Dapat Tugas Tanam Kedelai, TNI AL Manfaatkan Lahan Tidur dan Produktif Milik Satuan
Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul.(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
15:26
23 Mei 2026

Dapat Tugas Tanam Kedelai, TNI AL Manfaatkan Lahan Tidur dan Produktif Milik Satuan

- TNI Angkatan Laut memanfaatkan lahan tidur dan lahan produktif milik institusi untuk menjalankan tugas baru, yakni penanaman kedelai.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, program tersebut dijalankan sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

“Implementasi di lapangan memang berfokus pada pemanfaatan lahan-lahan tidur atau lahan produktif milik TNI AL secara maksimal,” kata Tunggul, saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Ia mengatakan, TNI AL berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan dinas pertanian daerah dalam pelaksanaan program tersebut.

Baca juga: Prajurit TNI AL, Pratu Zalendra Ferdika, Gugur Saat Pendidikan Penanggulangan Teror

Sejumlah wilayah bahkan telah memasuki masa panen, di antaranya Lampung dan Nganjuk, Jawa Timur.

Program penanaman kedelai itu dijalankan melalui satuan kewilayahan TNI AL, seperti Komando Daerah Maritim (Kodamar), Pangkalan TNI AL (Lanal), serta satuan Korps Marinir di bawah koordinasi Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral).

Tunggal mengatakan, data total hasil panen secara nasional masih dalam proses pendataan.

“Tetapi sebagai gambaran di beberapa lahan TNI AL seperti Lampung yang panen pada Oktober 2025 dengan luas lahan 30 Hektar, mampu menghasilkan panen kedelai 4 ton per hektar,” ungkap dia.

“Sedangkan pekan lalu di Nganjuk, Jawa Timur, dengan luas lahan 400 Hektar, estimasi hasil panen 1,5 hingga 2 ton per hektar,” tambah dia.

Menurut Tunggul, program tersebut juga melibatkan kelompok tani dan masyarakat sekitar.

Baca juga: Menhan Ungkap Tugas Baru Prajurit: TNI AD Tanam Jagung dan Padi, TNI AL Kedelai

Personel TNI AL, khususnya Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar), bertugas mendampingi dan membantu penyediaan fasilitas bagi warga selama proses penanaman hingga panen.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, prajurit TNI yang tergabung dalam Batalyon Teritorial Pembangunan kini memiliki tugas baru.

Sjafrie menugaskan TNI Angkatan Darat (AD) menanam padi dan jagung, sementara TNI Angkatan Laut (AL) akan memproduksi kedelai.

“Kami sudah melakukan pembagian tugas, bahwa untuk Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian, jagung, dan padi, selain palawija. Angkatan Laut adalah kedelai,” ujar Sjafrie, dalam rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ia mengungkapkan alasan produksi kedelai harus dibantu oleh TNI AL.

Baca juga: Komisi I Tindak Lanjuti Permohonan Audiensi Keluarga Prajurit TNI AL Ghofirul Kasyfi

Sjafrie menyampaikan, selama ini, Indonesia mengimpor 2,5 juta ton kedelai dari luar negeri.

Padahal, berdasarkan laporan yang dia terima, kedelai yang diimpor itu merupakan makanan ternak di luar negeri.

“Jadi, bisa dibayangkan, kita impor kedelai itu makanan ternaknya orang di luar. Sekarang, Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai kualitas bibit kedelai, yang tidak lagi istilah makanan ternak itu,” ujar dia.

Tag:  #dapat #tugas #tanam #kedelai #manfaatkan #lahan #tidur #produktif #milik #satuan

KOMENTAR