Cuplikan Momen Trump Injak Clip-On, Marah lalu Walkout dari Wawancara
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berjalan menaiki pesawat kepresidenan di Bandara Morristown, Negara Bagian New Jersey, 22 Mei 2026.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
15:54
9 Juni 2026

Cuplikan Momen Trump Injak Clip-On, Marah lalu Walkout dari Wawancara

– Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba mengakhiri sesi wawancara secara sepihak, berdiri meninggalkan lokasi syuting, dan menginjak mikrofon clip-on.

Insiden mengejutkan itu terjadi dalam rekaman wawancara program Meet the Press di jaringan NBC, yang ditayangkan pada Minggu (7/6/2026). 

Wawancara yang dipandu presenter Kristen Welker ini berlangsung di sebuah pertanian di Wisconsin.

Baca juga: Di Kampung Halaman Sendiri, Trump Dimusuhi Warga Saat Nonton Final NBA

Trump mulai tampak tidak nyaman ketika Welker mencecarnya dengan pertanyaan mengenai weaponization fund senilai 1,776 miliar dollar AS atau sekitar Rp 32,28 triliun.

Dana tersebut rencananya digunakan sebagai kompensasi finansial bagi para perusuh yang telah divonis bersalah karena menyerang polisi dalam kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol. 

Saat itu, ribuan orang menyerbu gedung parlemen AS demi menggagalkan pengesahan kemenangan Joe Biden sebagai presiden.

Meski Plt Jaksa Agung Todd Blanche telah menyatakan dana itu dihentikan secara permanen akibat berbagai hambatan hukum, Trump menegaskan ia tetap mendukung program tersebut.

"Kalau itu terserah saya, saya akan membayar mereka uang yang pantas mereka terima," kata Trump dalam wawancara itu.

Baca juga: Trump Klaim Iran-Israel Kini Sepakat untuk Saling Diam Seminggu

"Orang-orang sudah hancur. Kehidupan hancur. Banyak yang bunuh diri, bayangkan saja," lanjutnya, tanpa menyertakan bukti pendukung atas klaim tersebut.

Dana ini bermula dari penyelesaian di luar pengadilan. 

Trump sepakat mengakhiri gugatan senilai 10 miliar dollar AS (Rp 181,74 triliun) terhadap Dinas Pajak AS atau IRS terkait dugaan kebocoran informasi pajaknya pada 2019 dan 2020. 

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Trump beserta anggota keluarga dan entitas bisnisnya mendapat perlindungan permanen dari audit pajak maupun tindakan penegakan hukum.

Keberadaan dana ini menuai penolakan keras di Capitol Hill, bahkan dari sejumlah anggota Partai Republik sendiri. 

Baca juga: Memanas, Presiden Kuba Curigai Trump Siapkan 3 Skenario Gulingkan Pemerintah

Pengadilan akhirnya resmi memblokir regulasi dana tersebut pada bulan lalu.

"Saya pikir dana itu ide yang bagus. Jika disetujui, itu bagus; jika tidak disetujui, saya akan kecewa," kata Trump.

Klaim kecurangan pemilu

Selain soal dana, Trump juga melontarkan klaim bahwa para perusuh 6 Januari 2021 sebenarnya digiring ke Capitol oleh Biro Investigasi Federal (FBI). 

Klaim ini bertolak belakang dengan rekaman video yang beredar luas, yang memperlihatkan para perusuh justru memukuli petugas Kepolisian Capitol.

Ketika Welker mendesak Trump untuk menunjukkan bukti atas keterlibatan FBI, dia mengalihkan pembicaraan ke narasi lama tentang kecurangan pemilihan presiden, tudingan yang hingga kini tidak pernah terbukti di pengadilan.

Baca juga: Trump Sesumbar Menang Lawan Iran, Harga Minyak Diklaim Bakal Anjlok

"Pemilihan itu dicurangi, itu pemilihan kotor dan itu terjadi lagi sekarang di California," tuduh Trump.

Sistem pemilu California memang menerapkan pengiriman surat suara via pos kepada setiap pemilih terdaftar. 

Surat yang dicap pos pada atau sebelum hari pemungutan suara masih dapat diterima hingga satu pekan setelahnya, sehingga proses penghitungan membutuhkan waktu lebih lama. 

Metode ini kerap dikritik Partai Republik karena perolehan suara kandidat Demokrat sering melonjak setelah surat suara yang terlambat masuk mulai dihitung.

Saat didesak lagi untuk menunjukkan bukti konkret, Trump berkelit.

Baca juga: Isi Telepon Terungkap, Trump Kesulitan Kendalikan Netanyahu dalam Perang Iran

"Yang harus saya lakukan hanyalah melihat. Dan saya mendengarkan orang-orang dan mari kita lihat apa yang terjadi," ujarnya.

Ia lalu mempertanyakan sistem tersebut. 

"Apakah menurut Anda pantas kalau mereka mengadakan pemilihan dan lima hari kemudian, mereka sama sekali belum menentukan pemenang?"

Trump kemudian berbalik menyerang sang presenter. 

"Mereka curang, sama seperti Anda curang, pers Anda curang dan Meet the Press juga curang," cetusnya.

Baca juga: Final NBA: Trump Dicemooh Lebih Keras dari Tim Tamu, Diusir Penonton

Momen walkout

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara dalam konferensi pers di Brady Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, sesaat setelah insiden penembakan makan malam pada 25 April 2026.AFP/MANDEL NGAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara dalam konferensi pers di Brady Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, sesaat setelah insiden penembakan makan malam pada 25 April 2026.

Welker berkali-kali mencoba meminta bukti nyata dari setiap klaim yang dilontarkan Trump, namun tidak satu pun yang diberikan.

Presenter itu juga sempat beberapa kali berupaya mengembalikan pembahasan ke topik keputusan Plt Jaksa Agung Todd Blanche, namun tidak berhasil.

Merasa tidak nyaman dengan tekanan pertanyaan, Trump akhirnya memilih mengakhiri wawancara.

"Mari kita akhiri saja karena saya sudah cukup, terima kasih, nona, selamat bersenang-senang," ucap Trump.

Dia bangkit meninggalkan kursinya, walkout, dan menginjak clip-on miliknya dalam proses itu.

Wawancara itu sebenarnya juga membahas sejumlah isu lain, termasuk perang Iran dan potensi kenaikan suku bunga, sebelum berakhir secara dramatis.

Baca juga: Trump Ikut Campur di Inggris, Tolak Larangan Medsos pada Anak, Bela Perusahaan AS?

Tag:  #cuplikan #momen #trump #injak #clip #marah #lalu #walkout #dari #wawancara

KOMENTAR