Gedung Putih Pastikan Gencatan Senjata Tetap Berlaku meski Iran Serang 3 Kapal
- Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt memastikan, tindakan Iran yang menyerang kapal di Selat Hormuz bukan termasuk pelanggaran gencatan senjata.
"Ini bukan kapal Amerika Serikat, ini bukan kapal Israel," kata Leavitt dalam sebuah wawancara televisi di Fox News Channel, dikutip dari The Wall Street Journal, Rabu (22/4/2026).
“Kedua kapal ini direbut oleh kapal perang cepat. Iran telah berubah dari negara dengan angkatan laut paling mematikan di Timur Tengah menjadi negara yang bertindak seperti sekelompok bajak laut,” sambungnya.
Diketahui, Iran menyerang tiga kapal di Selat Hormuz, dua di antaranya dikawal ke perairan Iran.
Baca juga: Trump Hanya Punya Waktu Seminggu untuk Putuskan Nasib Perang Iran
Tegaskan kontrol AS
Ia turut menguraikan dua poin kunci yang harus disetujui Iran dalam negosiasi.
Pertama, Iran tidak boleh mendapatkan bom nuklir yang akan mengancam AS dan sekutunya. Kedua, Teheran harus menyerahkan uranium yang telah diperkaya.
“Amerika Serikat tetap memegang kendali atas situasi ini,” jelas dia.
"Presiden Trump memiliki semua pengaruh dan sekali lagi, itulah mengapa dia mempertahankan sedikit fleksibilitas dengan perpanjangan gencatan senjata, sementara kita menunggu tanggapan terpadu dari Iran terhadap usulan presiden yang sangat jelas,” sambungnya.
Menurutnya, Trump akan memutuskan jangka waktu perang tersebut, seiring dengan kenaikan harga gas dan berlanjutnya perebutan kendali atas Selat Hormuz.
Baca juga: AS Klaim Tahu Siapa Pihak Iran yang Akan Sepakat Akhiri Perang
Iran serang 3 kapal di Selat Hormuz
Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Trump Ungkap detik-detik kapal AS Tembaki Kapal Kargo Iran di Teluk Oman
Diberitakan sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyerang tiga kapal di Selat Hormuz, sehari setelah Trump menegaskan bahwa blokade AS tetap berlanjut.
Kapal kontainer Francesca, milik Mediterranean Shipping yang berbasis di Jenewa, diserang saat menunggu untuk menyeberang ke Teluk Oman. Kapal itu telah terdampar di Teluk sejak 16 April.
Broker dan pelacak kapal Marine Traffic mengatakan kapal itu mematikan transpondernya saat bergerak menuju selat dan muncul kembali pada data pelacakan pada Rabu pagi di lepas pantai Iran.
Baca juga: Lagi, Giliran Sekretaris Angkatan Laut AS yang Dipecat Pentagon
Kapal Epaminondas milik Yunani juga menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz. Kapal kargo berbendera Liberia itu terakhir kali mengirimkan sinyal dari Teluk Persia pada 18 April.
Kemudian sinyalnya menghilang dan muncul kembali di Selat Hormuz pagi ini, menurut data dari Marine Traffic.
Kapal ketiga, Euphoria juga diserang di lepas pantai Iran. IRGC mengatakan, kapal tersebut kini terdampar di perairan Iran.
Organisasi Perdagangan Maritim Inggris mengatakan, sebuah kapal dihentikan di perairan setelah serangan di sebelah barat pantai Iran.
Tag: #gedung #putih #pastikan #gencatan #senjata #tetap #berlaku #meski #iran #serang #kapal