Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Al-Kharj Saat Israel–Iran Saling Serang
ilustrasi Arab Saudi.(canva.com)
10:48
8 Juni 2026

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Al-Kharj Saat Israel–Iran Saling Serang

Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan darurat terkait potensi bahaya di wilayah Provinsi Al-Kharj, di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Israel dan Iran yang juga meluas di kawasan Timur Tengah.

Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi menyampaikan imbauan kepada warga di Al-Kharj untuk segera berlindung dan tidak meninggalkan tempat aman hingga kondisi dinyatakan terkendali.

Peringatan tersebut muncul secara mendadak tanpa penjelasan rinci mengenai bentuk ancaman yang dimaksud.

Baca juga: Israel–Iran Saling Serang Lagi, Seruan Trump Tak Digubris

“Warga diminta tetap di tempat perlindungan dan tidak keluar hingga bahaya berlalu,” demikian pernyataan awal Otoritas Pertahanan Sipil Saudi, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Senin (8/6/2026).

Namun beberapa saat kemudian, otoritas yang sama kembali mengumumkan bahwa situasi di Al-Kharj telah kembali aman.

Dalam pernyataan singkatnya, mereka menyebut “bahaya telah berlalu” tanpa memberikan detail lebih lanjut terkait sumber maupun jenis ancaman yang sempat dikhawatirkan.

Iran sendiri telah membantah meluncurkan "tembakan apa pun" ke pangkalan udara Arab Saudi.

“Iran tidak melepaskan tembakan apa pun ke pangkalan udara Al-Kharj di Arab Saudi," lapor Stasiun televisi IRIB mengutip seorang pejabat militer Iran, menanggapi kabar tentang ledakan di pangkalan tersebut.

Israel-Iran saling serang lagi

Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan, setelah Israel dan Iran kembali saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir.

Laporan media dan otoritas setempat menyebutkan bahwa militer Israel pada Senin dini hari meluncurkan serangan ke sejumlah target militer di wilayah barat dan tengah Iran.

Serangan tersebut terjadi setelah Israel sebelumnya berhasil mencegat rentetan rudal yang ditembakkan dari Iran pada hari sebelumnya.

Baca juga: Abaikan Trump, Israel Balas Serang Iran, Ledakan Terdengar di 3 Kota

Sebagaimana dilansir CNN, ledakan juga dilaporkan terdengar di beberapa kota di Iran, sementara militer Iran menyebut Israel menggunakan “rudal balistik yang diluncurkan dari udara” dalam serangan tersebut.

Eskalasi ini terjadi meski sebelumnya terdapat seruan untuk menahan diri, termasuk dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebut meminta Israel menunda serangan balasan, serta mendorong Iran kembali ke meja perundingan.

Di tengah ketegangan tersebut, sejumlah perkembangan lain juga turut memperburuk situasi kawasan.

Israel melaporkan berhasil mencegat satu rudal yang diluncurkan dari wilayah Yaman, dalam insiden pertama sejak April. Yaman sendiri menjadi basis kelompok Houthi yang didukung Iran.

Sementara itu, Iran melalui pejabat seniornya menyatakan kemungkinan untuk mengganggu jalur strategis Bab al-Mandab apabila konflik terus meningkat. Jalur ini merupakan salah satu rute perdagangan laut paling vital di dunia.

Di saat bersamaan, pemerintah Yordania melaporkan adanya rudal yang melintasi wilayah udaranya, meski tidak dijelaskan pihak yang meluncurkannya.

Baca juga: Trump Anggap Konflik dengan Iran Hanya Latihan Militer, Bukan Perang Besar

Hingga kini, situasi di Timur Tengah masih sangat dinamis dengan potensi eskalasi lanjutan, sementara berbagai negara di kawasan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perluasan konflik Israel–Iran.

Tag:  #arab #saudi #keluarkan #peringatan #bahaya #kharj #saat #israeliran #saling #serang

KOMENTAR