Trump Naik Pitam, Desak Iran dan Israel Hentikan Baku Tembak
Presiden AS Donald Trump mendesak Iran dan Israel segera menghentikan serangan militer setelah kedua negara kembali terlibat baku tembak.(AFP/SAUL LOEB)
18:42
8 Juni 2026

Trump Naik Pitam, Desak Iran dan Israel Hentikan Baku Tembak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran dan Israel segera menghentikan serangan militer setelah kedua negara kembali terlibat baku tembak.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Senin (8/6/2026), Trump menulis, “Israel dan Iran harus segera berhenti menembak.”

Seruan Trump muncul setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel pada Minggu (7/6/2026) malam, menjadi serangan pertama sejak gencatan senjata disepakati pada April lalu.

Baca juga: Trump Minta Tahan Diri, Israel Tetap Serang Fasilitas Petrokimia Iran

Iran balas serangan Israel ke Lebanon

Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan kota pesisir selatan Lebanon, Tirus, pada 7 Juni 2026. Israel dan Hizbullah saling baku tembak, tetapi bagian selatan ibu kota Lebanon, termasuk distrik-distrik yang dianggap sebagai benteng Hizbullah, relatif terhindar, hanya dihantam dua kali sejak pertengahan April.AFP/KAWNAT HAJU Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan kota pesisir selatan Lebanon, Tirus, pada 7 Juni 2026. Israel dan Hizbullah saling baku tembak, tetapi bagian selatan ibu kota Lebanon, termasuk distrik-distrik yang dianggap sebagai benteng Hizbullah, relatif terhindar, hanya dihantam dua kali sejak pertengahan April.

Menurut laporan POLITICO, Iran menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon pada hari yang sama.

Meski Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak melakukan pembalasan, Israel tetap melancarkan serangan pada Senin dini hari.

Israel mengatakan, serangan balasannya menargetkan fasilitas militer di Iran, termasuk sistem pertahanan udara dan lokasi peluncuran rudal.

Israel dan Iran saling balas serangan

Kantor berita Wall Street Journal (WSJ) menyebut pertukaran serangan ini menjadi pertama kalinya Israel dan Iran saling menyerang sejak gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat mulai berlaku pada awal April.

Serangan Israel juga mencakup fasilitas petrokimia besar di Iran. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut tindakan tersebut sebagai langkah berbahaya dan memperingatkan bahwa fasilitas energi di kawasan dapat menjadi sasaran.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa fasilitas Karoun Petrochemical Co terkena serangan dan mengalami kerusakan. Israel mengonfirmasi telah menyerang sebuah kompleks petrokimia di wilayah tersebut.

Baca juga: Dulu Jamin Tak Akan Ada Perang Baru, Trump Kini Mengelak: Saya Tak Pernah Janji

Sementara itu, Iran kembali meluncurkan rudal ke Israel. Sirene peringatan terdengar di Tel Aviv dan ledakan akibat pencegatan rudal terdengar di sejumlah wilayah.

Trump berusaha menahan eskalasi

Trump sebelumnya telah memperingatkan Netanyahu agar tidak melakukan serangan besar terhadap Beirut. Namun, setelah Iran menyerang Israel, pemerintah Israel tetap mengambil langkah militer.

Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa angkatan udara negara itu menyerang target militer di Iran sebagai respons, termasuk sistem pertahanan udara dan fasilitas terkait senjata.

Israel juga menyebut telah menyerang lokasi peluncuran rudal Iran serta infrastruktur non-energi. Di sisi lain, Iran mengatakan akan terus merespons serangan Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, negaranya akan melanjutkan respons terhadap serangan Israel selama diperlukan.

Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah ketegangan yang lebih luas antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, termasuk perselisihan terkait konflik Lebanon serta situasi di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Baca juga: Trump Mau Beli Kepulauan Chagos, Tak Mau Jatuh ke Tangan Mauritius

Tag:  #trump #naik #pitam #desak #iran #israel #hentikan #baku #tembak

KOMENTAR