Usai Hentikan Perang dengan Israel, Iran Kembali ke Meja Perundingan
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, Teheran tetap berada di meja perundingan meski sempat menghentikan operasi militer terhadap Israel.(AFP/ATTA KENARE)
20:12
8 Juni 2026

Usai Hentikan Perang dengan Israel, Iran Kembali ke Meja Perundingan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Teheran tetap berada di meja perundingan meski sempat menghentikan operasi militer terhadap Israel setelah kedua negara kembali terlibat baku tembak.

Iran menegaskan pihaknya tidak meninggalkan jalur diplomasi maupun medan konflik.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian pada Senin (8/6/2026) melalui unggahan di platform X, setelah Iran dan Israel kembali saling menyerang usai gencatan berlaku pada 8 April.

Baca juga: Iran Umumkan Setop Serang Israel, Sempat Siapkan Perang Panjang

Dikutip dari AFP, Pezeshkian menyatakan, Iran masih membuka ruang untuk negosiasi dengan pihak Amerika Serikat, sekaligus tetap mempertahankan posisi militernya.

"Diplomasi dan pertahanan adalah dua sayap kekuatan nasional; kami tidak meninggalkan medan perang maupun meja perundingan," kata Pezeshkian.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur menghadapi tekanan atau ancaman apa pun.

"Teheran tidak akan mundur dalam menghadapi ancaman apa pun," ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Pezeshkian dalam unggahan yang dikutip CNN. Ia mengatakan bahwa Iran tidak "meninggalkan meja perundingan" dan juga tidak meninggalkan "medan perang".

Iran hentikan serangan

Sementara itu, Iran menyatakan telah menangguhkan operasi militernya terhadap Israel, namun memperingatkan bahwa serangan akan kembali dilakukan jika agresi terus berlanjut, termasuk serangan Israel di wilayah Lebanon selatan.

Militer Iran mengatakan dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Tasnim bahwa angkatan bersenjata Iran telah memberikan respons terhadap Israel.

Baca juga: Perang Kembali Pecah, Proksi Iran Bergerak ke Laut Merah untuk Serang Kapal Israel

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran yang kuat, dalam mendukung rakyat Lebanon yang tertindas, telah memberikan respons yang menyakitkan terhadap rezim ini (Israel)," demikian pernyataan militer Iran.

Iran juga memperingatkan akan mengambil langkah yang lebih besar jika serangan berlanjut.

"Jika agresi dan tindakan permusuhan terus berlanjut — termasuk di Lebanon selatan — tindakan yang jauh lebih berat dan menghancurkan daripada sebelumnya akan dilakukan," kata militer Iran.

Israel tegaskan serangan di Lebanon berlanjut

Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan kota pesisir selatan Lebanon, Tirus, pada 7 Juni 2026. Israel dan Hizbullah saling baku tembak, tetapi bagian selatan ibu kota Lebanon, termasuk distrik-distrik yang dianggap sebagai benteng Hizbullah, relatif terhindar, hanya dihantam dua kali sejak pertengahan April.AFP/KAWNAT HAJU Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan kota pesisir selatan Lebanon, Tirus, pada 7 Juni 2026. Israel dan Hizbullah saling baku tembak, tetapi bagian selatan ibu kota Lebanon, termasuk distrik-distrik yang dianggap sebagai benteng Hizbullah, relatif terhindar, hanya dihantam dua kali sejak pertengahan April.

Di sisi lain, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel tidak akan menerima upaya Iran untuk menciptakan pola baru dalam konflik.

Seorang pejabat Israel yang dikutip CNN mengatakan bahwa Israel menolak kondisi di mana serangan terhadap target-target di wilayah yang menjadi basis kelompok Hizbullah di Beirut dibalas Iran dengan serangan terhadap pusat-pusat penduduk Israel.

"Kami akan terus beroperasi di seluruh Lebanon, sesuai kebutuhan, untuk menghilangkan ancaman teror Hizbullah terhadap warga kami," demikian pesan pemerintah Israel kepada para menteri.

Baca juga: Trump Naik Pitam, Desak Iran dan Israel Hentikan Baku Tembak

Tag:  #usai #hentikan #perang #dengan #israel #iran #kembali #meja #perundingan

KOMENTAR