Bocoran Nuklir Korut Picu Amarah AS, Hubungan Intelijen Seoul-Washington Retak
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung saat bertamu ke Gedung Putih, Washington DC, untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (25/8/2025).(AFP/MANDEL NGAN)
13:06
21 April 2026

Bocoran Nuklir Korut Picu Amarah AS, Hubungan Intelijen Seoul-Washington Retak

Hubungan Amerika Serikat dan Korea Selatan dilaporkan mengalami ketegangan setelah muncul dugaan kebocoran informasi intelijen terkait program nuklir Korea Utara.

Menurut laporan AFP, Selasa (21/4/2026), Amerika Serikat membatasi sebagian informasi intelijen satelit yang sebelumnya rutin dibagikan kepada Korea Selatan.

Langkah ini diambil setelah komentar Menteri Unifikasi Korea Selatan, Chung Dong-young, yang dianggap mengungkap informasi sensitif tanpa izin.

Baca juga: Korsel Geger, Serigala Lepas dari Kebun Binatang Picu Perburuan Besar-besaran

Meski demikian, seorang pejabat militer Korea Selatan yang tidak disebutkan namanya mengatakan, kebijakan itu “tidak secara signifikan memengaruhi kesiapan militer.”

Ia juga menegaskan bahwa “pengumpulan dan berbagi intelijen terkait aktivitas militer Korea Utara berjalan normal antara otoritas Korea Selatan dan Amerika Serikat, seperti sebelumnya.”

Pernyataan soal fasilitas nuklir

Chung sebelumnya mengatakan di parlemen bahwa Korea Utara diduga mengoperasikan fasilitas pengayaan uranium di wilayah Kusong, bagian barat laut negara tersebut. Pengayaan uranium merupakan tahap kunci dalam pembuatan senjata nuklir.

Pernyataan ini memicu protes dari Washington karena dinilai mengungkap informasi yang berasal dari intelijen AS.

Pembelaan dari Seoul

Menanggapi kritik, Chung menyatakan bahwa sangat disayangkan pernyataannya ditafsirkan sebagai kebocoran informasi rahasia.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut didasarkan pada informasi yang sudah tersedia untuk publik serta pernah disampaikan dalam sidang konfirmasi sebelumnya.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, juga membela Chung. Ia menyatakan bahwa keberadaan fasilitas di Kusong merupakan fakta yang sudah diketahui melalui kajian akademik dan laporan media.

Baca juga: Korsel Dapat 273 Juta Barrel Minyak dari 4 Negara yang Tak Lewati Selat Hormuz

Lee menegaskan, “setiap klaim atau tindakan yang didasarkan pada anggapan bahwa Menteri Chung membocorkan informasi rahasia yang diberikan oleh Amerika Serikat adalah keliru.”

Ancaman nuklir Korut terus meningkat

Foto tanpa tanggal yang dirilis oleh KCNA pada Kamis (25/12/2025) ini menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi lokasi pembuatan kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir berbobot 8.700 ton di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara.KCNA via AFP Foto tanpa tanggal yang dirilis oleh KCNA pada Kamis (25/12/2025) ini menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi lokasi pembuatan kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir berbobot 8.700 ton di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara.

Korea Utara diketahui memiliki fasilitas pengayaan uranium di Yongbyon dan Kangson. Negara tersebut juga terus mengembangkan program nuklirnya meski dikenai berbagai sanksi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kepala badan pengawas nuklir PBB sebelumnya memperingatkan bahwa Pyongyang menunjukkan “peningkatan yang sangat serius” dalam kemampuannya memproduksi senjata atom.

Amerika Serikat sendiri menempatkan sekitar 28.500 pasukan di Korea Selatan sebagai bagian dari komitmen pertahanan terhadap ancaman dari Korea Utara, serta terus mengandalkan intelijen satelit dan metode lain untuk memantau aktivitas militer Pyongyang.

Baca juga: Presiden Korsel Tiba-tiba Bikin Marah Israel, Ada Apa?

Tag:  #bocoran #nuklir #korut #picu #amarah #hubungan #intelijen #seoul #washington #retak

KOMENTAR