AS Cari ''Orang Dalam'' untuk Gulingkan Rezim Kuba, Mau Ulangi Kesuksesan di Venezuela
Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mencari sosok dari internal pemerintah Kuba untuk menggulingkan rezim Raul Castro.(AFP/JIM WATSON)
17:48
24 Mei 2026

AS Cari ''Orang Dalam'' untuk Gulingkan Rezim Kuba, Mau Ulangi Kesuksesan di Venezuela

Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut tengah mencari sosok dari dalam pemerintahan Kuba untuk membantu Amerika Serikat mendorong perubahan kepemimpinan di Havana.

Strategi yang sama sebelumnya diterapkan di Venezuela di mana AS berhasil menjatuhkan Presiden Nicolas Maduro dan mendorong naiknya Wakil Presiden Delcy Rodriguez yang dianggap lebih mampu memenuhi keinginan Washington.

Trump bahkan secara terbuka menjadikan Venezuela sebagai contoh keberhasilan kebijakan AS di kawasan Amerika Latin.

Baca juga: Trump Ungkit Tragedi Penembakan Pesawat AS 1996, Mau Adili Eks Presiden Kuba

“Dakwaan dan penyingkiran Maduro mengirim pesan yang jelas kepada sekutu sosialisnya di Havana: ini adalah belahan bumi kami dan mereka yang mengacaukannya serta mengancam Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi,” kata Trump dalam pesan Hari Kemerdekaan Kuba pada Rabu (20/5/2026).

Cari “Delcy Kuba”

Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez saat melakukan pidato pertamanya di Majelis Nasional, Caracas, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istri oleh Amerika Serikat, di Caracas pada 15 Januari 2026.REUTERS/LEONARDO FERNANDEZ VILORIA Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez saat melakukan pidato pertamanya di Majelis Nasional, Caracas, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istri oleh Amerika Serikat, di Caracas pada 15 Januari 2026.

The Wall Street Journal melaporkan para pejabat AS tengah mencari orang dalam pemerintahan Kuba dengan harapan dapat menyingkirkan pemerintahan yang dipimpin keluarga eks Presiden Raul Castro.

Pejabat pemerintahan Trump bahkan menyebut pencarian itu sebagai upaya menemukan “Delcy Kuba”, merujuk pada pemimpin sementara Venezuela yang dipuji karena kerja samanya dengan Washington.

“Apa yang dilakukan Presiden Trump sebenarnya mengirim pesan yang sangat jelas kepada Raul: Lihat Maduro,” kata anggota Kongres Partai Republik Maria Elvira Salazar.

“Jika Anda tidak ingin berakhir seperti dia (Maduro), maka pergilah. Itu terjadi di Venezuela. Saya percaya itu akan terjadi di Kuba,” lanjutnya.

Trump juga mengaku telah berhubungan dengan tokoh-tokoh di dalam Kuba yang berharap mendapat bantuan AS di tengah memburuknya kondisi ekonomi negara tersebut.

CIA dan Rubio mulai bergerak

Direktur CIA John Ratcliffe disebut sempat mengangkat kasus Maduro saat berkunjung ke Havana pekan lalu sebagai peringatan agar Kuba serius menanggapi tuntutan AS untuk membuka ekonomi dan sistem politiknya.

Beberapa hari setelah pernyataan Trump, Ratcliffe juga bertemu sejumlah pejabat Kuba, termasuk cucu Raul Castro, Raul Guillermo Rodriguez Castro, dan Menteri Dalam Negeri Lazaro Alvarez Casas.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Washington lebih memilih “kesepakatan yang dinegosiasikan”.

“Kami akan berinteraksi dengan Kuba... pada akhirnya mereka harus membuat keputusan. Sistem mereka memang tidak bekerja,” kata Rubio kepada wartawan di Florida.

Baca juga: AS Tuding Kuba Siapkan Ancaman Drone di Tengah Ketegangan Baru

Menurut BBC, perubahan yang diinginkan AS mencakup pembukaan ekonomi Kuba, masuknya investasi asing dan kelompok pengasingan Kuba, serta penghentian kehadiran badan intelijen Rusia maupun China di negara tersebut.

Strategi Venezuela dinilai sulit berhasil di Kuba

Meski begitu, banyak pengamat menilai strategi Venezuela akan sulit diterapkan di Kuba.

“Saya tidak berpikir mereka akan menemukan ‘Delcy Kuba’ di Havana,” kata mantan Menteri Luar Negeri Meksiko Jorge Castañeda.

Ia juga menilai Raul Castro kecil kemungkinan menyerahkan diri kepada AS. “Dia lebih memilih menembak dirinya sendiri,” ujar Castaneda.

Adapun Kuba telah menjadi negara totaliter selama 67 tahun dengan pilar utama berupa Kementerian Dalam Negeri, angkatan bersenjata, dan Partai Komunis yang sangat solid.

Hingga kini belum terlihat keretakan internal yang dapat melahirkan figur seperti Rodriguez di Venezuela.

“Saya tidak berpikir ada sosok Delcy Rodriguez di Kuba, dan kekuasaan bekerja secara berbeda di Kuba dibanding Venezuela,” kata Shifter kepada BBC.

“Sulit menemukan apa yang mereka cari, tetapi saya pikir mereka memang sedang mencari semacam struktur pemerintahan,” lanjutnya.

Mantan pejabat AS Ricardo Zuniga juga menilai kecil kemungkinan AS bisa menciptakan keretakan internal seperti yang terjadi di Venezuela.

“Jika tujuannya menciptakan perpecahan seperti yang ada di Venezuela, itu kecil kemungkinan terjadi di Kuba,” katanya.

“Ini justru memberi mereka lebih sedikit alasan untuk bernegosiasi, bukan lebih banyak,” tambah Zuniga.

Strategi Washington muncul setelah AS mendakwa Raul Castro atas kasus pembunuhan, yang disebut dipakai Trump untuk meningkatkan tekanan terhadap Havana.

Namun sejumlah pengamat menilai langkah itu justru bisa memperkeras sikap pemerintah Kuba.

“Ini mungkin justru akan membuat mereka semakin keras,” kata mantan analis CIA Brian Latell.

“Itu militernya. Dia yang membangunnya, dan dia adalah satu-satunya jenderal bintang empat di negara itu,” lanjutnya.

Pemerintah Kuba sendiri mengecam dakwaan tersebut dan menyebutnya sebagai tuduhan “keji”.

“Tuduhan palsu terhadap Pemimpin Revolusi Kuba ini menambah upaya putus asa elemen anti-Kuba untuk membangun narasi palsu,” kata pemerintah Kuba dalam pernyataannya.

Baca juga: Militer Kuba Dulu Kelas 1, Kini Seberapa Kuat Lawan AS?

Tag:  #cari #orang #dalam #untuk #gulingkan #rezim #kuba #ulangi #kesuksesan #venezuela

KOMENTAR