Sah! Nanik Jadi Kepala BGN, Apa Janji-janjinya?
Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana, di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026).(FAH)
07:50
9 Juni 2026

Sah! Nanik Jadi Kepala BGN, Apa Janji-janjinya?

- Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana, di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026).

Pelantikan itu berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 18/M tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN dan pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

Baca juga: Prabowo Resmi Lantik Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono Jadi Pendamping Nanik S Deyang

Selain Nanik, Prabowo juga melantik Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN, yang menggantikan posisi Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya.

Setelah dilantik, Nanik mengungkap sejumlah komitmen dan janji utama dalam mengelola BGN. Apa saja?

Efisiensi Anggaran

Nanik mengaku tidak ingin lagi program yang dijalankan BGN (Makan Bergizi Gratis) membebani anggaran negara.

Sebab itu, salah satu fokusnya setelah dilantik adalah melakukan efisiensi anggaran tanpa mengubah ataupun mengurangi target sasaran MBG.

"Langkah kami adalah pertama-tama seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan, kami konsen pada efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan, gizi," kata Nanik.

Baca juga: Akhirnya MBG Diperbaiki: Menagih Janji Nanik S. Deyang

Menurut Nanik, salah satu upaya efisiensi adalah melalui moratorium. BGN tidak akan membuka titik baru Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk sementara.

"Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium. Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru," ucap dia.

Lebih lanjut, Nanik mengatakan, titik dapur MBG mayoritas menumpuk di daerah Jawa. Sementara di wilayah terpencil belum merata.

"Karena memang dari datanya Ibu Arumsari, dapur ini masih menumpuk di Jawa. Kemudian, setelah kami menata baru ya kami hitung apakah perlu kami membuka kembali atau tidak," ucap dia.

Baca juga: Nanik Deyang: Dewan Pengarah BGN Akan Diisi Ahli Gizi hingga Dokter Anak

Nanik bersama wakilnya, Agustina Arumsari dan Trenggono selaku petinggi di BGN akan bertanggung jawab dalam mengelola setiap uang negara.

"Di sini saya ditemani Ibu Arumsari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan dengan teliti, dengan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke," ujar dia.

Refocusing Penerima MBG

Ke depannya, BGN akan melakukan refocusing terhadap penerima MBG sehingga ada kemungkinan sekolah yang sudah kaya tidak memerlukan program ini lagi.

"Kami refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu? Rasanya tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus," kata Nanik.

BGN akan lebih memfokuskan MBG bagi penerima manfaat yang membutuhkan.

"Jadi, kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi," tutur dia.

Baca juga: 20 SPPG di Solo Berhenti Beroperasi, Respati Langsung Intens Komunikasi dengan Nanik

Selain itu, menurut dia, ada kemungkinan penerima manfaat MBG yang kini sudah mencapai sekitar 63 juta penerima manfaat dialihkan ke daerah yang betul membutuhkan.

"Ini kita akan refocusing, sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini benar tuh 63 juta ini butuh atau sebetulnya bisa dikurangi kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh," ucap dia.

Upayakan CSR dan Hibah

Selanjutnya, Nanik juga akan fokus MBG untuk daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dengan mengupayakan perusahaan bisa ikut membantu pembangunan SPPG lewat skema CSR.

"Tapi untuk wilayah-wilayah yang belum digarap oleh investor, kami akan coba kerjasamakan atau kita bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN, atau mungkin ada hibah dari luar negeri," kata dia.

Ia menyebutkan, BGN juga membuka pintu bagi perusahaan besar swasta untuk ikut membiayai SPPG lewat skema CSR tersebut.

"Atau mungkin juga kalau di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya berinvestasi, masa sih bikin dapur untuk masyarakat di situ enggak mau, kan enggak mahal juga. Jadi CSR mereka kan juga punya CSR," ujar dia.

Baca juga: BGN Akan Refocusing Penerima Manfaat MBG, Nanik Sebut Sekolah Kaya Tidak Perlu

Nanik mengatakan hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi penggunaan APBN dalam program MBG.

Upaya ini juga sejalan dengan fokus MBG yang ingin memberi atensi terhadap efisiensi anggaran agar MBG tidak membebani APBN.

Rekrut Ahli Gizi

Nanik menyebut, jajaran Dewan Pengarah BGN akan diisi oleh para ahli di bidang gizi hingga dokter.

"Di SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) sebetulnya dari Badan Gizi Nasional berdiri itu ada Dewan Pengarah. Di Dewan Pengarah inilah akan kami isi dengan para profesor ahli gizi dan juga profesor anak, eh dokter anak," ucap Nanik.

Baca juga: Nanik Akan Fokus ke Efisiensi Anggaran di BGN, Tak Mau MBG Bebankan APBN

Dewan Pengarah berisikan tujuh orang. Mereka akan bertugas membimbing Pimpinan BGN dalam melaksanakan program MBG.

"Jadi nanti yang akan meng-guidance kami, yang akan membimbing kami nanti adalah Dewan Pengarah yang terdiri dari tujuh orang. Mungkin di antara tujuh orang itu lima kemungkinan mereka adalah dari pakar-pakar gizi," ucap dia.

Tag:  #nanik #jadi #kepala #janji #janjinya

KOMENTAR