Bukan Sekadar Lari atau Angkat Beban, Ini Alasan Hyrox Makin Populer
Kompetisi Hyrox di London, Inggris.(Hyrox.com)
07:40
9 Juni 2026

Bukan Sekadar Lari atau Angkat Beban, Ini Alasan Hyrox Makin Populer

Di tengah menjamurnya tren olahraga berbasis komunitas, Hyrox muncul sebagai salah satu fenomena kebugaran yang berkembang paling pesat di dunia. 

Kompetisi yang menggabungkan lari dan latihan kekuatan ini berhasil menarik jutaan peserta dari berbagai usia dan tingkat kebugaran, mulai dari atlet profesional hingga masyarakat biasa yang ingin menantang diri sendiri.

Salah satu peserta Hyrox Jessica Thompson (39), telah menghabiskan berbulan-bulan berlatih untuk lomba kebugaran tersebut.  Setelah selamat dari kecelakaan mobil hampir 20 tahun sebelumnya, ia mengalami keterbatasan gerakan di lengan kirinya dan kesulitan menjaga keseimbangan. Namun ia menyukai tantangan. Dan saat ia menyelesaikan perlombaan, ia didukung oleh sorak sorai penonton.

“Saya terbiasa diberitahu semua hal yang tidak bisa saya lakukan, bahwa saya bisa melakukan Hyrox, adalah perubahan hidup," kata wanita dari Atlanta, Amerika Serikat ini.

Baca juga: Kaum Mager Ingin Coba Hyrox? Ini Tips Amannya Menurut Dokter

Sederhana tapi menantang

Popularitas Hyrox tidak muncul tanpa alasan. Sejak pertama kali diperkenalkan di Jerman pada 2017, ajang ini menawarkan konsep yang relatif sederhana namun menantang: peserta harus menyelesaikan delapan putaran lari sejauh satu kilometer yang diselingi berbagai latihan fungsional, seperti mendorong dan menarik sled, burpee broad jump, hingga membawa beban berat. 

Format tersebut membuat Hyrox terasa lebih mudah diakses dibandingkan kompetisi ketahanan lain seperti maraton, triathlon, atau perlombaan halang rintang yang membutuhkan persiapan khusus dan keterampilan teknis tertentu.

Daya tarik lainnya adalah kemampuannya mengubah rutinitas latihan di gym menjadi sebuah olahraga kompetitif. 

Baca juga: Tanpa Angkat Beban, Begini Cara Heidi Klum Menjaga Bentuk Tubuh Tetap Prima

Ilustrasi olahraga. Membentuk tubuh lebih berotot membutuhkan defisit kalori wajar, latihan beban, protein cukup, dan konsistensi, bukan diet kelaparan atau cara instan.Freepik Ilustrasi olahraga. Membentuk tubuh lebih berotot membutuhkan defisit kalori wajar, latihan beban, protein cukup, dan konsistensi, bukan diet kelaparan atau cara instan.

Jika selama ini banyak orang berlatih kardio dan kekuatan hanya untuk menjaga kebugaran, Hyrox memberikan tujuan yang jelas dan terukur. Peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga memiliki target untuk menyelesaikan perlombaan, memperbaiki catatan waktu, dan membandingkan performa dengan peserta lain di seluruh dunia.

Konsep ini terbukti berhasil. Saat ini lebih dari 1,5 juta orang di 30 negara telah mengikuti setidaknya satu perlombaan Hyrox. Tiket berbagai seri lomba kerap habis terjual dalam hitungan menit, sementara daftar tunggu di sejumlah kota mencapai ribuan orang. 

Baca juga: Kisah Mary Coroneos Hidup Panjang Umur, Masih Bisa Angkat Beban di Usia 100 Tahun

Di New York, misalnya, jumlah peserta meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam setahun, dari sekitar 15.000 menjadi 50.000 orang.

Demam Hyrox juga mulai meluas ke Asia. Hyrox Jakarta 2026 yang akan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Jakarta, diperkirakan akan diikuti sekitar 11.500 peserta. Angka tersebut menjadikannya debut race HYROX terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Punya aspek kompetisi

Menurut para pengamat industri kebugaran, kesuksesan Hyrox juga didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap latihan kekuatan. 

Berbeda dengan tren lari yang mendominasi beberapa tahun terakhir, Hyrox menggabungkan manfaat kardio dan strength training dalam satu kompetisi. Peserta dapat berlatih menggunakan fasilitas gym yang umum tersedia sehingga hambatan untuk ikut serta menjadi lebih rendah.

Baca juga: Perkuat Ekosistem Fitnes di Indonesia, ION WATER Dukung AirAsia HYROX Jakarta

Para pendukung Hyrox mengatakan latihan inti adalah gerakan fungsional yang dapat dipraktikkan dengan peralatan gym dasar.

Meskipun lomba Hyrox adalah ujian ketahanan, popularitasnya kemungkinan besar juga didorong oleh meningkatnya minat pada latihan kekuatan.

“Ini memenuhi keinginan tersebut, sekaligus membuatnya terasa tidak terlalu membosankan," kata Shay Kostabi, instruktur kebugaran berpengalaman.

Moritz Furste, salah satu pendiri Hyrox dan peraih tiga medali Olimpiade dalam hoki lapangan, mengatakan hal itu memang disengaja.

Pada tahun 2017, ketika Furste dan rekan pendirinya, Christian Toetzke, pertama kali mencetuskan ide untuk Hyrox, mereka melihat peluang untuk menciptakan kompetisi bagi para penggemar olahraga sehari-hari yang tidak tertarik untuk berlatih untuk acara seperti maraton, tetapi juga ingin punya tujuan yang menantang namun dapat dicapai.

Mereka memperhatikan bahwa banyak latihan orang melibatkan campuran latihan kardio dan latihan kekuatan, daripada berfokus pada satu aktivitas saja, jadi mereka mendesainnya sebagai hibrida dari keduanya.

Mereka ingin menciptakan “arena bermain bagi mereka yang pergi ke pusat kebugaran,” kata Furste.

Baca juga: Otot Bokong Kuat Kunci Proses Penuaan yang Sehat

Ada unsur kekompakan

Selain aspek kompetisi, Hyrox juga menawarkan rasa kebersamaan yang kuat. Media sosial dipenuhi unggahan peserta yang membagikan perjalanan latihan, pencapaian waktu, hingga foto-foto saat berlomba. Hal ini menciptakan komunitas global yang membuat banyak orang merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. 

Di tengah meningkatnya isolasi sosial dan kebutuhan akan koneksi antarmanusia, Hyrox tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang untuk membangun relasi, mencari motivasi, dan membuktikan kemampuan diri.

“Ini memberi orang identitas. Ada komunitas, ada kategori untuk diikuti, dan orang-orang sangat menyukai itu,” kata Kostabi.

Inklusivitas inilah yang menjadi salah satu kekuatan terbesar Hyrox. Jika pada tahun-tahun awal kompetisi ini didominasi peserta dengan kondisi fisik prima, kini semakin banyak orang dari berbagai latar belakang dan tingkat kebugaran yang ikut ambil bagian. 

Baca juga: Metabolisme Setelah 30 Tahun Lebih Dipengaruhi Massa Otot, Bukan Usia

Tag:  #bukan #sekadar #lari #atau #angkat #beban #alasan #hyrox #makin #populer

KOMENTAR