AS Nyatakan Operation Epic Fury di Iran Berakhir, Masuk Fase Baru
- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan, operasi militer yang dinamakan Epic Fury terhadap Iran telah selesai.
Kini, konflik yang bermula dari serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari di sana memasuki babak baru, sebagaimana dilansir AFP.
Pengumuman ini disampaikan Rubio di Gedung Putih pada Selasa (5/5/2026) menyusul laporan kepada Kongres mengenai status konflik tersebut.
Baca juga: Israel Siap-siap Kerahkan Semua Jet Tempur ke Iran, Dipimpin Bos Baru
"Operasi (Epic Fury) telah berakhir seperti yang telah diberitahukan Presiden (Donald Trump) kepada Kongres. Kami sudah selesai dengan tahap itu," ujar Rubio kepada wartawan di Gedung Putih.
Pernyataan ini muncul di tengah masa gencatan senjata yang rapuh setelah hampir satu bulan berlangsung.
Pada 8 April, Trump mendeklarasikan gencatan senjata dengan Iran.
Meskipun masa gencatan senjata tersebut terus diperpanjang, proses negosiasi antara Washington dan Teheran hingga kini dilaporkan masih menemui jalan buntu.
Baca juga: Kepercayaan ke AS Goyah, Negara Teluk Khawatir Iran Kian Percaya Diri
Gedung Putih sebelumnya telah menginformasikan kepada para anggota legislatif bahwa status perang telah dihentikan karena adanya gencatan senjata tersebut.
Langkah ini sekaligus diambil untuk menghindari persyaratan hukum di bawah UU perang, War Powers Act 1973, yang mengharuskan Presiden meminta izin Kongres untuk konflik yang berlangsung lebih dari 60 hari.
Terkait UU tersebut, Rubio yang juga mantan senator menyatakan ketidaksetujuannya terhadap konstitusionalitas aturan tersebut.
"Kami tidak mengakui UU tersebut sebagai hal yang konstitusional. Meskipun demikian, kami mematuhi elemen-elemen di dalamnya demi menjaga hubungan baik dengan Kongres," kata Rubio.
Baca juga: AS Minta Bantuan PBB untuk Buka Selat Hormuz, Sebut Iran Ancam Ekonomi Dunia
Operasi defensif
Meski tahap ofensif dinyatakan berakhir, Rubio menegaskan bahwa AS kini beralih ke mode defensif.
Hal ini berkaitan dengan pengumuman Trump mengenai "Project Freedom", operasi untuk membantu kapal-kapal melintasi Selat Hormuz.
"Ini bukan operasi ofensif, ini adalah operasi defensif," tegas Rubio.
"Dan artinya sangat sederhana, tidak ada penembakan kecuali kami ditembak lebih dulu," lanjutnya.
Menurut Rubio, serangan AS telah memberikan dampak signifikan bagi Iran.
"Orang-orang ini menghadapi, mereka menghadapi kehancuran yang nyata dan katastropik terhadap ekonomi mereka," tutur Rubio.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa Trump tetap memprioritaskan penyelesaian melalui kesepakatan negosiasi.
Baca juga: Usai Tuduh Iran Lakukan Serangan, Presiden UEA Langsung Ditelepon Netanyahu
Tag: #nyatakan #operation #epic #fury #iran #berakhir #masuk #fase #baru