Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha 2026
ilustrasi puasa sunnah (Pexels/Khats Cassim)
11:28
24 Mei 2026

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha 2026

Menjelang Idul Adha 2026, umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, tengah mempersiapkan diri untuk menyambut hari raya kurban yang penuh berkah. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah).

Tahun 2026 ini, berdasarkan kalender Hijriah, puasa Tarwiyah jatuh pada Senin, 25 Mei 2026, sementara puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026, dengan Idul Adha diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan bagian dari keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah, yang disebut sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun setelah Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari yang lebih mulia di sisi Allah daripada 10 hari pertama Dzulhijjah.

Makna dan Sejarah Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah diambil dari kata "tarwiyah" yang berarti "pemberian bekal air".

Secara historis, hari ini mengingatkan kita pada persiapan Nabi Ibrahim AS yang membawa bekal air menuju Mina saat menunaikan perintah Allah. Bagi umat Islam, puasa ini menjadi simbol persiapan spiritual menghadapi puncak ibadah haji dan hari Arafah.

Meskipun keutamaannya tidak sebesar puasa Arafah, banyak ulama menganjurkan puasa Tarwiyah sebagai bentuk mengikuti sunnah dan memaksimalkan pahala di awal Dzulhijjah.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa puasa pada hari ini dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Hari Arafah juga merupakan puncak ibadah haji, di mana jutaan jamaah berdiri di Padang Arafah untuk berdoa dan memohon ampunan.

Bagi yang tidak berhaji, puasa pada hari ini menjadi amalan pengganti yang sangat bernilai. Selain penghapusan dosa, puasa Arafah juga mendatangkan pahala seperti jihad fi sabilillah dan harapan terkabulnya doa.

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Niat merupakan syarat utama dalam berpuasa. Berikut lafal niat yang dianjurkan:

Niat Puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Niat sebaiknya diucapkan pada malam hari sebelum subuh, meskipun boleh diucapkan di pagi hari sebelum waktu zawal (sebelum masuk waktu zhuhur) selama belum makan atau minum.

Tata Cara dan Tips Pelaksanaan

  1. Sahur: Bangun sebelum Subuh untuk makan sahur dan menguatkan niat.
  2. Menjaga Lisan dan Perbuatan: Hindari ghibah, fitnah, dan hal-hal yang membatalkan puasa.
  3. Perbanyak Dzikir dan Doa: Khususnya pada hari Arafah, perbanyak istighfar, shalawat, dan doa.
  4. Bagi yang Berhaji: Puasa Arafah tidak dianjurkan bagi jamaah haji yang sedang wuquf di Arafah, karena Rasulullah tidak berpuasa saat itu untuk menjaga kekuatan berdoa.

Mengapa Penting Dilaksanakan di 2026?

Di tengah kesibukan dunia modern, puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi momen refleksi diri.

Dengan datangnya Idul Adha 2026, umat Islam diajak untuk tidak hanya merayakan hari raya dengan kurban, tetapi juga membersihkan hati melalui puasa sunnah.

Pahala yang berlipat ganda ini menjadi investasi akhirat yang sangat berharga.

Bagi yang sedang sakit, bepergian, atau memiliki uzur syar’i, tidak mengapa meninggalkan puasa sunnah ini. Namun, bagi yang mampu, jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Mari kita sambut Idul Adha 2026 dengan hati yang lebih bersih, amal yang lebih banyak, dan semangat pengorbanan yang tinggi seperti teladan Nabi Ibrahim AS.

Editor: Ruth Meliana

Tag:  #niat #puasa #tarwiyah #arafah #jelang #idul #adha #2026

KOMENTAR