Sering Diejek karena Berat Badan, Wanita Ini Kini Jadi Tempat Bertanya soal Diet
Olivia Bennett masih mengingat komentar-komentar menyakitkan yang diterimanya saat sekolah. Karena berat badannya, ia kerap menjadi sasaran ejekan teman-temannya hingga dijuluki "big bird".
Namun bertahun-tahun kemudian, keadaan berbalik. Orang-orang yang dulu merundungnya kini justru menghubunginya untuk meminta tips menurunkan berat badan.
Kisah tersebut dibagikan Olivia Bennett, 29 tahun, dalam laporan People (6/6/2026).
Perempuan asal Belfast, Irlandia Utara, itu mengatakan dirinya selalu menjadi anak yang memiliki tubuh lebih besar dibanding teman-teman sebayanya.
"Semua teman saya sangat langsing dan berat badan saya selalu lebih besar dibanding mereka," kata Bennett.
Baca juga: Turun 114 Kg dari Berat 241 Kg, Pria Ini Bagikan Rahasia Diet yang Mengubah Hidupnya
Di-bully sejak sekolah
Menurut Bennett, komentar mengenai bentuk tubuhnya sudah menjadi bagian dari kesehariannya saat remaja.
Ia mengaku sering menerima ejekan terkait penampilannya, terutama ketika duduk di bangku sekolah menengah.
"Saya mendapat komentar yang menyakitkan dan perundungan sepanjang waktu, terutama saat sekolah menengah," ujarnya.
Saat itu, Bennett berharap bisa diterima dalam lingkungan pertemanan yang dianggap populer.
"Saya selalu ingin punya kesempatan untuk diterima dalam kelompok yang keren dan saya berusaha sangat keras untuk itu," katanya.
Namun yang ia dapatkan justru sebaliknya.
"Saya sering mendengar komentar seperti, 'Dia gemuk', atau 'Itu si big bird'," kenangnya.
Baca juga: Tasya Farasya Turun 13 Kg dalam 2,5 Bulan, Ungkap Rahasia di Balik Transformasinya
Berat badan mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari
Ilustrasi diet. Olivia Bennett mengatakan orang-orang yang dulu mengejek tubuhnya kini menghubunginya untuk meminta tips diet.
Seiring bertambahnya usia, berat badan Bennett terus meningkat hingga mencapai sekitar 225 pon atau lebih dari 100 kilogram. Tinggi badannya sekitar 165 sentimeter.
Kondisi tersebut mulai memengaruhi aktivitas sehari-harinya.
"Saya tidak bisa berjalan atau berlari atau melakukan hal-hal seperti itu," katanya.
Bennett yang bekerja di sektor perbankan akhirnya memutuskan menjalani program penurunan berat badan menggunakan obat penurun berat badan pada Januari 2025.
Keputusan itu, menurutnya, mengubah hidupnya.
Baca juga: Turun 25 Kg Tanpa Cardio Berjam-jam, Pelatih Ini Justru Lebih Banyak Jalan Kaki
Turun hampir 45 kilogram
Dalam tiga bulan pertama, Bennett mengaku mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan.
"Dalam tiga bulan pertama saya kehilangan sekitar 43 pon. Rasanya luar biasa, saya tidak percaya," ujarnya.
Perjalanan tersebut kemudian ia bagikan melalui media sosial.
Di sana, Bennett secara rutin menceritakan perkembangan yang dialaminya selama menjalani program penurunan berat badan.
Tak disangka, akun media sosialnya juga menarik perhatian orang-orang dari masa lalunya.
Baca juga: Cerita Dokter Turun 27 Kg setelah Sadar Berat Badannya Naik Diam-diam
Mantan perundung mulai menghubungi
Bennett mengatakan banyak teman sekolah lama yang dulu merundungnya kini mengirim pesan.
Sebagian dari mereka bertanya mengenai obat yang ia gunakan dan memberikan pujian atas perubahan penampilannya.
"Banyak orang dari sekolah yang dulu menjadi perundung menghubungi saya dan bertanya soal obat itu serta mengatakan saya terlihat hebat," kata Bennett.
Namun, Bennett memilih tidak membalas pesan-pesan tersebut.
"Saya bahkan tidak menjawab mereka," ujarnya.
Menurut Bennett, situasi itu terasa ironis.
"Mereka tidak menyukai saya ketika saya gemuk, dan sekarang ketika saya lebih kurus, mereka ingin berbicara dengan saya," katanya.
Meski demikian, ia mengaku tidak menyimpan dendam.
Sebaliknya, pengalaman tersebut memberinya rasa percaya diri baru.
"Rasanya memberdayakan ketika mereka menghubungi saya. Saya merasa sudah membuktikan bahwa mereka salah," ujar Bennett.
Fokus mencapai target berikutnya
Hingga kini, Bennett mengatakan total berat badan yang berhasil ia turunkan mendekati 100 pon atau sekitar 45 kilogram.
Ia masih memiliki target berat badan yang ingin dicapai. Menurut Bennett, target tersebut disesuaikan dengan tinggi badan dan indeks massa tubuh (BMI) yang diinginkannya.
Setelah mencapai target tersebut, ia berencana menurunkan dosis obat secara bertahap sambil melihat perkembangan tubuhnya.
Perjalanan Bennett menjadi pengingat bahwa perubahan fisik sering kali membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
Namun, baginya, yang paling berkesan bukan hanya angka pada timbangan, melainkan bagaimana ia berhasil melewati pengalaman perundungan yang pernah membentuk masa remajanya.
Baca juga: Berapa Berat Badan yang Aman Turun dalam Seminggu? Ahli Ingatkan Jangan Ekstrem
Tag: #sering #diejek #karena #berat #badan #wanita #kini #jadi #tempat #bertanya #soal #diet