AS Ngebut Bangun Laser Kapal, Senjata Murah untuk Hadapi Drone dan Rudal
Jet tempur F-35C Lightning II Amerika Serikat saat berada di kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) dalam rangka mendukung Operation Epic Fury untuk menyerang Iran pada 2 Maret 2026.(US NAVY via AFP)
09:42
9 Juni 2026

AS Ngebut Bangun Laser Kapal, Senjata Murah untuk Hadapi Drone dan Rudal

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) mendorong pengembangan senjata energi terarah atau directed energy weapons (DEW), termasuk laser berdaya tinggi.

Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Daryl Caudle, dalam pernyataan di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR AS pada Kamis (14/5/2026), menegaskan bahwa senjata laser akan menjadi komponen penting dalam peperangan laut masa depan.

Menurutnya, teknologi ini diperlukan untuk mengambil alih sebagian tugas pertahanan rudal dari pencegat kinetik sehingga ruang peluncur rudal di kapal dapat digunakan untuk serangan ofensif.

Baca juga: Laser Jadi Tren Baru Lawan Drone, Sekali Tembak Cuma Rp 220.000

Caudle menilai kapal perang AS saat ini menghadapi dilema antara membawa senjata pertahanan dan senjata serangan karena keterbatasan ruang dalam sistem peluncur vertikal (Vertical Launching System/VLS).

“Energi terarah adalah komponen penting dalam peperangan laut masa depan, terutama untuk pertahanan terhadap rudal balistik dan pertahanan terminal,” kata Caudle, seperti dikutip Military Times.

“Paradigma saat ini, yang memaksa pilihan antara pencegat pertahanan dan senjata serangan ofensif dalam ruang terbatas Sistem Peluncur Vertikal (VLS), tidak berkelanjutan. Setiap sel VLS yang digunakan untuk rudal pertahanan adalah peluang yang hilang untuk serangan jarak jauh.”

Menurut Caudle, kapal perusak kelas Arleigh Burke menjadi contoh nyata persoalan tersebut. Kapal ini disebut sebagai “tulang punggung armada permukaan”, terutama dalam operasi tempur besar seperti Operation Epic Fury.

Kapal saat ini belum mampu menopang laser besar

Visi armada laser yang disampaikan Caudle berfokus pada kapal perang generasi berikutnya, termasuk kapal tempur bertenaga nuklir dan kapal kombatan masa depan.

Kapal-kapal tersebut harus “dirancang dengan daya dan kapasitas pendinginan yang diperlukan untuk meningkatkan sistem ini ke tingkat energi yang sangat tinggi, sehingga mampu memberikan daya hancur terhadap ancaman yang sangat canggih,” ujarnya.

Untuk mewujudkan kemampuan tersebut, Angkatan Laut AS perlu memprioritaskan penelitian dan pengembangan sistem penyimpanan energi serta pengelolaan panas.

Caudle mengatakan, angkatan laut juga harus berinvestasi dalam “rekayasa digital dan fasilitas uji coba berbasis darat untuk mengurangi risiko integrasi kompleks sistem DEW dengan sistem tempur dan kendali kapal yang sudah ada.”

Masalah utamanya adalah kapal perang yang ada saat ini tidak memiliki kapasitas daya yang cukup. Bahkan kapal perusak kelas Arleigh Burke versi terbaru, Flight III, disebut sudah hampir mencapai batas kemampuan listriknya karena harus memasok radar pertahanan udara dan rudal AN/SPY-6.

Pada 2019, mantan pejabat perang permukaan Angkatan Laut AS, Laksamana Muda Ron Boxall, menyebut kapal Flight III Burke sudah “kehabisan ruang daya” karena generatornya sepenuhnya digunakan untuk sistem radar baru tersebut.

Baca juga: Lengkapi Iron Dome, Israel Operasikan Sistem Laser Iron Beam

Operation Epic Fury jadi contoh kebutuhan laser

Dorongan Caudle untuk mempercepat pengembangan laser semakin kuat setelah pengalaman Operation Epic Fury.

Dalam penghargaan Presidential Unit Citation untuk kelompok tempur kapal induk USS Gerald R Ford, disebutkan bahwa sembilan kapal tempur permukaan AS menembakkan 207 rudal jelajah Tomahawk ke target Iran antara 28 Februari hingga 1 Mei.

Dengan asumsi kapal-kapal tersebut merupakan kapal perusak Arleigh Burke dengan 96 sel VLS masing-masing, total kapasitasnya mencapai sekitar 864 sel. Sebanyak 207 Tomahawk berarti hanya sekitar satu dari empat sel yang digunakan untuk senjata serangan ofensif.

Sementara itu, sisa ruang peluncur digunakan untuk rudal pencegat guna menghadapi ancaman rudal musuh dan drone serangan satu arah.

Situasi tersebut menjadi contoh dari masalah yang disebut Caudle sebagai “paradigma yang tidak berkelanjutan”. Kapal yang menjalankan operasi tempur besar bisa saja memasuki medan perang dengan sebagian besar persenjataannya dialokasikan untuk pertahanan diri.

Laser, secara teori, bisa mengubah kondisi itu. Senjata laser yang mampu menghancurkan ancaman dengan biaya sekitar 10 dollar AS (Rp 1,8 juta) per tembakan akan membebaskan sel VLS untuk membawa lebih banyak Tomahawk dan rudal SM-6.

Solusi sementara

Meski kapal perang baru dengan kemampuan laser besar belum tersedia, Angkatan Laut AS mencoba solusi sementara melalui konsep sistem berbasis kontainer.

Program Containerized Capability Campaign (C³) dirancang agar rudal, sistem tanpa awak, sensor, perangkat perang elektronik, hingga senjata energi terarah dapat dipasang di berbagai platform tanpa perlu perubahan besar pada struktur kapal.

Caudle menyebut pendekatan ini sebagai cara untuk mempercepat penyebaran kemampuan tempur.

“Dari sensor sonar yang ditarik hingga kawanan drone, sistem serangan elektronik, sampai laser berdaya tinggi, saya ingin membuat semuanya berbasis kontainer,” kata Caudle.

Salah satu uji coba menunjukkan potensi konsep tersebut. Angkatan Laut AS sebelumnya menguji sistem laser LOCUST berkekuatan 30 kilowatt dari dek kapal induk USS George H.W. Bush, membuktikan laser dalam kontainer dapat menggunakan sumber daya kapal induk tanpa kendala yang dihadapi kapal perusak Burke.

Selain itu, Lockheed Martin juga mengembangkan versi kontainer dari sistem HELIOS berkekuatan 60 kilowatt agar dapat dipindahkan antar kapal saat pemeliharaan.

Upaya terbesar adalah Joint Laser Weapon System (JLWS), proyek kerja sama Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS. Sistem ini dirancang sejak awal sebagai senjata laser dalam kontainer dengan target daya awal 150 kilowatt dan kemampuan ditingkatkan hingga setidaknya 300 kilowatt.

JLWS ditujukan khusus untuk pertahanan terhadap rudal jelajah dan ancaman tingkat tinggi lainnya.

Baca juga: AS Kerahkan Senjata Laser dalam Perang, Rontokkan Drone dan Rudal Iran

Tag:  #ngebut #bangun #laser #kapal #senjata #murah #untuk #hadapi #drone #rudal

KOMENTAR