TNI Minta Keterlibatan Prajurit di Ruang Sipil Tak Buru-buru Dicap Militerisme
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
15:06
9 Juni 2026

TNI Minta Keterlibatan Prajurit di Ruang Sipil Tak Buru-buru Dicap Militerisme

Markas Besar (Mabes) TNI meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan keterlibatan prajurit dalam berbagai program pemerintah sebagai bentuk militerisme atau militerisasi ruang sipil.

“Saya mengimbau kepada semuanya, kepada masyarakat, teman-teman di luar sana, Jangan buru-buru deh menyebut kehadiran kami di ruang sipil sebagai program militerisasi. Sama sekali tidak,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Muhammad Nas di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).

Nas mengatakan, yang perlu dilihat dari keterlibatan TNI dalam berbagai program adalah tujuan, dasar hukum, ruang lingkup tugas, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

Baca juga: Mabes TNI Blak-blakan soal Anggapan Masuk Ranah Sipil: Saya Yakinkan Tidak!

Menurut dia, seluruh keterlibatan TNI dilakukan sesuai Undang-Undang dan didukung kerja sama dengan kementerian maupun lembaga terkait.

“Yang pasti, apa pun penilaian terhadap kami, TNI adalah aparat negara yang disiapkan dari awal, dilatih, dan didoktrin untuk memegang teguh jati diri kami, Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Profesional,” ujar Nas.

Ia mencontohkan peran prajurit yang membantu petani di sawah, mengajar masyarakat, terlibat dalam layanan pengobatan gratis, hingga membantu menjaga keamanan lingkungan dari aksi kriminalitas.

“Ada masyarakat susah, kami enggak bisa diam,” kata Nas menegaskan.

Baca juga: TNI Bantah Keterlibatan di Ranah Sipil Picu Dwifungsi: Kami Tidak Pernah Mengancam

Dalam kesempatan itu, Nas juga mengingatkan masyarakat, terutama pengguna media sosial, agar tidak melakukan framing atau memotong informasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

Ia mencontohkan sejumlah kasus di media sosial yang menjadi viral karena pernyataan seseorang dipotong dan disebarkan tanpa konteks utuh.

Nas menambahkan, seluruh elemen masyarakat perlu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Kami, TNI tidak anti-kritik,” ucap dia.

Baca juga: Profil Brigjen Muhammad Nas, Kapuspen TNI Baru yang Merupakan Ahli Intelijen

Perwira dengan pangkat bintang satu itu pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan masukan dan kritik kepada TNI.

“Tapi alangkah lebih baik, kalau ada prajurit kami yang salah di lapangan, sampaikan langsung kepada kami sehingga bisa kami evaluasi,” ujar dia.

Nas menegaskan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto berkomitmen menindak tegas prajurit yang melanggar aturan sesuai ketentuan yang berlaku dan berprestasi akan diapresiasi.

“Kalau hanya disebarkan di medsos, kita enggak tahu siapa berbuat apa. Kritik dan masukan itu perlu, tapi etika itu wajib. Ilmu penting, tapi adab lebih utama,” kata dia.

Tag:  #minta #keterlibatan #prajurit #ruang #sipil #buru #buru #dicap #militerisme

KOMENTAR