Perang Masuk Tahun Kelima, 3 Negara Raksasa Eropa Dorong Dialog Langsung Ukraina-Rusia
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden PErancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk berbincang sambil berjalan di Istana Kepresidenan Ukraina di Kyiv pada 10 Mei 2025, setelah pertemuan koalisi di ibu kota Ukraina.(AFP/STEFAN ROUSSEAU)
19:06
8 Juni 2026

Perang Masuk Tahun Kelima, 3 Negara Raksasa Eropa Dorong Dialog Langsung Ukraina-Rusia

- Para pemimpin Inggris, Perancis, dan Jerman secara resmi menyatakan dukungan mereka terhadap usulan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menggelar perundingan gencatan senjata secara langsung dengan Rusia. 

Langkah diplomasi ini dinilai penting guna membuka jalan perdamaian di tengah konflik yang kian berlarut-larut.

Dukungan tersebut tertuang dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis menyusul pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di London, Minggu (7/6/2026). 

Baca juga: Kunjungan Xi Jinping ke Pyongyang, Ambisi Mengimbagi Pengaruh Putin atas Kim Jong Un

Pertemuan krusial ini mempertemukan Zelensky dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Pembicaraan para pemimpin negara ini terjadi di saat konfrontasi bersenjata antara Rusia dan Ukraina resmi memasuki tahun kelima, sebagaimana dilansir Euronews.

Dalam kesempatan tersebut, ketiga sekutu Barat yang tergabung dalam kelompok E3 itu menegaskan pentingnya keterlibatan internasional dalam penyelesaian krisis.

"Mendukung proposal untuk melakukan dialog langsung antara Ukraina dan Rusia, dengan partisipasi aktif AS dan Eropa, demi mewujudkan gencatan senjata dan mendukung negosiasi lebih lanjut," bunyi pernyataan bersama tersebut.

Baca juga: Putin Tolak Mentah-mentah Ajakan Bertemu Zelensky: Tidak Ada Gunanya

Selain menyepakati urgensi dialog langsung, ketiga negara Eropa Barat tersebut juga menggarisbawahi ketentuan mendasar terkait teritorial yang harus dipatuhi dalam proses diplomasi. 

Mereka menegaskan bahwa kedaulatan wilayah tidak dapat diganggu gugat melalui agresi militer.

"Garis kontak saat ini harus menjadi titik awal untuk negosiasi," sebut para pemimpin dalam dokumen itu.

Mereka menambahkan bahwa perbatasan internasional tidak boleh diubah dengan kekerasan.

Baca juga: Bukan Balas Lawatan Trump dan Putin, Xi Jinping Pilih Kunjungi Kim Jong Un

Penolakan Putin

Upaya untuk mendorong dialog langsung ini sejalan dengan manuver diplomatik yang diinisiasi oleh Zelensky sebelumnya. 

Pada Kamis (4/6/2026), Zelensky mengirimkan sebuah surat terbuka yang berisi usulan untuk mengadakan pertemuan tatap muka langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kendati demikian, langkah diplomasi Zelensky tersebut langsung dimentahkan oleh Kremlin. 

Putin secara terbuka menolak gagasan tersebut dan menganggapnya tidak relevan untuk saat ini.

Putin menegaskan dirinya tidak melihat ada gunanya bertemu dengan Zelensky sebelum adanya kesepakatan damai potensial yang berhasil disetujui terlebih dahulu oleh kedua belah pihak.

Baca juga: Zelensky Kirim Surat Langka ke Putin, Ajukan Permohonan Langsung

Saat ini, Kyiv terus mendesak para sekutu Baratnya untuk mempercepat serta memperbanyak pengiriman pasokan amunisi demi memperkuat sistem pertahanan udara mereka.

Menghadapi gempuran yang terjadi setiap hari, Zelensky secara intensif mencari cara agar negara-negara sekutu dapat memberikan tekanan yang lebih besar kepada Rusia guna mengakhiri pertempuran.

Merespons situasi darurat tersebut, Inggris, Perancis, dan Jerman menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produksi senjata pencegat alias interseptor. 

Tidak hanya itu, mereka juga berkomitmen untuk mengembangkan bersama kemampuan rudal anti-balistik serta sistem serangan jarak jauh.

Sebagai informasi, Inggris, Perancis, dan Jerman telah menjadi barisan penyokong utama bagi Kyiv sejak Rusia meluncurkan invasi pada Februari 2022.

Baca juga: Elite Rusia Mulai Bosan dengan Perang, Tak Yakin Putin Bisa Menang atas Ukraina

Tag:  #perang #masuk #tahun #kelima #negara #raksasa #eropa #dorong #dialog #langsung #ukraina #rusia

KOMENTAR