TNI Tewaskan Tokoh OPM Jeki Murib, Biang Keladi Aksi Kekerasan di Ilaga
- Komando Operasi (Koops) TNI Habema menewaskan Jeki Murib, Komandan Operasi (Danops) Kepala Air Organisasi Papua Merdeka (OPM) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) 18 Ilaga, di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengungkapkan bahwa operasi ini berlangsung setelah Jeki Murib menembak secara membabi buta pasukan TNI.
“Kita melaksanakan kegiatan taktis di lapangan. Pasukan kami ditembak secara brutal dan membabi buta. Dan di situ kami melakukan pengajaran,” kata Lucky melalui keterangan video, dikutip pada Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Kelompok OPM Jeki Murib Klaim Tembak Mati Anggota TNI dan Rampas 2 Senjata Api di Mile 50 Mimika
“Dan setelah melakukan pengajaran, ternyata kami berhasil menembak mati tokoh sentral OPM di wilayah Ilaga, yaitu Komandan Operasi Kepala Air Kodap 18 Ilaga, Jeki Murib,” imbuh dia.
Lucky mengungkapan bahwa Jeki Murib merupakan buron sekaligus biang keladi di wilayah Ilaga dan PT Freeport.
“Dialah yang menembak mati karyawan Freeport di Grasberg, kemudian menyerang aparat keamanan di Mile 50 Freeport, membakar rumah, gereja, sekolah, mengintimidasi masyarakat, anak kecil, mama-mama. Alhamdulillah, puji Tuhan, mereka bisa kita lumpuhkan,” ujar dia menjelaskan.
Baca juga: KKB Jeki Murib Diduga Dalang di Balik Penembakan di Bandara Aminggaru Puncak Papua
Senada dengan Lucky, Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna menyatakan, Jeki Murib merupakan tokoh kelompok separatis bersenjata yang kerap melakukan aksi kekerasan di wilayah Puncak dan Mimika, serta mengganggu obyek vital nasional PT Freeport Indonesia.
“TNI melalui Koops TNI Habema berhasil menetralisir Jeki Murib Danops Kepala Air OPM Kodap 18 Ilaga di Kampung Pinapa Distrik Omukia,” kata Wirya dalam keterangannya, Selasa.
Wirya menuturkan, Jeki Murib diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, antara lain pembakaran kompleks tower di Kampung Kago, Distrik Ilaga pada 15 Agustus 2023, serta pembunuhan dan penganiayaan terhadap pekerja pembangunan puskesmas di Kampung Eromaga, Distrik Omukia pada 19 Oktober 2023.
Selain itu, Jeki juga diduga terlibat dalam penembakan di Bandara Aminggaru pada 18 Juni 2025 serta penyanderaan 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tower 270, Distrik Tembagapura, pada 8 Januari 2026.
Ia juga diduga terlibat dalam penyerangan dan perampasan senjata terhadap dua anggota Koramil Tembagapura yang melukai warga sipil pada 11 Februari 2026, serta penembakan terhadap dua karyawan PT Freeport Indonesia di area Grasberg dan penyerangan aparat Polri saat evakuasi korban pada 11 Maret 2026.
“Aksi OPM tersebut menimbulkan ketakutan dan mengganggu kehidupan Masyarakat, termasuk menghambat roda perekonomian dan aktivitas masyarakat,” kata Wirya.
Ia menjelaskan, penindakan itu merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025, khususnya terkait penanganan gerakan separatis bersenjata dan pemberontakan bersenjata.
Baca juga: 3 Warga Tertembak di Puncak Papua, Anggota DPD Minta TNI dan OPM Tahan Diri
Langkah tersebut juga disebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 yang menekankan pendekatan terpadu antara aspek keamanan dan kesejahteraan di Papua.
“Operasi dilaksanakan secara terukur, profesional, dan humanis, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sipil serta didukung oleh tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat,” kata Wirya.
“Untuk itu Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di hutan, mari hentikan kekerasan. Kembalilah ke tengah masyarakat, tinggalkan jalan separatisme, dan bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” ujar dia.
Tag: #tewaskan #tokoh #jeki #murib #biang #keladi #aksi #kekerasan #ilaga