Iran Klaim Punya Senjata Baru yang belum Diuji, Siap Dipakai jika AS Bergerak
Ilustrasi senjata militer Iran - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.(MILITER IRAN via AFP)
11:18
21 Mei 2026

Iran Klaim Punya Senjata Baru yang belum Diuji, Siap Dipakai jika AS Bergerak

- Sebuah sumber militer Iran mengatakan kepada media Rusia, Teheran memiliki senjata canggih yang belum pernah diuji dan digunakan.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menegaskan kesiapan Iran menghadapi potensi serangan lanjutan dari Amerika Serikat (AS).

“Kami telah memproduksi senjata modern di dalam negeri, yang belum digunakan di medan perang dan belum diuji coba,” kata pejabat tersebut kepada kantor berita RIA Novosti, dilansir Al Jazeera, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Iran Perluas Blokade Selat Hormuz, Kini Ambil Wilayah UEA


Lebih lanjut dia menekankan bahwa Teheran sepenuhnya siap menghadapi eskalasi dengan Washington.

“Dalam hal peralatan dan kemampuan pertahanan, kami tidak menghadapi kekurangan apa pun yang akan mencegah kami untuk membela negara kami,” ujarnya

“Kali ini, kami tidak berniat untuk bertindak dengan menahan diri,” lanjut pejabat tersebut.

Baca juga: Iran Latih Warga Pakai Senjata, Jaga-jaga Perang Kembali Pecah

AS membahas rencana perang melawan Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan terkait rencana perang melawan Iran bersama tim keamanan nasional utamanya pada Senin (18/5/2026) malam.

Menurut dua pejabat AS kepada Axios, pertemuan tersebut mencakup pengarahan tentang opsi militer.

Pertemuan itu berlangsung beberapa jam setelah Trump mengumumkan menangguhkan serangan ke Iran yang direncanakan pada Selasa (19/5/2026).

Fokusnya adalah pada langkah selanjutnya dalam perang dengan Iran, status upaya diplomatik, dan berbagai rencana militer AS untuk menyerang Iran.

Baca juga: AS-Israel Beda Sikap soal Iran: Trump Mau Negosiasi, Netanyahu Ingin Lanjut Perang

Trump terus mengklaim Iran hanya punya beberapa hari untuk mencapai terobosan diplomatik. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih terkait hal ini.

Pengarahan tentang rencana militer tersebut menunjukkan bahwa Trump serius mempertimbangkan untuk melanjutkan perang.

Beberapa pejabat yang menghadiri pertemuan tersebut yakni, Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Kemudian ada Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Direktur CIA John Ratcliffe, dan pejabat senior lainnya.

Tag:  #iran #klaim #punya #senjata #baru #yang #belum #diuji #siap #dipakai #jika #bergerak

KOMENTAR