Menhan AS Diinterogasi Kongres Terkait Perang Iran, Negosiasi Kandas Dipertanyakan
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth saat berbicara di Rapat Kabinet yang digelar Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, 2 Desember 2025.(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
14:36
29 April 2026

Menhan AS Diinterogasi Kongres Terkait Perang Iran, Negosiasi Kandas Dipertanyakan

- Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth akan menghadapi pertanyaan dari anggota parlemen pada Rabu (29/4/2026), menurut laporan AFP, Rabu (29/4/2026).

Hegseth akan memberikan kesaksian untuk pertama kalinya sejak perang melawan Iran di hadapan Kongres.

Ini akan membahas terkait perang Timur Tengah, terutama karena upaya mengakhiri konflik terhenti dan AS dilaporkan skeptis terhadap tawaran terbaru Iran untuk membuka Selat Hormuz.

Teheran telah memblokade jalur air tersebut sejak dimulainya serangan AS-Israel dua bulan lalu, yang menimbulkan guncangan di ekonomi global.

Baca juga: Pentagon Incar Tanah Jarang Langka di Malaysia, Tantang Dominasi China


Dikutip dari CBS News, Rabu (29/4/2026), sidang di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR juga akan membahas usulan anggaran militer pemerintah tahun 2027.

Militer AS dikabarkan meningkatkan pengeluaran pertahanan menjadi 1,5 triliun dollar AS (Rp 25.900 triliun), nominal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hegseth dan ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, diperkirakan akan menekankan perlunya lebih banyak drone, sistem pertahanan rudal, dan kapal perang.

Baca juga: Analis China Temukan Titik Lemah Militer AS akibat Perang Iran

Hegseth akan hadapi pertanyaan Partai Demokrat

Partai Demokrat menentang perang AS dan Iran karena dianggap sebagai konflik yang mahal dan dilakukan tanpa persetujuan Kongres.

Demokrat kemungkinan akan mengalihkan perhatian ke membengkaknya biaya perang Iran, penarikan besar-besaran amunisi penting AS, dan pemboman sebuah sekolah yang menewaskan anak-anak.

Beberapa anggota parlemen juga mungkin mempertanyakan seberapa siap militer untuk menembak jatuh sejumlah besar drone Iran.

Yang mana beberapa di antaranya berhasil menembus pertahanan AS dan menewaskan atau melukai pasukan Amerika.

Baca juga: Setelah Trump, Menhan AS Hegseth Terancam Dimakzulkan akibat Perang Iran

Pentagon ajukan anggaran militer AS 2027

Kapal perang Amerika Serikat USS Sampson (DDG 102) saat berlabuh di Terminal Internasonal Panama City, 30 Agustus 2025.AFP/MARTIN BERNETTI Kapal perang Amerika Serikat USS Sampson (DDG 102) saat berlabuh di Terminal Internasonal Panama City, 30 Agustus 2025.

Sebelumnya, Pemerintahan Donald Trump telah mendorong peningkatan belanja pertahanan hingga hampir 1,5 triliun dollar AS dalam pengajuan anggaran tahun 2027.

Ringkasan proposal anggaran Departemen Perang Pentagon dipublikasikan pada Selasa (21/4/2026), mengungkapkan detail baru tentang pendanaan untuk “Armada Emas” dan pengeluaran militer lainnya tahun depan.

Anggaran tersebut akan mencakup pendanaan untuk desain kapal perang kelas-Trump yang baru, meskipun pendanaannya baru akan diperoleh pada tahun 2028.

Armada Emas AS akan mencakup kapal perang BBG-1, yang juga dikenal sebagai USS Defiant.

Baca juga: Trump Ngamuk Usai Jerman Sebut AS Dipermalukan Iran

“Anggaran Tahun Fiskal (FY) 2027 berinvestasi dalam dua kelas kapal baru: Fregat FF(X) dan Kapal Perang BBG(X),” demikian isi ringkasan anggaran tersebut, dikutip dari Newsweek, Selasa (21/4/2026).

Angkatan Laut AS mengatakan kapal perang itu akan menjadi kapal tempur permukaan yang lebih kecil dan lebih lincah.

Ia dirancang untuk melengkapi kapal perang multi-misi armada yang lebih besar dan meningkatkan fleksibilitas operasional di seluruh dunia.

Kapal perang pertama saat ini termasuk dalam proyeksi anggaran lima tahun untuk tahun fiskal 2028, menurut dokumen proposal anggaran Angkatan Laut .

Tag:  #menhan #diinterogasi #kongres #terkait #perang #iran #negosiasi #kandas #dipertanyakan

KOMENTAR