Rusia Lancarkan Serangan Rudal Masif ke Kyiv, Balas Dendam Serbuan Drone Ukraina
- Militer Rusia "menghujani" Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dengan gelombang serangan rudal dan pesawat tanpa awak secara masif pada Minggu (24/5/2026) dini hari.
Insiden ini dilaporkan menewaskan satu orang warga dan melukai 20 orang lainnya.
Serangan skala besar ini dilancarkan setelah Moskwa melayangkan ancaman keras untuk membalas serangan mematikan Ukraina di wilayah timur yang saat ini diduduki oleh Rusia.
Dikutip dari AFP, Minggu, rentetan suara ledakan keras terdengar bergemuruh memecah keheningan malam di penjuru ibu kota sepanjang dini hari.
"Malam ini wilayah Kyiv sekali lagi mengalami serangan musuh besar-besaran dengan pesawat tak berawak, rudal jelajah, dan rudal balistik," kata Kepala Administrasi Kementerian Regional Ukraina, Mykola Kalashnyk.
Baca juga: Demi Keamanan, Jerman Usul Ukraina Gabung Uni Eropa namun Tanpa Hak Suara
Sudah ada peringatan serangan
Dahsyatnya daya ledak persenjataan Rusia sempat membuat sebuah bangunan tempat tinggal yang berlokasi di dekat distrik pemerintahan bergetar hebat.
Sementara itu, puluhan warga yang panik langsung berlarian untuk berlindung di stasiun-stasiun metro bawah tanah di pusat kota.
Otoritas kota menginstruksikan warga sipil untuk tetap bertahan di dalam tempat penampungan menyusul laporan adanya titik-titik kebakaran yang dipicu oleh hantaman proyektil.
Sebelumnya, Pemerintah Ukraina beserta Kedutaan Besar AS di Kyiv memang telah merilis peringatan dini mengenai potensi adanya serangan udara balasan dari Rusia.
Baca juga: Dibombardir Ukraina, Rusia Langsung Gelar Latihan Nuklir 3 Hari
Kremlin sendiri bersumpah akan "menghukum" pihak mana pun yang bertanggung jawab atas serangan di wilayah kendali mereka di Ukraina timur.
"Ibu kota telah menjadi sasaran serangan rudal balistik besar-besaran," tulis pejabat setempat, Tkachenko, melalui saluran Telegram resminya pada Minggu pagi.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko memaparkan, dampak kerusakan dilaporkan terjadi di setiap distrik kota.
Sebuah bangunan sekolah hancur menjadi target hingga memicu kobaran api, sedangkan serangan lain yang menyasar gedung pusat bisnis menyebabkan sejumlah orang sempat terjebak di dalam ruang penampungan.
Baca juga: Ukraina Jago Tangkis Drone Rusia, tapi Nyaris Tak Berkutik Digempur Rudal
Dipicu serbuan drone
Ukraina sebenarnya telah memprediksi bakal adanya serangan balasan masif ini setelah pasukan mereka meluncurkan armada drone ke wilayah timur negara yang dikuasai Rusia.
Berdasarkan klaim sepihak Moskwa, serangan udara Ukraina tersebut menghantam sebuah gedung asrama mahasiswa dan menewaskan sedikitnya 18 orang.
Aksi penyerangan drone yang berlangsung dari Kamis malam hingga Jumat pagi itu juga melukai 42 orang di Starobilsk, wilayah Lugansk yang diduduki Rusia, serta mengubur sejumlah orang di bawah reruntuhan bangunan.
Pihak Kyiv membantah keras tudingan yang menyebut mereka sengaja mengincar warga sipil.
Otoritas militer Ukraina menegaskan bahwa target yang mereka bidik murni merupakan markas unit drone milik Rusia yang ditempatkan di kawasan Starobilsk.
Baca juga: Usai Luncurkan 550 Drone ke Rusia, Ukraina Bersumpah Bertempur Tanpa Henti
Kendati demikian, Kementerian Luar Negeri Rusia merespons dengan menyatakan bahwa para pelaku di balik serangan tersebut dipastikan bakal menghadapi "hukuman yang berat dan tak terhindarkan".
Pada Sabtu (23/5/2026), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sempat memperingatkan warganya mengenai adanya indikasi kuat bahwa Moskwa tengah mempersiapkan skema serangan gabungan ke sejumlah wilayah Ukraina, termasuk menyasar ibu kota.
Zelensky menduga Moskwa kemungkinan akan mengerahkan berbagai jenis persenjataan mutakhir mereka, termasuk rudal hipersonik Oreshnik yang memiliki kemampuan mengangkut hulu ledak nuklir.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan awal yang mengonfirmasi penggunaan rudal jenis Oreshnik tersebut dalam serangan Minggu dini hari.
Tag: #rusia #lancarkan #serangan #rudal #masif #kyiv #balas #dendam #serbuan #drone #ukraina