Aktivitas Bermain dengan Anak Cegah Jarak Emosional Orangtua
Fenomena emotional distance atau adanya jarak emosional antara orang tua dengan anak, meski secara fisik dekat, ramai dibahas di internet. Fenomena ini dianggap menjadi salah satu penyebab renggangnya hubungan antara orang tua-anak seiring anak beranjak dewasa.
Namun, bagaimana pandangan psikolog keluarga terkait fenomena ini dan apa cara terbaik mencegah atau menghindarinya sejak dini? Simak selengkapnya berikut ini.
Psikolog Klinis dan Keluarga Pritta Tyas mengatakan bahwa hubungan antara orangtua dan anak yang hangat sebetulnya dapat dibangun melalui aktivitas yang sangat sederhana, tapi kerap terlewatkan, yakni bermain bersama.
Menurut Pritta, bermain memiliki fungsi sebagai ruang yang menjembatani orang tua untuk membangun koneksi dan mengenali karakter anak. bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang anak.
Baca juga: Bermain Fisik atau Game Online, Mana yang Lebih Baik untuk Anak?
"Kalau mau mengingatkan anak PR, mau mengingatkan anak makan yang benar, tidur, semuanya dasarnya harus connection dulu. Anak trust sama kita, kualitas hubungannya baik," tutur Pritta dalam acara LEGO Playground "Main dan Jadi Hebat" di Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Jumat (05/06).
Pritta pun menambahkan, salah satu cara membangun kualitas hubungan yang baik dengan anak adalah dengan masuk ke dalam dunia anak melalui aktivitas yang mereka sukai dan ini bisa dipelajari melalui bermain bersama anak.
Pritta menyebutkan bahwa terdapat tiga manfaat utama yang dapat membantu mempererat hubungan orang tua dan anak. Apa saja kah itu?
Baca juga: Tak Semua Permainan Baik, Ini Kriteria Bermain yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak
1. Bermain membantu memperkuat koneksi emosional
Pertama, bermain menciptakan interaksi dua arah atau Pritta menyebutnya sebagai "serve and return". Misalnya, ketika bermain orang tua dan anak bisa melakukan sesuatu secara bergantian dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.
"Jadi ada sesuatu yang dilakukan bergantian dan bersama-sama dengan anak, ada kolaborasinya di situ," kata Pritta.
Momen kerja sama yang terlihat sepele seperti ini membantu anak merasa diperhatikan juga dilibatkan dalam interaksi bersama orang tua.
Baca juga: Mengapa Anak Perlu Banyak Bermain? Ini Penjelasan Psikolog
2. Anak punya ruang untuk mengungkapkan perasaan
Ilustrasi Orang Tua Bermain Bersama Anak
Bermain memberi kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan pikiran dan emosinya secara lebih bebas.
Pritta menjelaskan, ketika bermain anak cenderung lebih mudah mengutarakan apa yang sedang dirasakan, mulai dari rasa senang, kesulitan, juga keinginan mereka terhadap suatu hal.
"Jadi kesempatan untuk anak mengutarakan pikiran dan perasaannya inilah yang terjadi selama masa bermain. Ini mengurangi kemungkinan emotional distance," tegas Pritta.
Melalui percakapan yang muncul secara alami saat bermain, orang tua juga dapat memahami kondisi emosional anak, bahkan ketika mereka kesulitan untuk menyampaikan apa yang ada di benaknya.
Baca juga: 3 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Orangtua dan Anak di Lego Certified Store Terbesar di Asia Tenggara
3. Kesempatan memberi apresiasi kepada anak
Ilustrasi Orang Tua Bermain Bersama Anak
Manfaat terakhir dan yang tak kalah penting dari bermain adalah kesempatan bagi orang tua untuk memberikan penguatan positif kepada anak.
Ketika bermain bersama, orang tua dapat memberikan apresiasi atas usaha, kreativitas, maupun pencapaian kecil yang berhasil dilakukan anak. Bentuk apresiasi ini membantu anak untuk merasa dihargai dan diakui.
Kurangnya validasi dan apresiasi dari orang tua dapat membuat anak kesulitan untuk merasa puas dengan pencapaiannya, bahkan ketika anak beranjak dewasa. Hal ini dapat dihindari melalui aktivitas bermain.
"Positive feedback, kalimat positif yang disampaikan orang tua ke anak, ini membuat anak selama masa bermain itu menjadi diapresiasi. Dan ini berpengaruh ke connection-nya," tutur Pritta.
Baca juga: Tips Mendidik Anak Cerdas, Panduan Praktis untuk Orang Tua
Oleh karena itu, di tengah kesibukan sehari-hari, Pritta mendorong orang tua untuk tetap meluangkan waktu bermain bersama anak.
Koneksi yang dibangun lewat momen-momen sederhana itu, menurut Pritta, dapat menjadi bekal penting bagi anak ketika kelak menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Nah, connection ini yang sebenarnya menyelamatkan anak-anak dari berbagai tantangan, tantangan dia pergaulan sama teman-temannya, tantangan dari godaan untuk screen time berlebihan. Jadi, connection melalui bermain dan orang tua yang fokus menemani bermain, itu saya rasa satu hal yang harus diperjuangkan oleh orang tua,” tutup Pritta.
Baca juga: 7 Cara Sederhana Bonding Hubungan Keluarga Tanpa Liburan Mahal
Tag: #aktivitas #bermain #dengan #anak #cegah #jarak #emosional #orangtua