Aturan 5 Detik, Metode untuk Stop Kebiasaan Menunda Pekerjaan
- Menunda pekerjaan berat, membiarkan tumpukan cucian, atau menunda pembayaran tagihan, adalah hal yang wajar terjadi.
Namun, kebiasaan mengulur waktu ini kerap menjadi hambatan besar bagi produktivitas harian. menurut productivity coach di The Order Expert®, Rashelle Isip, ada sebuah trik sederhana untuk mengatasi masalah tersebut, yakni aturan lima detik.
“Aturan ini dapat membantumu menjadi lebih produktif karena menciptakan rasa urgensi dan kepentingan di sekitar untuk menyelesaikan tugas atau serangkaian tugas tertentu,” jelas dia, mengutip Verywell Mind, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Alasan Orang Suka Menunda Pekerjaan Menurut Psikolog, Takut Gagal
Cara kerja dan manfaat aturan lima detik
Konsep ini belakangan ramai diperbincangkan di media sosial sebagai jalan pintas melawan kebiasaan mengulur waktu.
Idenya sangat sederhana, yakni menghitung mundur dari lima ke satu sebelum akhirnya langsung beranjak mengerjakan tugas. Menghitung mundur mencegah kita terlalu banyak berpikir atau mencari dalih penundaan.
Pendiri dan CEO Modern SBC, Kevin Connor, menjelaskan, otak dirancang untuk melindungi manusia dari ketidaknyamanan, yang kerap mengarahkan mereka untuk menghindari melakukan hal-hal yang dianggap menantang, menakutkan, atau yang terasa terlalu berat untuk diatasi.
"Menghitung mundur melibatkan korteks prefrontal, yang merupakan area otak yang membantu pengambilan keputusan," ucap dia.
"Pergeseran mental kecil itu sudah cukup untuk mengabaikan keraguan, dan mulai bergerak sebelum otak menginjak rem," sambung Connor.
Baca juga: 5 Zodiak yang Suka Menunda Pekerjaan, Ada Pisces
Memutus siklus penundaan
Metode ini tidak sekadar membuat seseorang lebih gesit, tetapi memberikan keuntungan luar biasa bagi kondisi mental.
“Aturan 5 detik bisa menjadi alat yang hebat untuk memutus siklus berpikir berlebihan dan menunda-nunda,” terang psikolog dan Co-founder The Chelsea Psychology Clinic, Elena Touroni, Ph.D..
Menurut dia, menciptakan momentum seperti menghitung mundur dalam aturan ini, dapat membantu membangun kepercayaan diri, mengurangi keraguan diri, serta meningkatkan motivasi.
Connor sepakat bahwa metode memaksakan aturan ini sangat efektif dalam membantu seseorang melepaskan diri dari siklus tekanan dan rasa bersalah.
Baca juga: Burnout Bikin Gen Z Hilang Semangat Kerja dan Selalu Memikirkan Pekerjaan
Adapun dua hal tersebut bisa muncul ketika seseorang menunda melakukan sesuatu, dan malah menjadi overthinking karenanya.
Penerapan dalam keseharian
Metode hitung mundur sangat fleksibel diterapkan sepanjang hari. Kamu bisa memanfaatkannya untuk memaksakan diri berolahraga usai bekerja, alih-alih berakhir bermalas-malasan menonton televisi.
“Kamu juga dapat menggunakan aturan ini untuk membantu memotivasi diri sendiri dan memusatkan perhatian sepanjang rutinitas, seperti bangun di pagi hari atau mulai bekerja untuk hari itu,” tutur Isip.
Mencatat keberhasilan setelah mempraktikkannya sangat dianjurkan agar kamu konsisten. Misalnya, simpan catatan tentang tugas apa saja yang berhasil kamu selesaikan dalam waktu lima menit.
"Kamu dapat menggunakan aturan 5 detik untuk menyelesaikan setiap tugas ini satu demi satu sesuai keinginanmu,” tambah Isip.
Baca juga: Ed Sheeran Berhasil Menurunkan Berat Badan 14 Kg, Lebih Bugar Saat Nyanyi di Panggung
Antisipasi tantangan
Awalnya, kamu mungkin mengalami penolakan batin saat baru menghitung mundur karena tidak ada dorongan fisik yang memaksa bergerak.
Isip menyarankan untuk memasukkan aturan ke aktivitas yang sudah ada. Misalnya adalah membersihkan sepatu pada akhir pekan, menyetrika pakaian, atau mencuci piring. Tiga hal ini kerap mengundang rasa malas untuk langsung mengerjakannya setelah mengerjakan aktivitas lain.
"Ini memungkinkan kamu untuk melihat aturan diterapkan dengan hasil langsung. Kamu mungkin termotivasi untuk mencoba aturan tersebut jika kamu telah menunda-nunda tugas tertentu," terang dia.
Meski bermanfaat, Touroni mengingatkan bahwa aturan lima detik dilakukan untuk membantu memulai pekerjaan yang tertunda, bukan untuk menuruti tindakan tanpa pemikiran matang.
Baca juga: Berhenti Main HP 2 Minggu Bisa Tingkatkan Fokus, Ini Hasil Studinya
Tag: #aturan #detik #metode #untuk #stop #kebiasaan #menunda #pekerjaan