

KOMENTAR