Sistem Patriot Kehabisan Amunisi, Rudal Oreshnik Rusia Tembus Langit Kyiv
Cuplikan dari rekaman yang dirilis oleh layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia pada 30 Desember 2025 ini menunjukkan apa yang dikatakan sebagai pengerahan sistem rudal hipersonik Oreshnik Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir untuk tugas tempur di lokasi yang dirahasiakan di Belarus.(HANDOUT)
15:42
25 Mei 2026

Sistem Patriot Kehabisan Amunisi, Rudal Oreshnik Rusia Tembus Langit Kyiv

– Rusia kembali meluncurkan serangan udara masif ke ibu kota Ukraina, Kyiv, Minggu (24/5/2026). 

Serangan besar-besaran yang melibatkan drone dan rudal balistik hipersonik Oreshnik ini dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 83 orang lainnya.

Ini menjadi ketiga kalinya senjata mutakhir Oreshnik digunakan Rusia dalam perang yang telah berlangsung selama empat tahun tersebut. 

Baca juga: Rudal Oreshnik Rusia Hantam Ukraina, Apa yang Perlu Diketahui?

Dampak ledakan masif ini meluluhlantakkan bangunan di berbagai sudut kota Kyiv, termasuk area dekat kantor pemerintahan, pemukiman warga, sekolah, hingga pasar tradisional. 

Dilansir dari Associated Press, rudal Oreshnik dirancang mampu membawa hulu ledak nuklir maupun konvensional.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui saluran Telegram miliknya mengonfirmasi bahwa rudal Oreshnik menghantam Bila Tserkva di wilayah Kyiv.

Berdasarkan data dari Angkatan Udara Ukraina, serangan massal ini melibatkan 600 drone dan 90 rudal yang diluncurkan dari udara, laut, dan darat.

Baca juga: Putin Ngamuk, Balas Dendam Gempur Ukraina dengan 600 Drone dan 90 Rudal

Sementara itu, sistem pertahanan udara Ukraina dilaporkan berhasil menghancurkan dan mengacaukan sinyal 549 drone serta 55 rudal.

Sekitar 19 rudal lainnya dinyatakan gagal mencapai target.

Meski demikian, Zelensky mengakui bahwa tidak semua rudal balistik tersebut dapat dicegat. Sebagian besar hantaman justru menyasar Kyiv sebagai target utama. 

Kegagalan pencegatan ini mempertegas masalah kronis yang dihadapi Ukraina, yakni kelangkaan rudal yang mampu menjatuhkan rudal balistik.

Baca juga: Ukraina Beri Sanksi Baru ke Rusia, Targetkan Komandan Militer dan Kapal Sipil

Selama ini, Kyiv sangat bergantung pada sistem pertahanan udara Patriot pasokan Amerika Serikat (AS).

Namun, stok amunisi pencegat tersebut kini sangat menipis dan menjadi prioritas mendesak dalam daftar permintaan bantuan Ukraina kepada sekutu Barat. 

Langkah pengembangan alternatif produksi domestik kini tengah diupayakan oleh Kementerian Pertahanan Ukraina, meski membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit.

Balas dendam dari Rusia

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia membenarkan penggunaan rudal Oreshnik beserta jenis rudal lainnya dalam operasi tersebut. 

Pihak Moskwa mengeklaim target serangan adalah fasilitas komando dan kendali militer, pangkalan udara, serta perusahaan industri militer Ukraina.

Baca juga: Rusia Lancarkan Serangan Rudal Masif ke Kyiv, Balas Dendam Serbuan Drone Ukraina

Rusia berdalih, gempuran masif ini merupakan aksi balasan atas serangan Ukraina terhadap fasilitas sipil di wilayah Rusia, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sebelumnya, pada Jumat (22/5/2026), Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam keras serangan drone yang menghantam sebuah asrama perguruan tinggi di wilayah Ukraina timur yang diduduki Rusia, Luhansk. 

Putin menegaskan tidak ada fasilitas militer atau penegak hukum di sekitar kampus tersebut, sehingga ia langsung memerintahkan militernya untuk melakukan aksi balasan.

Otoritas Rusia mencatat korban tewas akibat serangan di asrama tersebut telah melonjak menjadi 21 orang dan 42 lainnya luka-luka. 

Pemerintah wilayah Luhansk yang ditunjuk oleh Kremlin bahkan mengumumkan dua hari masa berkabung bagi para korban.

Baca juga: Demi Keamanan, Jerman Usul Ukraina Gabung Uni Eropa namun Tanpa Hak Suara

Tag:  #sistem #patriot #kehabisan #amunisi #rudal #oreshnik #rusia #tembus #langit #kyiv

KOMENTAR