Mona Lisa Disebut Obesitas dan Punya Gangguan Tiroid, Dokter Ungkap Alasannya
Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. Dokter spesialis obesitas menduga Mona Lisa mengalami kelebihan berat badan, kolesterol tinggi, hingga gangguan tiroid berdasarkan ciri fisik dalam lukisan Leonardo da Vinci.(Musée du Louvre via WIKIMEDIA COMMONS)
09:05
24 Mei 2026

Mona Lisa Disebut Obesitas dan Punya Gangguan Tiroid, Dokter Ungkap Alasannya

Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci kembali menjadi perbincangan. Kali ini, sorotan bukan datang dari senyum misteriusnya, melainkan dugaan kondisi kesehatan perempuan yang diyakini menjadi model dalam lukisan paling terkenal di dunia itu.

Disarikan dari The Telegraph, The Sun, dan Daily Mirror (22/5/2026), dokter spesialis endokrin anak asal Amerika Serikat, Dr Michael Yafi, menilai Mona Lisa kemungkinan mengalami obesitas, kolesterol tinggi, hingga gangguan tiroid.

Pendapat itu disampaikan Dr Yafi dalam European Congress on Obesity di Istanbul, Turki.

Baca juga: Lukisan Mona Lisa Palsu Dilelang, Nilainya Mencapai Miliaran Rupiah

Mona Lisa disebut punya tanda masalah kesehatan

Dr Yafi mengatakan perempuan dalam lukisan tersebut tampak memiliki “kelebihan lemak tubuh”.

Menurutnya, sejumlah detail fisik dalam lukisan juga memunculkan dugaan adanya gangguan kesehatan tertentu.

“Lisa ditampilkan dengan lemak tubuh berlebih,” kata Dr Yafi.

Ia menyebut warna kulit yang tidak merata serta benjolan pada tangan Mona Lisa bisa mengarah pada kolesterol tinggi.

Selain itu, beberapa penelitian sebelumnya juga menduga perempuan dalam lukisan tersebut mengalami hipotiroidisme berat atau gangguan tiroid yang membuat metabolisme tubuh melambat.

Meski begitu, Dr Yafi menegaskan bahwa semua dugaan tersebut tidak bisa dipastikan sepenuhnya.

“Kita tidak bisa kembali ke masa lalu untuk membuat diagnosis. Kita hanya menganalisis ciri-cirinya,” ujarnya.

Baca juga: Lukisan Mona Lisa Dilempari Cake oleh Pria Berwig, Apa Motifnya?

Diduga berat badan naik setelah melahirkan

Ilustrasi lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci di Louvre di Paris, Perancis. Dokter spesialis obesitas menduga Mona Lisa mengalami kelebihan berat badan, kolesterol tinggi, hingga gangguan tiroid berdasarkan ciri fisik dalam lukisan Leonardo da Vinci.Dok. Unsplash/The Free Birds Ilustrasi lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci di Louvre di Paris, Perancis. Dokter spesialis obesitas menduga Mona Lisa mengalami kelebihan berat badan, kolesterol tinggi, hingga gangguan tiroid berdasarkan ciri fisik dalam lukisan Leonardo da Vinci.

Lukisan Mona Lisa diyakini menggambarkan Lisa Gherardini, seorang perempuan bangsawan Italia dari Florence.

Menurut Dr Yafi, ada kemungkinan perubahan bentuk tubuh Lisa terjadi setelah kehamilan.

“Penjelasan yang lebih sederhana adalah berat badannya naik setelah kehamilan. Bagaimanapun, saat itu dia sudah memiliki empat anak,” kata dia.

Mona Lisa sendiri diselesaikan Leonardo da Vinci pada awal 1500-an dan kini dipajang di Museum Louvre, Paris.

Baca juga: Minuman Diet Viral Ramai Dicoba, Dokter Sebut Berat Badan Tak Bisa Turun Instan

Tubuh berisi dulu dianggap simbol kecantikan

Dr Yafi juga menyoroti bagaimana standar kecantikan berubah dari masa ke masa.

Ia menjelaskan bahwa pada masa lalu, tubuh berisi justru dianggap sebagai simbol kemakmuran, kesuburan, dan status sosial tinggi.

“Obesitas punya sejarah yang menarik. Saat ini mungkin dipandang negatif, tetapi di masa lalu tidak seperti itu,” ujar Dr Yafi.

Ia mengatakan para pemimpin, bangsawan, hingga tokoh agama pada masa lalu kerap digambarkan memiliki tubuh besar.

Perempuan bertubuh berisi juga sering menjadi model dalam karya seni klasik.

Beberapa pelukis terkenal seperti Peter Paul Rubens hingga Pierre-Auguste Renoir dikenal sering melukiskan perempuan dengan tubuh penuh lekuk.

Baca juga: Sourdough Vs Roti Gandum, Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Gula Darah?

Dokter singgung tren obat penurun berat badan

Dalam presentasinya, Dr Yafi juga membahas tren penggunaan obat penurun berat badan seperti Wegovy dan Mounjaro yang kini semakin populer.

Menurut dia, penurunan berat badan drastis akibat obat GLP-1 dapat memunculkan kondisi yang dikenal sebagai “GLP-1 face”.

Kondisi tersebut membuat wajah terlihat lebih tirus, cekung, dan tampak lelah akibat hilangnya lemak di area pipi dan bawah mata.

“Saya yakin jika Picasso masih hidup saat ini, dia akan melukiskannya,” kata Dr Yafi.

Ia menilai hubungan antara dunia medis dan seni dapat membantu dokter memahami perubahan persepsi masyarakat terhadap tubuh manusia dari masa ke masa.

“Jika dokter memahami bahwa selama berabad-abad obesitas pernah dipandang positif, mereka bisa menjadi lebih empatik dan tidak menghakimi pasien,” ujarnya.

Tag:  #mona #lisa #disebut #obesitas #punya #gangguan #tiroid #dokter #ungkap #alasannya

KOMENTAR